Minggu,21 Juli 2019 | Al-Ahad 18 Zulkaedah 1440


Beranda » Folklor » SYAIR

SYAIR

Redaksi | Selasa, 21 Mei 2013 11:54 WIB

Salah satu jenis puisi lama dan termasuk jenis puisi naratif berlagu adalah syair. Ia berasal dari Arab Parsi dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Syair telah diubahsuai mengikut kesesuaian bahasa Melayu Klasik ketika itu. A. Teeuw berpendapat, Syair sebagai jenis puisi yang berbaris empat dan bersanjak a-a-a-a baru tersebar sesudah Hamzah Fansuri menghasilkan puisinya (Fang, 2011). Teeuw berpendapat bahwa Hamzah Fansuri adalah pencipta syair Melayu yang pertama.

Bahkan sebelum pendapat Teeuw ini muncul, peneliti yang lain, P. Voorhoeve, telah lebih dahulu menyatakan kesimpulan yang serupa. Penegasan berikutnya, juga disimpulkan oleh Syed Naguib Al-Attas dengan tegas. Menurutnya, Fansuri mencipta syair dengan mendapat pengaruh atau bentuk aslinya dari puisi Arab, syi’ir, yang berbaris empat, serupa yang dikarang oleh Ibnul Arabi dan Iraqi. Namun, lain lagi pendapat Amin Sweeney. Ia berpendapat bahwa Fansuri mendapat pengaruh yang kuat dari dari nyanyian rakyat (pantun) seperti yang terdapat dalam kitab Sejarah Melayu. Kesimpulan ini didapat setelah ia menemukan ciri-cirinya: ada irama (metre), sanjak akhir (rhyme), pembagian kesatuan (units), dan pengelompokan kesatuan.

Menurut Fang, syair dapat dibagi kepada lima golongan:

1.    Syair Panji
Syair Panji merupakan olahan dari bentuk prosanya, misalnya Syair Panji Semirang adalah olahan dari Hikayat Panji Semirang. Biasanya satu Syair Panji hanya menceritakan satu cerita utama saja. Misalnya Syair Ken Tambunan, hanya menceritakan percintaan dan perkawinan Raden Menteri dan Ken Tambunan.

serta terpandang hatinya berdebar
lakunya tidak lagi tersabar
arwah melayang berahi berkibar
bagai penyakit tiada tertambar

Raden pun duduk bersukaan
Di dalam istana Ken Tambunan
Bertambah kasih dengan kasihan
pangku dan belai di atas ribaan


2.    Syair Romantis
Syair Romantis menguraikan tema yang biasa terdapat di dalam cerita rakyat, pelipur lara, dan hikayat. Syair ini termasuk yang paling digemari. Beberapa jenis syair ini seperti Syair Bidasari, Syair Yatim Nestapa, Syair Abdul Muluk, Syair Seri Banian, Syair Cinta Berahi, Syair Tajul Muluk, dll.
Contoh Syair Tajul Muluk:

Mukanya bujur hidungnya mancung
Laksana kalam baharu diruncing
Jarinya halus, lentik di ujung,
Bagai manikam sebuah, dijunjung

Lehernya jenjang seperti kendi,
Betisnya bagai bunting padi,
........


3.    Syair Kiasan

Syair Kiasan atau simbolik adalah syair yang menceritakan percintaan antara ikan, burung, bunga dan buah-buahan. Overbeck (dalam Fang, 2011), menamai syair jenis ini sebagai syair binatang dan bunga-bungaan (Malay animals and flower shears, 1934). Dan biasanya mengandung sindiran terhadap persitiwa tertentu. Contohnya Syair Ikan Terubuk, yang menyindir peristiwa meminangnya anak Raja Melaka kepada Putri Siak. Selain itu, ada Syair Burung Pungguk, Syair Kumbang dan Melati, Syair Nuri, Syair Bunga Air Mawar, Syair Nyamuk dan Lalat, dll.
Contoh Syair Nyamuk dan Lalat:

Badannya seperti gambar wayang
Pipinya laksana pauh dilayang
.....
Alisnya laksana bentuk taji
Anak rambutnya bagai disuji
.....
Bibirnya merah madu segara
Giginya seperti karang mutiara
.......


4.    Syair Sejarah
Adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Peperangan adalah peristiwa sejarah yang paling banyak disyairkan. Misalnya Syair Perang Siak, Syair Mengkasar, Syair Perang Palembang, Syair Siti Zubaidah, dll.
Contoh Syair Siti Zubaidah:

Tamatlah syair Siti Zubaidah
Tiga bulan baru sudah
Raja akhir habislah sudah
Tengah gelora hendak berpindah

Inilah pesan dagang yang lata
Kepada sekalian adik dan kakak
Membaca syair jangan dikata
Karena tulisan terlalu leta
 ....
Pesan kedua ikhlas di hati
Kepada sekalian encik dan siti
Pikirkan kisah dengan seperti
Dari awal akhir ditamati

Encik dan puan, lebai dan haji
Jika tuan berkehendak membeli
Syair dan kitab banyak sekali
Harganya murah tiada terperi


5.    Syair Agama
Syair agama bersifat keagamaan. Menurung Fang, berdasarkan isinya, syair agama dapat dibagi menjadi empat: (1) syair sufi oleh Hamzah Fansuri, (2) syair yang menerangkan ajaran Islam seperti Syair Ibadat, Syair Sifat Dua Puluh, Syair Rukun Haji, Syair Kiamat, dll, (3) syair anbia, yang mengisahkan riwayat hidup para nabi, seperti Syair Nabi Allah Ayub, Syair Yusuf, Syair Isa, dll, (4) syair nasihat, memberi pengajaran kepada pendengar/pembacanya, misal Syair Nasihat, Syair Nasihat Bapak Kepada Anaknya, Syair Nasihat Laki-laki dan Perempuan, dll.
Contoh syair-syair Hamzah Fansuri:

Hamzah nin asalnya Fansuri
Mendapat wujud di tanah Syahrnawi
Beroleh khilafat ilmu yang asli
Daripada Abd. Al-Qadir Jilani

comments powered by Disqus