Minggu,21 Juli 2019 | Al-Ahad 18 Zulkaedah 1440


Beranda » Kajian » Meramu Tradisi Melayu dalam Cerita Pendek: Upaya Kreatif Melindungi Generasi dari Kealpaan Tradisi

Meramu Tradisi Melayu dalam Cerita Pendek: Upaya Kreatif Melindungi Generasi dari Kealpaan Tradisi

Oleh : Bambang Kariyawan Ys | Selasa, 09 April 2013 16:04 WIB

Abstrak: Melayu sebagai sebuah bangsa memiliki peradaban yang tinggi dengan hadirnya beragam budaya, tamadun, dan karya-karya peradaban yang diakui oleh masyarakat dunia. Salah satu kekayaan dunia Melayu terdapatnya beragam tradisi yang masih berkembang di masyarakat. Namun berdasarkan pengamatan di lapangan geliat memelihara tradisi yang berkembang ada kecenderungan hanya dinikmati oleh generasi tua. Di kalangan generasi muda dengan banyaknya alternatif budaya pop menyebabkan minimnya pemahaman mereka terhadap tradisi Melayu bahkan mengalami kealpaan (hilangnya pemahaman) terhadap tradisi. Salah satu bentuk upaya memelihara tradisi itu dapat dilakukan dengan pendekatan cerita khususnya cerita pendek. Mengingat melalui cerita pendek, tradisi yang tadinya hanya dianggap sebagai sebuah fakta dan narasi menjadi lebih indah dan bermakna untuk dipahami. Dengan menggunakan format meramu tradisi Melayu Riau terhadap arsip/berita/artikel/dokumen tentang tradisi Melayu diperoleh hasil penelitian bahwa meramu tradisi Melayu Riau dengan cara yang kreatif dan menyenangkan dapat melindungi generasi muda Riau dari kealpaan tradisi. Format meramu tradisi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya-karya cerpen tradisi yang berkualitas. Generasi muda Riau dapat mengenal lebih baik tentang tradisi Melayu dengan membaca cerpen-cerpen tradisi yang dikemas dengan bahasa yang dekat dengan generasi muda.

Kata-kata kunci: meramu tradisi, melayu, cerita pendek, kealpaan tradisi

 

Pendahuluan
Melayu sebagai sebuah bangsa memiliki peradaban yang tinggi dengan hadirnya beragam budaya, tamadun, dan karya-karya peradaban yang diakui oleh masyarakat dunia. Salah satu kekayaan dunia Melayu terdapatnya beragam tradisi yang masih berkembang di masyarakat. Dalam buku Budaya Tradisi Melayu Riau (2005)  terdapat tradisi yang masih terpelihara antara lain tradisi Belian, Babalian, Badewo, Menumbai, dan lain-lain.

Dalam masyarakat apapun perubahan sosial dan budaya akan selalu mewarnai perjalanannya menuju suatu titik perkembangan yang tidak berujung. Dalam masyarakat Melayu Riau kesadaran berbagai pihak untuk melanjutkan tradisi luhur ini begitu konsisten dalam tindakannya. Namun berdasarkan pengamatan di lapangan geliat memelihara tradisi yang berkembang ada kecenderungan hanya dinikmati oleh generasi tua. Di kalangan generasi muda dengan banyaknya alternatif budaya pop menyebabkan minimnya pemahaman mereka terhadap tradisi Melayu. Di bangku sekolah pembelajaran Budaya Melayu yang diajarkan belum menyentuh ranah pemahaman tradisi

Untuk itu, perlu upaya memberikan pemahaman agar generasi muda Melayu Riau tidak mengalami kealpaan terhadap tradisinya. Salah satu bentuk upaya memelihara tradisi itu dapat dilakukan dengan pendekatan cerita. Mengingat melalui cerita dalam sastra, tradisi yang tadinya hanya dianggap sebagai sebuah fakta dan narasi menjadi lebih indah dan bermakna untuk dipahami.

