Minggu,08 Desember 2019 | Al-Ahad 10 Rabiul Akhir 1441


Beranda » Kabar » Yayasan Sagang Tetapkan Seniman/Budayawan dan Buku Pilihan

Anugerah Sagang 2019

Yayasan Sagang Tetapkan Seniman/Budayawan dan Buku Pilihan

| Jum´at, 22 November 2019 09:52 WIB
Kunni Masrohanti

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  -- Yayasan Sagang melalui tim penilai, telah  menetapkan peraih Anugerah Sagang Tahun 2019 untuk dua kategori. Yakni seniman/budayawan pilihan sagang dan buku pilihan sagang. Untuk seniman/budayawan, Yayasan Sagang memilih Kunni Masrohanti. Sedangkan buku yang menjadi pilihan sagang berjudul Celana Tak Berpisak karya Griven H Putra.

Tiga tim penilai, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi selaku pembina dan pendiri Yayasan Sagang, Armawi KH selaku dewan pembina Yayasan Sagang, dan Kazzaini Ks selaku Ketua Yayasan Sagang, telah memilih, menetapkan Kunni Masrohanti, satu seniman/budayawan dari lima seniman/budayawan yang telah diumumkan sebelumnya. Sedangkan buku Celana Tak Berpisak dipilih dari empat buku yang juga masuk nominasi.

Datuk Rida K Liamsi menjelaskan, ada banyak kriteria untuk memilih seniman/budayawan pilihan sagang. Kriteria tersebut antara lain, seniman/budayawan terpilih memiliki dedikasi tinggi, tunak dan penuh kemandirian dalam menjalankan kerja seni/budayanya. Di samping itu, kualitas karyanya juga tinggi, produktif, dan karya serta sosoknya berpengaruh secara luas. Begitu juga dalam menetapkan buku pilihan. Panitia berpatok pada beberapa kriteria seperti tahun terbit buku yakni November 2018-November 2019, kualitas isi dan kualitas bentuk.

"Semua seniman/budayawan yang masuk nominasi bagus, berkualias. Tapi, kami harus memilih yang paling dari semua itu," kata Datuk Rida.

Dijelaskan Rida, Kunni merupakan perempuan pertama penerima Anugerah Sagang kategori seniman/budayawan pilihan sagang setelah 24 tahun Yayasan Sagang berdiri pada pelaksanaan anugerah yang ke-23. Sementara itu Ketua Yayasan Sagang, Kazzaini Ks menyebutkan, Anugerah Sagang akan diserahkan Senin (25/11) malam di Balai Pauh Janggi, Kompleks Gubernuran Jalan Diponegoro, Pekanbaru. (lim)

comments powered by Disqus