Minggu,20 Oktober 2019 | Al-Ahad 20 Safar 1441

PUSTAKA

Sebuah Legenda Sastra

ISBN:
Penulis:0
Penerbit:Yayasan Sagang
Tahun Terbit:2012
Tebal :185 halaman Halaman
 
SINOPSIS

Sebuah Legenda Sastra (Tinta Terakhir Hasan Junus) diambil sebagai judul dalam kumpulan esai pilihan Riau Pos 2012. Pemilihan judul tentu saja tanpa alasan yang kuat, pemilihan judul terkait dengan sastrawan Riau yang berpulang pada 30 Maret 2012.

Salah satu tulisan Hasan Junus di “Rampai” yang rutin menghampiri pembaca setiap Ahad di Riau Pos, seakan memberikan isyarat akan bertemu dengan sang khaliq. Dalam sebuah rampainya, Hasan Junus menulis tentang “Sajak-sajak Epitaf”, yakni sajak-sajak yang ditulis di batu nisan.

Puisi bertema Efitaf itu seakan menjadi pertanda tentang kematian dan bagaimana manusia memang harus menghadapi kematian dan bagaimana manusia memang harus mengjadapinya.

Dalam buku kumpulan esai ini, Sagang Legenda Hasan Junus sengaja dijadikan sebagai pembahasan utama, untuk mengenang Hasan Junus. Bahkan tiga dari empat buku dalam helat Sagang 2012 didedikasikan untuk Hasan Junus.

 

Koleksi

Kami Laskar Pendayung dari Melebung
Buku ini adalah kumpulan karya jurnalistik Rida Award 2011. Selain Kami Laskar Pendayung dari Melebung oleh Saidul tombang masih ada

Kumpulan Karya Jurnalistik Rida Award 2012
Pembukaan perkebunan yang merajalela satu darsawasa terakhir di Dharmasraya, telah merusak ekosistem hutan, sehingga sangat sulit bagi orang Rimba untuk

Pipa Air Mata
Buku ini merupakan kumpulan cerpen pilihan Riau Pos 2008. Di dalamnya terdapat 15 cerita pendek. Cerita utama yang diangkat adalah

Dari Seberang Perbatasan
Pandangan mata Hamdan yang terus menatap saya menyebabkan tiba-tiba ada rasa gerun menyusuo ke dalam hati. “orang yang khatam

Riwayat Tanah
Ada 19 penyair yang karyanya masuk dalam antalogi ini. Ada beberapa nama yang secara usia maupun proses berkarya sudah dianggap