Tulisan ini disusun untuk (1) mengetahui format meramu tradisi yang tepat dalam mengolah wacana tradisi agar dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan menjadi karya cerpen tradisi yang menarik dan (2) mengetahui karya-karya cerpen tradisi yang dapat memberikan pemahaman tentang tradisi Melayu Riau.

Tulisan ini bermanfaat untuk (1) menjadi panduan bagi pembina generasi muda untuk mengenalkan tradisi Melayu dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan generasi muda dan (2) menjadi ukuran bagi pembuat kebijakan untuk mengembangkan pembinaan bagi generasi muda Riau.

 

Langkah-Langkah Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian, dan berupaya menarik realitas itu ke permukaan sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda, atau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun fenomena tertentu (Burhan, 2007). Adapun langkah-langkah penelitian yang dilakukan melalui pentahapan sebagai berikut:

Mengkaji arsip
Arsip yang menjadi kajian utama menjadi cerpen tradisi yaitu arsip tentang tradisi mandi safar dan tradisi manumbai sialang. Arsip tersebut diambil dari liputan budaya media massa Riau Pos.

Membuat format lembaran kerangka penulisan cerpen tradisi
Berdasarkan arsip/dokumen yang tersedia dimasukkan data yang ada ke dalam kolom-kolom format meramu tradisi. Hal-hal yang ditulis ke dalam format meramu tradisi berupa nama tradisi, lokasi, pelaku, kelengkapan, penjelasan, dan judul cerpen.

Tabel 1. Format Meramu Tradisi

No.

Nama Tradisi

Lokasi

Pelaku

Kelengkapan

Penjelasan

Judul Cerpen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membuat cerpen tradisi
Berdasarkan format ramuan tradisi yang ada maka dengan keterampilan menulis yang dimiliki maka akan memudahkan penulis untuk membuat cerpen dengan latar belakang tradisi.

Menguji kelayakan cerpen tradisi
Cerpen tradisi yang dihasilkan diujicobakan dengan mengirimkan ke media massa dan mengikuti perlombaan penulisan. Media massa berupa kolom budaya dan sastra dapat menjadi ukuran kelayakan kualitas cerpen yang dibuat. Apalagi diikutsertakan dalam berbagai lomba kepenulisan cerpen dapat menambah kualitas karya kita bila dapat memenangkan lomba tersebut.

Menganalisis karya cerpen tradisi
Untuk menganalisis hasil cerpen tradisi yang telah dibuat maka disusun seperangkat instrumen berupa angket dengan melampirkan cerpen tradisi yang dihasilkan.

Hasil Penelitian

Meramu tradisi Melayu melalui cerita pendek dapat dihasilkan karya-karya sastra yang bermutu sekaligus memiliki nilai edukasi kepada generasi muda. Dalam penelitian ini ditemukan hasil sebagai berikut:

Format Ramuan Tradisi Tabel 2. Hasil meramu arsip dengan menggunakan format ramuan tradisi

No.

Nama Tradisi

Lokasi

Pelaku

Kelengkapan

Penjelasan

Judul Cerpen

1.

Mandi Safar

Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis

5 anak terpilih, tokoh masyarakat

Kuas dari daun sempulih, serusa, juang-juang, daun ribu-ribu, air wafak, tepung tawar

Prosesi yang diyakini sebagai penolak bala

Safar

2.

Menumbai Sialang

Petalangan

Juagan (pemimpin tim), juagan mudo (pembantu tim), tukang sambut, pembantu lainnya

Tunam (obor), timbo, tali, kayu kecil, sigai (tangga)

Prosesi mengambil madu di pohon Sialang

Numbai

Karya Cerpen Tradisi
Dengan menggunakan format meramu tradisi menjadi cerpen tradisi telah dihasilkan cerpen-cerpen tradisi yang memenuhi standar penulisan cerpen dan mendapat respon positif dari pembaca.

