Selasa,20 Agustus 2019 | Ats-tsulatsa' 18 Zulhijjah 1440

PUSTAKA

Dongeng tentang Seorang Nenek di Bulan

ISBN:
Penulis:16
Penerbit:Yayasan Sagang
Tahun Terbit:Oktober 2011
Tebal :130 Halaman
 
SINOPSIS

Buku ini adalah kumpulan cerpen yang berisikan dongeng tentang seorang nenek yang berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkatnya seolah mencari jarum yang hilang di dataran yang sangat luas dan kemudian tergambar di permukaan bulan. Bertahun-tahun, berbulan-bulan, dia melakukan hal yang sama, membungkuk dengan memegang tongkat dari potongan kayu sepanjang sedepan lebih dari tinggi tubuhnya. Tetapi bagaimana mengukur tinggi tubuhnya. Tetapi bagaimana mengukur tingginya kalau selamanya dia terbungkuk sebab punggungnya tidak dapat diluruskan kembali, sudah telanjur terkutuk demikian. Mungkin usianya sudah lebih dari sembilan puluh tahun bahkan ratusan tahun sebab perempuan tua sudah muncul di bulan semenjak aku masih kanak-kanak. Bersama ayah, aku biasa memandang permukaan bulan dan ayah selalu bertanya apa yang aku lihat di situ. Orang-orang pernah mengatakan bahwa di permukaan bulan terletak gambar wajah Bung Karno pada saat situasi memanas saat Bung Karno didongkel, begitu kata mereka. Kata “didongkel” itu demikian popular di masa itu, dan saat bulan purnama para pengagum  Bung Karno beramai-ramai memandang bulan yang menampilkan wajah idola mereka itu, dan mengatakan Bung Karno akan hidup lama sebagai Presiden Seumur Hidup.

Cerpen yang ditulis oleh Sunaryono Basuki Koesnosoebroto ini tidak hanya berisikan Dongeng tentang Seorang Nenek di Bulan.  Namun, ada 19 cerpen lain ssssyang terdapat di dalam buku ini, diantaranya adalah   Apa Salah Wajah Ku, Bingkai-bingkai dalam Pusaran, Buah, Dewi Sungai, Sahabatku Irfan Sulaiman, Jangan Bilang Cinta dan lain-lain.

Koleksi

Kumpulan Karya Jurnalistik Rida Award 2012
Pembukaan perkebunan yang merajalela satu darsawasa terakhir di Dharmasraya, telah merusak ekosistem hutan, sehingga sangat sulit bagi orang Rimba untuk

Sekeping Ubi Goreng
Sepanjang 2012 dari Januari hingga Oktober, cukup banyak penyair yang mengirimkan sajak-sajak mereka ke halaman budaya Riau Pos,

Kami Laskar Pendayung dari Melebung
Buku ini adalah kumpulan karya jurnalistik Rida Award 2011. Selain Kami Laskar Pendayung dari Melebung oleh Saidul tombang masih ada

Sebuah Legenda Sastra
Sebuah Legenda Sastra (Tinta Terakhir Hasan Junus) diambil sebagai judul dalam kumpulan esai pilihan Riau Pos 2012. Pemilihan judul

Ziarah Angin Kumpulan Sajak
Ziarah Angin merupakan kumpulan Sajak Pilihan Riau Pos 2009. Terdapat beberapa sajak,  diantaranya UUD Republik Korupsi, Proklakorupsi, Riauku Risau karya