Jumat,22 November 2019 | Al-Jumuah 24 Rabiul Awal 1441


Beranda » Kerenah » Patok Lele

Patok Lele

Redaksi | Senin, 01 Juni 2015 08:29 WIB
Patok Lele (internet)

Sebuah permainan anak-anak yang masih populer hingga hari ini, terutama di kampung-kampung. Cara memainkannya, umpan diganjal dengan batu kecil, kemudian disentil dengan bambu sekeras-kerasnya. Kalau bisa melenting jauh dan tidak tertangkap lawan. Permainan ini biasanya dilakukan beregu.

 

Permainan terdiri dari 3 tahap :

Ngungkil – mencongkel, kayu lele ditaruh melintang dekat ujung lubang yang menghadap lapangan permainan, kemudian dengan menunduk pada lubang, si A memegang pangkal kayu patok, lalu sekuat tenaga ia mencongkel kayu lele tersebut ke muka di mana B bersiap-siap menyambut pada jarak 15 meter di depan A. Bila B tidak berhasil menangkap kayu lele, maka A tetap bermain. A menaruh kayu patok melintang di atas lubang dan B melempar kayu patok tersebut dengan kayu lele. Kalau lemparan B berhasil maka A dinyatakan mati, lalu B yang bermain.

Ngetok (memukul beberapa kali) A berdiri dekat lubang memegang pangkal kayu patok dan kayu lele ditaruh di atasnya dalam keadaan seimbang. Sambil berjalan menjauhi lubang, A menyentakan ke atas kayu lele tadi, kemudian disambut dengan pukulan kayu patok ke atas lagi dengan pukulan yang perlahan-lahan agar dapat disambutnya kembali dengan pukulan. Semakin sering kayu lele tersebut dapat disambut dengan pukulan-pukulan ke atas kembali adalah semakin baik. Sementara itu B berusaha merebut untuk menyambut kayu yang terlontar ke atas itu, apabila B berhasil menyambutnya permainan A dinyatakan mati, kemudian digantikan oleh B sementara B mendapat nilai atas tangkapannya.

Matok artinya memukul kayu lele pada lubang. Bila pada tahap kedua (ngetek) A belum berhasil mendapat nilai yang disepakati sedang permainannya belum mati, maka dilanjutkan dengan permainan tahap matok. Matok disini dimaksudkan adalah memukul kayu lele dengan diletakkan pada lubang permainan, dimana kayu lele tersebut sebagian berada dalam lubang yang disandarkan miring kea rah depan lapangan permainan sedang yang sebagian lagi berada di luar lubang. Kayu yang di luar lubang inilah yang harus dipukul sehingga kayu lele tersebut melambung keatas, kemudia A harus dapat memukul kembali. Bila kayu dapat disambut B maka permainan A dinyatakan mati sebagaimana tahap-tahap sebelumnya. (internet)

comments powered by Disqus