Sabtu, 11 September 2010 WIB
Harian Riau Pos
Bubu Award V.6
Rida K Limasi

Berita Terbaru

Estetika Tubuh dan Teater Eksperimental
Minggu, 22 Agustus 2010
 
 

EKSPOSISI tubuh manusia sebagai refleksi filosofis dari ruang-ruang pergulatan estetis, terkhusus dalam dunia seni teater, telah mencuat demikian mencolok pada beberapa dekade akhir abad ke-20. Sebagaimana yang terjadi dalam lingkungan visual keseharian kita, di mana tubuh hadir dalam citraan-citraannya yang kompleks baik dalam posisinya sebagai kebutuhan primer maupun dalam kerangka konsepsi filosofis demikianlah pula teater telah “mencincang” tubuh menjadi racikan”daging-daging” estetis yang beragam bentuk dan warna.
 
Fenomena penelanjangan tubuh manusia misalnya, sebagai sebuah ungkapan perlawanan terhadap keyakinan modernisme, terutama pada logika liniernya tentang disiplin tubuh, telah menunjukkan betapa teater modern kita telah begitu mengeksplorasi sosok tubuh, baik dalam konteks tubuh fisik yang menjelajahi tema-tema sosiologis-antropologis, maupun penggalian makna tubuh dalam kerangka filosofis-teologis, dalam hubungannya dengan dunia psikis. Keyakinan terhadap tubuh manusia sebagai proyek dalam mambangun sebuah peristiwa di atas panggung teater, telah melahirkan obsesi untuk memproduksi tubuh dalam metafora-metafora artsitik yang mendobrak batas-batas.

 
Marja dan Manjali: Terbebani Sejarah
Minggu, 22 Agustus 2010
 
 

LUKA politik masa lalu yang berhubungan dengan pemberontakan komunis yang gagal (G 30 S PKI), masih menjadi tema favorit bagi sebagian pengarang Indonesia di masa kini. Bukan hanya oleh mereka yang pernah mengalaminya, tetapi juga oleh generasi terbaru yang tak pernah mengalaminya secara langsung, dan hanya mendapatkan cerita dari buku sejarah maupun dari orang tua mereka.
 
Dengan sudut pandang yang agak berbeda, Ayu Utami menulis Manjali dan Cakrabirawa (MdC, Kepustakaan Populer Gramedia [KPG], Juni, 2010) sebagai lanjutan dari Bilangan Fu (BF, KPG, Juni 2008). Dalam novel setebal 252 halaman tersebut, Ayu menyebutnya sebagai novel “spiritualisme kritis”, yang juga ditulis di sampul belakang Bilangan Fu. Dibanding dua novel yang ditulisnya sebelum kedua novel ini, yakni Saman (KPG, April 1998) dan Larung (KPG, November 2001), MdC dan BF terasa lebih cair, baik dari sisi cerita maupun penceritaannya. Bahkan, jika tidak dijejali dengan banyak data sejarah dan njilmetnya dunia arkeologi, kedua novel tersebut seperti novel populer kebanyakan dengan cerita cinta segitiga ala anak remaja.

 
Riau Bisa Jadi Pusat Ekonomi dan Budaya
Selasa, 10 Agustus 2010
 
 

PEKANBARU (RP)- Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yakin Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2020 nanti mampu mewujudkan Negeri Lancang Kuning sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Ini bisa terwujud asal bekerja keras dan ada komitmen tinggi dari seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi dalam sambutannya yang dibacakan Kapusdatin Komtel Kemendagri, Budi Arianto dalam video conference di Kantor Kemendagri, Senin (9/8) dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang mengikuti rapat paripurna Istimewa di Gedung DPRD Riau, menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Riau ke-53, Senin (9/8).

 
Semenanjung Pentaskan “Keris Menjadi Saksi”
Selasa, 3 Agustus 2010
 
 

PEKANBARU - Pusat Latihan Seni Semenanjung asal Riau segera mementaskan karya perdananya, Ahad (8/8) pukul 19.30 WIB di Gedung Kesenian Miss Tjitjih Cempaka Putih Jakarta Pusat. Pementasan bertajuk, “Keris Menjadi Saksi” itu disutradarai seniman asal Riau yang berdomisili di Jakarta Asrizal Nur. Naskah Temul Amsal tersebut diangkat dari cerita rakyat Pelalawan yang juga berasal dari Pelalawan, Riau.

