Minggu,21 Juli 2019 | Al-Ahad 18 Zulkaedah 1440


Beranda » Seniman & Budayawan » Asrizal Nur

seniman/budayawan serantau Anugerah Sagang 2007

Asrizal Nur

Redaksi | Minggu, 20 Desember 2009 21:01 WIB
Asrizal Nur

Dengan menunggang Kuda (judul puisi Asrizal Nur), dia bertolak ke Jakarta pada tahun 1995 meninggalkan Pekanbaru, Riau. Sebuah asa merecup-recup di hatinya. Sebab, bekal ilmu seni budaya melayu yang ditimba sejak tahun 1990, hendak dipahat di ibu kota.

Sesampai di Jakarta, dia tak ke lain hati. Dalam berbagai kegiatan budaya yang diikuti dan digelar dibungkusnya dengan kemelayuannya hingga akhirnya pada tahun 2000 Asrizal Nur mewakili Indonesia acara budaya tingkat Asia Tenggara (ILO) di Swiss. Tak berhenti di situ, di tahun yang sama ia menampilkan seniman Riau secara kolektif di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tapak berikut pada tahun 2000 juga, Asrizal kembali merasuk pikiran Jakarta dengan budaya Melayu dengan Gong Melayu I se-Asia Tenggara.

Tak puas dengan kegiatan tersebut, Asrizal Nur kembali membawa wajah melayu Riau ke Jakarta dengan menggelar Festival Kesenian Riau TIM pada tahun 2002. Tahun 2004, Asrizal Nur membawa tim kesenian Bengkalis untuk tampil keliling Eropa. Di tahun berikutnya, menampilkan pembacaan puisi tunggal Rida K. Liamsi di TIM. Ditahun 2006, ia menggelar Festival Sastra Negeri Kata-kata dan menyelengara jalan bersama penyair dengan bupati dan wali kota melayu se-Indonesia.

Tahun 2007, Asrizal Nur menggelar pekan Presiden Penyair, Sutardji Calzoum Bachri. Dari berbagai kegiatan tersebut, Asrizal Nur dinobatkan sebagai penerima Anugerah Sagang kategori seniman/budayawan serantau. Baginya, Anugerah Sagang ini sangat berarti pada dirinya meskipun dia sebagai seniman tidak berharap anugerah kecuali berkarya dan kreatifitas. “Saya sangat berterima kasih kepada panitia, ternyata saya ada. Apa yang saya perbuat terhadap budaya melayu, ternyata ada yang memperhatikannya. Jelas, anugerah ini semakin memicu saya untuk berbuat lebih banyak lagi,” katanya.

Dalam pandangan Asrizal Nur, Anugerah Sagang adalah sebuah apresiasi seni budaya yang luar biasa dan mendapat respon terhadap orang-orang kreatif yang berjuang pada budaya. Hanya saja, anugerah ini perlu dikumandangkan hingga tingkat internasional. Sebab masih banyak seniman di luar Riau yang belum tahu anugerah ini. Padahal salah satu katagorinya ada untuk seniman serantau.

Biodata

Nama : Asrizal Nur
Lahir : Duku, Pekanbaru, Riau, 16 November 1969
Profesi : Penyair
Pendidikan : MAN Jurusan Budaya (Pekanbaru)

Penghargaan :

Anugerah Sagang 2007 untuk kategori seniman/budayawan serantau


Karya :

Sang yang Hitam (1992),

Umar Bin Khattab (1992),

Merambah Belantara Naga (1993)

 

Sumber : www.tamanismailmarzuki.com

 

comments powered by Disqus