Sabtu,07 Desember 2019 | As-Sabt 9 Rabiul Akhir 1441

PUSTAKA

Peta dan Arah Sastra

ISBN:
Penulis:0
Penerbit:Yayasan Sagang
Tahun Terbit:Oktober 2011
Tebal :349 Halaman
 
SINOPSIS

BAHASA adalah rumah, tanah air para penyair. Di sinilah dia lahir dan dibesarkan. Di sinilah dia tumbuh dan berkembang. Dari sinilah kemudian dia mengembara untuk memberi makna kehidupannya, sebelum pada akhirnya pulang kembali ke rumah keabadiannya. Bahasa adalah jati diri penyair. Karenanya, penyair yang kehilangan bahasanya, akan kehilangan segalanya. Kehilangan jati diri. “Yang tak berumah takkan menegakkan tiang,” begitu kata salah satu bait puisi penyair Rainer Maria Rielke “Di Batu Penghabisan ke Huesca” yang diterjemahkan Goenawan Mohammad, salah satu penyair besar Indonesia.

Karena itu pula, salah satu tugas pentingseorang penyair adalah memelihara, memperkaya, dan mempertahankan bahasanya. Karena itu adalah perjuangan yang menegakkanjati dirinya. Apalagi, sekarang ini pada kenyataannya, bahasa adalah salah satu benteng terakhir nasionalisme yang masih bisa bertahan ditengah gempuran globalisasi dan kemajuan tekhnologi informasi. Fungsi, peran, dan posisi bahasa yang demikian ini, sejak dahulu sudah dilakukan oleh bahasa Melayu, baik sebagai bahasa ibu, maupun sebagai bahasa yang menjadi teras bahasa nasional Indonesia. Dan tetap kukuh sampai saat ini, sebagaimana kukuhnya jati diri para penyair Melayu.

Koleksi

Sekeping Ubi Goreng
Sepanjang 2012 dari Januari hingga Oktober, cukup banyak penyair yang mengirimkan sajak-sajak mereka ke halaman budaya Riau Pos,

Nyanyian Panjang Balam Ponganjuw
HERMAN MASKAR, lahir di Kuala Terusan, Kabupaten Pelalawan tanggal 21 November 1960. menamatkan pendidikan sekolah dasar di Kuala Terusan, sedangkan

Dari Seberang Perbatasan
Pandangan mata Hamdan yang terus menatap saya menyebabkan tiba-tiba ada rasa gerun menyusuo ke dalam hati. “orang yang khatam

Krisis Sastra Riau
Buku krisis Sastra Riau ini merupakan esai pilihan sagang Riau Pos 2007. Buku ini menceritakan  Problematika Sastra Riau, di dalamnya

Riwayat Tanah
Ada 19 penyair yang karyanya masuk dalam antalogi ini. Ada beberapa nama yang secara usia maupun proses berkarya sudah dianggap