Minggu,20 Agustus 2017 | Al-Ahad 27 Zulkaedah 1438

Sastra

Sastra Modern » Cerpen
Panah Beracun Setan Minggu, 09 Juli 2017 Aku rindu Ramadan. Aku rindu masjid.Aku takut hanya dapat lapar dan dahaga. Kemantan sedang duduk santai  di beranda rumahnya. Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari. Matanya melompat. Kebiasaa...
Mikail Telah Menyayat Pinggangnya PINGGANG kirinya terus mengucurkan darah. Cairan kental itu menerobos sela-sela jari tangan yang berusaha menekan luka. Sementara pikirannya dipenuhi kecemasan. Cemas kalau para pemburu akan mengend...

Minggu, 04 Juni 2017 Sastra Modern Cerpen
Kisah Pensiunan dan Kursi Tua PERNAH suatu ketika ada seorang kakek yang hidup di atas kursi. Kursi yang bukan semewah singgasana sultan, melainkan hanya kursi kayu biasa yang sereot dirinya. Ketika pertama kali dibeli istrinya, t...

Minggu, 16 April 2017 Sastra Modern Cerpen
Puisi-puisi Cahaya Buah Hati Saat Singgah di Teluk BelitungAir pasang memulai naikOmbak sesekali datangMemiuh tepi Sesaat itu kita bagai anginyang telah saling meninggalkan Hanya penjaring udang di ujung jembatanOrang-orang menun...

Minggu, 05 Maret 2017 Sastra Modern Puisi
Belalang-belalang yang Menyerbu Kuburan Oleh JEMMY PIRAN MENDADAK bibirnya gemetar. Sekujur tubuhnya menjadi kaku dan dirasakan seakan menemukan ajalnya. Ia merasa seperti ada ribuan jarum menusuk tubuhnya, dan beling mengiris tenggorokannya. Setelahnya, ...

Minggu, 05 Maret 2017 Sastra Modern Cerpen
Sibylla Oleh: IDA FITRI AKU hampir meloncat untuk bergabung bersama ikan-ikan di laut sekitar pantai Iboih, tatkala seorang perempuan berambut pirang mengutip botol air mineral yang baru kulempar begitu saja.“Kami di...

Senin, 27 Februari 2017 Sastra Modern Cerpen
Makam-makam yang Digusur Oleh Khairul Umam SEJAK makam-makam itu digusur dengan paksa, kami berterbangan liar. Sesekali hinggap di daun cemara yang masih melambai, sesekali berdiam di pohon nyiur yang buahnya sudah mulai jarang dan sesekali ...

Minggu, 19 Februari 2017 Sastra Modern Cerpen