Selasa,10 Desember 2019 | Ats-tsulatsa' 12 Rabiul Akhir 1441


Beranda » Artikel » Rentak Melayu Dalam Flamenco

Rentak Melayu Dalam Flamenco

Oleh : David saputra | Rabu, 08 April 2009 10:59 WIB
Memperbincangkan suatu genre musik tak pernah berujung, laksana kayanya tujuh tangga nada yang terus mengalun dari masa ke masa, sehingga telah banyak melahirkan berbagai irama dan lagu. Bagaimanapun banyaknya ragam pendapat tentang asal mulanya musik tercipta, benang merah yang dapat ditarik adalah bahwasanya musik bagaikan suatu perjalanan yang mengiring kehidupan manusia sepanjang kesejarahannya. Bahkan musik bukan saja milik manusia, tapi musik bahkan bisa tercipta dari deritan ranting yang ditiup angin kemudian menimbulkan suara-suara yang alamiah dan terasa akrab ditelinga.
Atau bahkan suara-suara hewan yang saling bersautan. Itulah musik, ianya sangat erat dengan bebunyian yang memberikan makna tersendiri bagi yang mendengarnya...

Apresiasi terhadap musik tentu saja berbeda pada setiap individu dalam menikmatinya. Akan tetapi musik itu sendiri tidaklah berbicara soal perbedaan tersebut. Namum tetap pada satu garis lurus bahwa musik adalah keindahan bagi pendengarnya dan saya pribadi cenderung pada kesimpulan yang demikian.

Mungkin ada baiknya kita coba menyibak sejarah untuk membuktikan bahwa musik juga punya peran yang sangat penting dalam membentuk kesejarahan manusia.

Misalnya musik Flamenco, Flamenco adalah jenis musik tradisional dari bangsa Spanyol selatan yang banyak dipengaruhi musik dari kaum Moor dan pengembara Gipsy. Awalnya flamenco hanya sebagai pengiring nyanyian dan tarian, dan baru pada tahun 1950-an flamenco mulai menjadi seni tersendiri yang dipertunjukkan secara khusus dengan alat musik Gitar.

Mulanya musik flamenco agak sedikit bertolak belakang dengan basic saya yaitu musik classic.

Meskipun flamenco termasuk salah satu musik yang cukup cukup sulit untuk dimainkan. Namun ketertarikan saya bukan pada sisi sulitnya melainkan pada sisi keindahan dan kesejarahannya. Mengapa? Jika kita sudah pernah mendengar musik flamenco , Setidaknya musik ini begitu akrab terdengar ditelinga karena banyak kemiripan dengan rentak musik melayu yang ada di bumi Riau kita ini.

Kemiripan ini tidaklah mungkin ada secara kebetulan. Pasti ada sebuah peradaban yang kuat, yang berperan penting dalam persoalan ini. Saya mencoba mencari titik temu tentang kemiripan ini dengan membuka beberapa referensi dari buku-buku sejarah, ternyata umat islamlah yang telah berperan dalam hal ini yang dimulai dari abad ke-7 hingga abad pertengahan. Bangsa timur tengah ini telah banyak mengenalkan berbagai disiplin ilmu disegala bidang kepada bangsa-bangsa besar seperti benua eropa dan asia. Umat islam tampil sebagai mercusuar pusat ilmu pengetahuan dan seni. Banyak bangsa-bangsa yang datang silih berganti untuk belajar menimba ilmu, kita masih dapat melihat kejayaan dari peninggalan bangsa timur tengah ini khususnya pada masa dinasti Abasiyah, Umayah dan turky otoman (istambul), diantara dinasti ini ada yang sempat berkuasa lebih kurang 800 tahun di spanyol dan beberapa negeri lainnya di eropa. Bukti-bukti dari kejayaannya tersebut, salah satunya adalah Benteng Al-hambra (Batu merah) di spanyol yang terletak di kaki bukit sebagai pertahanan terakhir. Rascuredo al-Hambra begitulah judul lagu yang sering dimainkan seorang gitaris classic untuk mengenang sejarah Benteng tersebut. Dan ada bukti lainnya lagi seperti cordoba, andalusia, granada dan konstantinopel(turky).

