Minggu,17 Desember 2017 | Al-Ahad 28 Rabiul Awal 1439

Sastra

Sastra Modern » Cerpen
Dah Pulang Jas dari Rantau Senin, 27 November 2017 AKHIRNYA Jas menyadari keputusan yang diambilnya sebulan lalu soal pergi merantau itu salah besar. Apalagi ke kota megah macam Jakarta. Sungguh, entah perihal apa yang berkecamuk di dalam kepalanya sa...
Ujang Dayak Oleh: Afridany Ramli SEMBARI menggali kuburan. Dengan sebuah sekrop di tangannya. Ujang Dayak tak peduli berpeluh, dia terus menggali. Baginya, mengikuti acara pemakaman bagian dari rasa duka cita yang tak terpisahkan."Ha...

Minggu, 27 Agustus 2017 Sastra Modern Cerpen
Panah Beracun Setan MUSA ISMAIL Aku rindu Ramadan. Aku rindu masjid.Aku takut hanya dapat lapar dan dahaga. Kemantan sedang duduk santai  di beranda rumahnya. Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari. Matanya melompat. Kebiasaa...

Minggu, 09 Juli 2017 Sastra Modern Cerpen
Mikail Telah Menyayat Pinggangnya PINGGANG kirinya terus mengucurkan darah. Cairan kental itu menerobos sela-sela jari tangan yang berusaha menekan luka. Sementara pikirannya dipenuhi kecemasan. Cemas kalau para pemburu akan mengend...

Minggu, 04 Juni 2017 Sastra Modern Cerpen
Kisah Pensiunan dan Kursi Tua PERNAH suatu ketika ada seorang kakek yang hidup di atas kursi. Kursi yang bukan semewah singgasana sultan, melainkan hanya kursi kayu biasa yang sereot dirinya. Ketika pertama kali dibeli istrinya, t...

Minggu, 16 April 2017 Sastra Modern Cerpen
Puisi-puisi Cahaya Buah Hati Saat Singgah di Teluk BelitungAir pasang memulai naikOmbak sesekali datangMemiuh tepi Sesaat itu kita bagai anginyang telah saling meninggalkan Hanya penjaring udang di ujung jembatanOrang-orang menun...

Minggu, 05 Maret 2017 Sastra Modern Puisi
Belalang-belalang yang Menyerbu Kuburan Oleh JEMMY PIRAN MENDADAK bibirnya gemetar. Sekujur tubuhnya menjadi kaku dan dirasakan seakan menemukan ajalnya. Ia merasa seperti ada ribuan jarum menusuk tubuhnya, dan beling mengiris tenggorokannya. Setelahnya, ...

Minggu, 05 Maret 2017 Sastra Modern Cerpen