Tanggapan
Untuk mendapatkan tanggapan lebih mendalam tentang kemanfaatan format ramuan tradisi melalui cerpen telah disebarkan angket kepada 100 responden untuk memberikan tanggapan terhadap cerpen tradisi yang dibaca.

Analisis Hasil Angket Tertutup
Berdasarkan hasil angket yang disebarkan diperoleh data sebagai berikut:

  1. Apakah setelah membaca cerpen tradisi ini membuat saudara menjadi kenal dengan tradisi Melayu Riau yang dimaksud dalam cerpen tersebut?

    Grafik 1. Pengaruh Cerpen Tradisi Terhadap Pengenalan Tradisi Melayu

    Data tersebut menunjukkan bahwa 95% responden setelah membaca cerpen tradisi membuatnya menjadi kenal dengan tradisi Melayu Riau.

  2. Apakah saudara baru pertama kali mengenal tradisi Melayu Riau yang dimaksud dalam cerpen tradisi ini?

    Grafik 2. Pengenalan Responden Terhadap Cerpen Tradisi

    Data tersebut menunjukkan bahwa 90% responden baru pertama kali mengenal tradisi Melayu Riau melalui cerpen tradisi ini.

  3. Apakah cerpen tersebut bisa memberikan gambaran tentang tradisi Melayu Riau dengan baik?

    Grafik 3. Pengaruh Cerpen Tradisi Terhadap Pengalaman Mendapatkan Gambaran Tradisi Melayu

    Data tersebut menunjukkan bahwa 82% responden mendapat gambaran tentang tradisi Melayu Riau.

  4. Apakah setelah membaca cerpen tradisi tersebut membuat saudara ingin mengetahui lebih jauh tentang tradisi yang dimaksud?

    Grafik 4. Keinginan Responden Mengetahui Lebih Lanjut Setelah Membaca Cerpen Tradisi

    Data tersebut menunjukkan bahwa 72% responden menjadi ingin mengetahui lebih jauh tentang tradisi Melayu Riau yang dimaksud dalam cerpen tradisi tersebut.

Analisis angket terbuka:

Tabel 5. Rekapitulasi Jawaban Angket Terbuka

No.

Jawaban Responden

1.

Menarik dan berhasil menarik pembaca masuk dalam cerita

2.

Bagus dan menarik dapat mempelajari tradisi Melayu

3.

Ada banyak amanah di dalamnya dan mengerti tradisi Melayu

4.

Kualitas cerita bagus dan jadi mengetahui tradisi Melayu

5.

Ceritanya bagus dan jadi tahu tentang Mandi Safar

6.

Menambah wawasan

7.

Membuat orang semangat menjalani hidup

8.

Terharu dan ingin mengetahui kelanjutannya

9.

Baru pertama kali mendengar ada tradisi Melayu tersebut

10.

Tema lokal Riau yang kental hanya perlu penguatan penokohan

11.

Serasa berada dalam perkampungan Melayu

12.

Pembaca larut dalam tradisi

13.

Ide lokalitas sangat kental

14.

Membuat saya ingin melihat dan mengalami secara langsung

15.

Cerita menarik tapi bahasa ada beberapa yang tidak dimengerti

16.

Memperkenalkan budaya Melayu dan penjelasan sebab akibat

17.

Bisa melestarikan budaya daerah

18.

Berhasil mengkaitkan antara cerita dan tradisi

19.

Sangat ingin mengetahui kelanjutan tradisi

20.

Menjadi tahu tradisi yang sebelumnya tidak diketahui

21.

Mengetahui tradisi Joget Lambak

22.

Membuat kita masuk ke dalam cerita

23.

Pemilihan kata bagus dan mengajarkan cinta keluarga

24.

Walau saya bukan orang Melayu tapi sedikit tahu tentang Mandi Safar

25.

Tidak jenuh membacanya & jadi tahu tradisi Melayu

26.