Beberapa ahli sejarah berpendapat sama, bahwa Dari masa kejayaan inilah terasimilasinya dua kultur kebudayaan antara timur tengah(arab) dan Eropa dalam waktu yang cukup lama.

Seperti yang kita bahas diatas, sebenarnya Flamenco awalnya adalah tradisi rakyat dari bangsa timur tengah yang telah berbaur dengan tradisi dari eropa hingga melahirkan beberapa kaum yaitu kaum moor dan pengembara gipsy. Jadi wajar saja musik flamenco sangat identik dengan musik dari timur tengah.

Begitu juga pada bangsa-bangsa dibenua asia (melanesia) khususnya indonesia. Dalam sejarah nasional, kita mengenal islam masuk keindonesia dimulai dari antara abad ke-9 dan 10. Padahal jika lebih diteliti lagi sebenarnya di abad ke-7 islam sudah menyeberang ke indonesia melalui pedangang arab dan pedangang Muslim Kantoli(cina). Dalam hal ini bangsa arab juga berperan penting, Khususnya pada masa-masa kerajaan melayu di indonesia. Mereka menyampaikan risalah islam melalui perdagangan dan juga mengenalkan berbagai disiplin ilmu dan seni seperti halnya dieropa. bangsa Islam berkembang pesat di beberapa kerajaan besar diindonesia, dan dalam rentang waktu yang tidak lama, islam juga telah menyeberang cepat dan membentuk sebuah perdaban yang kuat diibeberapa negara diasia khususnya indonesia.

Dalam masa perkembangan inilah tradisi bangsa timur tengah juga berbaur dengan tradisi bangsa-bangsa yang ada di asia khususnya Ras melayu. jadi juga sangat wajarlah kalau kemiripan rentak musik melayu sangat mirip dengan rentak musik flamenco di spanyol.. karena peradaban kedua benua ini sama-sama dipengarui satu perdaban besar yaitu peradaban islam dari timur tengah.

Sungguh besar pengaruh yang diberikan bangsa islam pada masa kejayaannya pada waktu itu. Jika kita mau jujur terhadap sejarah, mungkin kita akan berpendapat sama dengan beberapa tokoh sejarah dan budayawan seperti Michael H.Hart -1978 , ia menempatkan Nabi Muhammad pada urutan pertama dalam bukunya 100 tokoh manusia yang paling berpengaruh didunia. Dan ia mengatakan, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Jadi, dapatlah kita saksikan, pengaruh yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah Michael H.Hart menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga dia menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Sebagai seorang guru gitar classic di Pekanbaru Musik, menurut pandangan saya, kita dapat menemukan titik temu dalam satu permasalahan dengan mencoba membuka atau menilik pada sejarah, karena sejarah mempunyai dimensi yang luas dan punya banyak ketekaitan dalam hal apapun.

Namun sayangnya, masih sedikit generasi muda yang mau mengenal sejarah bangsa dan budayanya. padahal dengan sedikit saja mempelajari kesejarahan budayanya khususnya seni musik melayu, tanpa kita sadari kita akan sampai pada pengetahuan sejarah besar dalam peradaban umat manusia khususnya seni musik. Dan dengan sendirinya, pula kita dapat memperkaya khazanah musik tanah kelahiran kita sendiri, sehingga kelestarian budaya melayu terus mengakar pada jiwa ? jiwa generasi muda.

Dengan keterbatasan observasi yang saya lakukan selama ini, saya mulai menyusun beberapa teknik mudah memainkan gitar flamenco dengan ciri khas melayu. Walau ini hanya teknik dasar yang sederhana, malah mungkin masih banyak terlihat kekurangannya, tapi itu semua tidak menyurutkan niat saya untuk berkarya. Dan saya optimis, bagi para pemula yang ingin dengan cepat menguasai teknik bermain flamenco, bisa dapat terwujud tanpa harus meninggalkan ranah budayanya. Hal ini bertujuan agar kita dapat menjaga budaya kita sendiri walaupun kita bersinggungan dengan budaya bangsa lain. wasallam

David saputra
Praktisi Gitar Klasik(YMI)
Pekanbaru Musik ? I- homes

comments powered by Disqus