Selasa,20 Agustus 2019 | Ats-tsulatsa' 18 Zulhijjah 1440


Beranda » Seniman & Budayawan » Ibrahim Sattah

Ibrahim Sattah

Redaksi | Senin, 06 April 2009 09:22 WIB
Ibrahim Sattah (indonesiaseni.com)

IBRAHIM SATTAH adalah seorang penyair Riau yang telah mengangkat nama daerah Riau ke jenjang nasional dan internasional. Ia lahir tahun 1943 di Tarempa, pulau Tujuh (Kepulauan Riau). Ibrahim Sattah yang tercatat sebagai anggota Polri ini mulai dikenal ketika puisi-puisinya dimuat di majalah sastra Horison pada tahun 70-an.

Karya-karya penyair berpendidikan terakhir kelas 1 SMA dan pernah menjadi dosen Universitas Islam Riau serta Wakil Kepala Pusat Penerangan Angkatan Bersenjata RI Riau/Sumatera Barat itu terkumpul dalam: Dandandid (1975), Ibrahim (1980), dan Hai Ti (1981).

Tahun 1975 Ibrahim Sattah membacakan puisi-puisinya di Den Haag, Belanda. Di musim panas 1976 ia terpilih menjadi peserta Festival Puisi Antar Bangsa di Rotterdam, mengikuti program Asean Poetry Reading International di Rotterdam.

Dandandid adalah kumpulan puisinya yang pertama (1975), diantaranya telah diterjemahkan oleh Jan Eijkelboom kedalam bahasa Belanda dan oleh Sapardi Djoko Damono bersama McGlinn kedalam bahasa Inggris. Kumpulan puisinya yang berjudul Ibrahim terbit tahun 1980. Kumpulan puisi ini disiapkan dalam perjalanannya ke Semarang, Yogyakarta, Singapura, Malaysia. Kemudian HAITI kumpulan puisinya yang terakhir tebit pada tahun 1983.

Pada tahun 2006 penerbit Unri Press menerbitkan kembali kumpulan sajak-sajak Dandandid, Ibrahim dan Haiti dalam buku bertajuk Sansauna. Ibrahim Sattah meninggal pada usia 45 tahun pada selasa pagi 19 Januari 1988.

comments powered by Disqus