Jadi tahu tradisi Melayu padahal telah lama tinggal di Riau

27.

Memberikan banyak pelajaran dan gaya penulisan mengalir

28.

Semakin tahu budaya Melayu

Pembahasan
Karya-karya cerpen tradisi yang dihasilkan dengan menggunakan format meramu tradisi telah berhasil menjadi cara alternatif yang menyenangkan bagi generasi muda untuk memahami tradisi Melayu Riau secara mudah. Hal ini ditunjukkan dengan data bahwa responden setelah membaca cerpen tradisi membuatnya menjadi kenal dengan tradisi Melayu Riau (93%).  Pemahaman terhadap tradisi  Melayu menjadi catatan tersendiri bagi pemelihara tradisi Melayu karena data menunjukkan bahwa 90% responden baru pertama kali mengenal tradisi Melayu Riau melalui cerpen tradisi ini. Kehadiran cerpen tradisi membutuhkan keseriusan dalam penggarapan dan pengembangannya karena melalui cerpen tradisi dapat memberikan gambaran tentang tradisi Melayu Riau (82%). Catatan menggembirakan ketika  72% responden menjadi ingin mengetahui lebih jauh tentang tradisi Melayu Riau yang dimaksud dalam cerpen tradisi tersebut.

Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara berikut:
Setelah saya membaca cerpen tersebut, saya menilai bahwa gambaran watak sang tokoh utama tergambar dengan sangat jelas. Dan yang membuat lebih menarik adalah karena sang tokoh utama sangat tersangkut paut dengan budaya yang ingin ditonjolkan. Setiap budaya yang ada di cerpen inipun dijelaskan dengan sangat baik, membuat saya semakin pensaran dengan budaya tersebut dan ingin melihatnya secara langsung bagaimana upcara kebudayaan tersebut. Dengan memanfaatkan cerpen sebagai media untuk memperkenalkan suatu budaya sangatlah baik karena dapat memicu imajinasi dan rasa penasaran pada hal – hal baru. Sehingga lama kelamaan budaya itu melekat dalam benak kita. (CN, Pelajar, 16 tahun).

Namun cerpen tradisi ini tetap mendapat kritikan dan saran membangun sesuai dengan wawancara berikut:
dari menuliskan ceritanya bagus saya kira , penggambaran mengenai tradisi dari daerah cukup kental dan kita yang membacanya cukup bisa menggambarkan bagaimana cerita itu. Apa itu mandi safar, asal-usulnya dan bagaimana masyarakat disana menyelenggarakannya, namun (maaf Pak) entah mengapa ketika membacanya ada yang rasa kurang ceritanya bagus, alurnya menarik tetapi ketika membaca setiap alurnya kita pasti serasa digantung, tidak ada ujung yang nendang dari cerita tersebut padahala ide dan konsep cerita ini sangat menarik . awal membacanya kita akan tertarik dan ingin melanjutkan tetapi ketika di tengah dan selanjutnya kita membaca kita kayak kehausan..(maaf pak). Kalo dari penulisan saya sebagai orang Riau pasti mengenal Rupa Utara itu dimana tetapi bagaimana jika yang membaca nya bukan orang Riau atau Kepri (maaf pak mungkin cerita ini khusus di Riau saja.. sya gak tw juga ), dan banyak dari istilah –istilah daerah tidak dijelaskan dengan istilah umum. Dan sedikit saja pak kalo cerita ini ingin meramu MERAMU TRADISI MELAYU KE DALAM CERITA PENDEK Apalagi dalam Upaya Kreatif Melindungi Generasi dari Kealpaan Tradisi kenapa cerita nya justru tokoh utama nya si safar itu tidak menyukai Safar itu sendiri, bukannya malah akan berdampak negatif bagi yg membaca, kecuali kalo cerpen ini dalam rangka meluruskan pemikiran masyarakat terhadap Tahayul- tahayul atau kepercayaan mistis tempo lalu. Di luar konteks cerpen nya bagus banget saya suka bacanya saya serasa berada di Kampung orang Melayu kepulauan. Mungkin penggambarannya aja harus lebih kuat dan lebih nendang. (RB, Mhs, 24 tahun).