 
3.000-an Warga Ramaikan Pawai Pembukaan Pacu Jalur
Jumat, 30 Juli 2010
 
 
TELUK KUANTAN (RP)- Dentuman suara meriam, ayunan dayung tangan-tangan kekar si anak pacu, dan gemercik air Batang Kuantan, serta lautan manusia di sepanjang tebing Tepian Narosa, menjadi tanda helat akbar iven nasional Pacu Jalur Kuantan Singingi 2010 telah dimulai.
Pembukaan pacu jalur itu seakan tak mengabaikan apapun yang terjadi pada perekonomian. Harga cabai, kebutuhan bahan pokok lainnya, serta Tarif Dasar Listrik (TDL) boleh saja naik, tapi kemeriahan iven pacu jalur yang baru dibuka Kamis (29/7) dan berlangsung hingga 1 Agustus mendatang tak berkurang kemeriahannya. Bahkan pada saat pawai budaya pembukaannya saja, tak kurang dari 3.000-an orang meramaikannya. Belum termasuk tamu undangan dan para penonton yang memadati lapangan Limuno, tempat iven wisata nasional ini dibuka.
 

Berita Populer

Nasib Guru dalam ”Kerbau-Kerbau” Karya Abel Tasman
Minggu, 18 April 2010
 
 

Lama sudah kita tidak bisa menikmati karya-karya terbaru Abel Tasman. Padahal dahulu ia seorang penulis produktif dan menjuarai beberapa perlombaan penulisan. Bahkan beberapa karya Abel Tasman telah diterbitkan di surat kabar nasional.

 
Berziarah ke Taman Para Penulis
Minggu, 6 Desember 2009
 
 Dari Workshop Arab Melayu dan Filologi Budpar Riau

Pada mulanya, Pulau Penyengat Indra Sakti merupakan mas kawin atau mahar Sultan Mahmud Syah (Raja Riau-Lingga) kepada permaisurinya Engku Putri atau Raja Hamidah sekitar 1801-1802. Di pulau bersejarah yang dikenal dengan taman para penulis/taman para intelektual inilah pula pengarang Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji melahirkan karya-karyanya.

PULAU Penyengat atau Taman Para Penulis ini terletak di sebelah barat Kota Tanjungpinang-Kepulauan Riau (Kepri). Jaraknya, lebih kurang 1,50 Km dari Kota Tanjungpinang atau bisa ditempuh dengan menggunakan jasa pompong selama 20 menit saja. Luasnya hanya berkisar 3,50 Km dengan wilayah berbukit-bukit. Di zaman pemerintah Sultan Mahmud Syah (1761-1812 M), pulau itu dijadikan sebagai mahar untuk meminang Engku Putri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah (1801 M).
 
Pemertahanan Bahasa Melayu Riau
Minggu, 21 Februari 2010
 
 

KEPUNAHAN bahasa akhir-akhir ini semakin mencemaskan banyak pihak. Bahasa yang punah itu umumnya adalah bahasa ibu kaum minoritas. Oleh sebab itu, sejak tahun 1991 UNESCO menetapkan Hari Bahasa Ibu Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Peringatan itu dimaksudkan untuk senantiasa menyadarkan kita akan pentingnya mempertahankan bahasa ibu dan mengupayakan terhindarnya kepunahan yang, jika tidak dicegah, cenderung kian laju prosesnya. Tulisan Andrew Dalby, Language in Danger (2003) menyebutkan bahwa setiap dua minggu dunia kehilangan satu bahasa. Separuh dari 5.000 bahasa di dunia saat ini akan lenyap dalam satu abad ke depan. Dia mengingatkan bahwa kepunahan bahasa berarti hilangnya khazanah ungkapan yang mencerminkan cara pandang penuturnya terhadap dunia. Beralihnya penggunaan bahasa minoritas ke beberapa bahasa dominan dapat mengubah penafsiran terhadap dunia. Keprihatinan itu sudah menjadi perhatian dunia.

