Kamis,18 Januari 2018 | Al-Khomis 1 Jamadil Awal 1439

Artikel

Minggu, 03 Desember 2017 Berhutang Pada Persebatian Melayu Bugis Oleh : Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi 1. Rumpun  melayu yang sekarang berada di rantau Asia Tenggara, terutama yang ada di selatan jazirah Melaka ini, seperti Kepulauan Riau, berhutang p
Rabu, 20 September 2017 Mahmud (bukan) Sang Pembangkang JUDUL esai ini sengaja ditulis dan terinspirasi dari sebuah judul novel laris. Pemberian kata “(bukan)” mengarahkan pada nilai netral dalam menjaga keberpihakan pembaca. Ketika Rida K Liamsi (RDK) membuat judul buku ini “Mahmud Sang Pembangkang”  langsung yang terlintas siapakah Mahmud? Mengapa Mahmud membangkang? ...
Minggu, 27 Agustus 2017 Teater Tutur Aceh: " Adnan PM TOH Penutur Cerita Penuh Nuansa Teaterikal" Lima puluh tahun bersolo karier, (Almarhum) Teungku H. Adnan PM TOH berusaha mencari penggantinya agar kesenian Aceh yang disebut teater tutur ini memiliki penerusnya. Namun sayang sampai dengan Teung...
Minggu, 20 Agustus 2017 Afrizal, Modernitas dan Kecemasan Lisensia puitika menghamparkan “kebebasan” bagi penyair untuk menggunakan bahasa. Konvensi yang telah pakem, suatu ketika bisa dibelokkan demi menemukan ungkpan estetik yang berbeda dari k...
Selasa, 15 Agustus 2017 Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam PERAYAAN Hari Puisi Indonesia (HPI) dari tahun ke tahun kian semarak. Bagai sebuah nada yang didentingkan dari kota ke kota. Saling bersahutan dalam irama yang panjang dan bergema. Meski pun puncak perayaan HPI tersebut sebagaimana tradisi di tahun-tahun sebelumnya bakal digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta bulan Oktober mendatang....
Kamis, 10 Agustus 2017 Di Sebalik Tarian Buwung Kuwayang Eeee …na… bueung te kuwayangSambai nan sambaianPagi te ku sambaiPotang te nan tiboEee…na.. Burung KayanganDipanggil-panggilkan  Pagi  ku panggilSore baru baru sampaiEee....
Minggu, 16 Juli 2017 Parade Ragam Imajinasi IMAJINASI tak selamanya berakhir di rengkuhan ceracau khayali. Buku kumpulan cerpen Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-Pohon? (2016) mendokumentasikan sekian imajinasi liar Eko Triono. Buku itu masuk li...