Salah satu ukuran keberhasilan sebuah karya sastra berupa cerpen adalah dengan mengikutsertakannya dalam ajang lomba penulisan dan dimuatnya di media massa. Cerpen-cerpen tradisi yang dihasilkan menunjukkan kualitasnya dengan diterima di media massa dan berhasilnya dalam ajang lomba penulisan seperti LMCR Rohto, Festival Terang Bulan Majapahit Trowulan, Majalah Bahana UR, dan lain-lain. Keberhasilan dalam lomba menulis cerpen yang diikuti dengan mengirimkan cerpen bertema tradisi mendapat apresiasi tinggi dengan dipercaya untuk memenangkan lomba tersebut. Karya-karya cerpen tradisi yang dikirim ke media massa berhasil dimuat dan mendapat sambutan dengan memberikan komentar positif khususnya Majalah Budaya Sagang.

Penutup

Kesimpulan

  1. Meramu tradisi Melayu Riau bila dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan dapat melindungi generasi muda Riau dari kealpaan tradisi.
  2. Format meramu tradisi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya-karya cerpen tradisi yang berkualitas.
  3. Generasi muda Riau dapat mengenal lebih baik tentang tradisi Melayu dengan membaca cerpen-cerpen tradisi yang dikemas dengan bahasa yang dekat dengan generasi muda.

Saran

  1. Perlu mengembangkan hasil penelitian dengan mengkaji berbagai ragam tradisi Melayu sehingga generasi muda Riau dapat lebih memahami secara menyeluruh tentang tradisi yang ada.
  2. Perlu menyatukan berbagai cerpen tradisi yang dihasilkan dalam bentuk kumpulan tradisi agar lebih bisa dinikmati secara luas.


Daftar Pustaka

Bambang Kariyawan. 2011. "Nandung Emak" dalam Antologi Cerpen Wajah-Wajah Kayu Bapak. Yogyakarta: LeutikaPrio.

Bambang Kariyawan. 2010. "Penyigi Damar'  dalam Antologi Cerpen Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010. Mojokerto: Dewan Kesenian Mojokerto.

Bambang Kariyawan. 2009. "Ketobung" dalam Antologi Cerpen Mencari Wajah Ibu. Jakarta: Rohto dan Rayakultura.

Burhan Bungin. 2008. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, KebijakanPublik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Tim Pusat Penelitian Kebudayaan dan Masyarakat Universitas Riau. 2005. Budaya Tradisional Melayu Riau. Pekanbaru: Dinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata dan Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.

Online:

http://id.wikipedia.org/wiki/Tradisi, diakses 22 Juli 2011.
http://ms.wikipedia.org/wiki/Riau, diakses 22 Juli 2011.
http://unsilster.com/2011/01/pengertian-cerpen-dan-ciri-ciri-cerita-pendek/, diakses
22 Juli 2011.
http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=138308743242&comments, diakses 22
Juli 2011.
http://riaupos.co.id/news/2011/02/mandi-khusus-di-hari-rabu/, diakses 10 Juli 2011.
http://www.pelalawankab.go.id/index.php?action=generic_content.main&id_gc=103,
diakses 30 Juni 2011.
http://bataviase.co.id/node/153885, diakses 20 Mei 2011.
http://jobs.indexarticles.com/2007/11/lowongan-job-lead-websites-to-use-in.html,
diakses 2 Mei 2011.
Riaupos.com, diakses 9 Mei 2011.

Bambang Kariyawan Ys adalah Guru SMA Cendana Pekanbaru, Komplek Palem PT. CPI Rumbai Pekanbaru, bkariyawan@yahoo.com

comments powered by Disqus