 
Riau Rhythm Chambers Bawa Melayu Keluar Angkasa *D
Senin, 13 Juli 2009
 
 
Riau Rhythm Chambers telah menunaikan azam untuk menggelar konser di tanah kelahirannya Kota Bertuah Pekanbaru, Riau. Konser perdananya tersebut cukup menggiurkan dengan tema Starlight of Planet Zapin in Concert. Konser yang mengambil setting luar angkasa tersebut seakan membawa Melayu membumbung ke langit tempat segala ketenangan jiwa tercipta.

?Kota Bertuah negeri Melayu, Elok Melayu memakai adat, Sudah termasyur sejak dahulu, Budaya digelar tuk beradat.? Liriknya saja menegaskan bahwa anak-anak muda yang tergabung dalam grup musik yang lebih populer di luar negeri itu, mencintai tradisi ibunya, yakni budaya Melayu. Apalagi, Riau Rhythm Chambers Indonesia mengusung visi untuk mengkombain musik tradisi dengan dengan musik modern.
 
Fungsi Sosial Karya Sastra
Minggu, 16 Mai 2010
 
 

Realitas sosial yang kita hadapi sering tidak sesuai dengan harapan orang kebanyakan orang.
 
Ketidaksesuaian realitas dengan harapan cenderung menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakpuasan itu mendorong orang untuk melakukan tindakan yang bersifat kontra terhadap realitas, misalnya dengan melakukan demonstasi kepada para pemimpin, penguasa, pejabat, anggota dewan, dan manajemen perusahaan. Bahkan ada teori yang menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa cenderung menyimpang dari ketentuan yang berlaku akibat syahwat kekuasaan sering sulit untuk dikendalikan.

 

Berita Lainnya

Kesempatan Promosikan Budaya Melayu
Minggu, 22 Agustus 2010
 
 

JAKARTA – Momen Hari Ulang Tahun (HUT) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke-35 betul-betul dimanfaatkan Anjungan Riau untuk menyuguhkan kekhasan budaya daerah yang dimilikinya. Provinsi yang dikenal sebutan Lancang Kuning tersebut pada Ahad, (18/4) bertempat di Anjungan Riau TMII, menyuguhkan berbagai kesenian bernuansa Melayu yang menjadi kebangganan masyarakat Riau, seperti tari tradisional, musik, serta berbagai kerajinan tangan yang berasal dari Riau.

 
Hang Kafrawi
Senin, 3 Mai 2010
 
 Sastrawan dan Teaterawan

Hang Kafrawi lahir di Teluk Belitung, Bengkalis, 22 Maret 1974, dari orang tua Jamil Nur dan Azizah. Menamatkan S1 di Fakultas Sastra Unilak Jurusan Sastra Indonesia. S2 di selesaikannya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Penciptaan Teater tahun 2005.

 
Griven H. Putera
Senin, 26 April 2010
 
 

Nama lengkap  : H. Griven Herrie Putera, M.Ag
Nama Pena  : Griven H. Putera
Jenis Kelamin   : Laki-laki
Tempat/tgl lahir : Rantaubaru/ 28 Juli 1976
Agama    : Islam
Negeri Asal (suku) : Rantaubaru (Melayu Riau)
Status    : Sudah Menikah
Pendidikan   :

  • SD Negeri 003 Rantaubaru (1982 - 1988)
  • MTS/MA Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang (1988 - 1995)
  • S1 Fakultas Dakwah IAIN Susqa Pekanbaru (1995 - 2000)
  • S2  Pasca Sarjana IAIN Susqa Pekanbaru (2002 - 2004)

Alamat :   Rumah :Perumahan Astakarya Panam, blok k.21
Kantor: - Kantor Kemenag Kab. Pelalawan, Komplek perkantoran Bhakti  Praja Pangkalan Kerinci
Sekretariat Dewan Kesenian Riau, (gedung Purna MTQ) jalan Sudirman- Pekanbaru

 
Yayasan Sagang
Minggu, 3 Januari 2010
 
 

Yayasan Sagang

 
Bekantan di Tiang Gantungan
Selasa, 29 Desember 2009
 
 

MUNZIR tak beristri lagi. Lelaki tiga puluh lima tahun itu juga bukan duda. Dia adalah lelaki hitam legam, berkumis, dan bertubuh tambun. Lelaki yang nampak paruh baya itu menjadi lajang dalam pengembaraan. Kebiasaanya yang aneh adalah kerap bercerita ini-itu pada anaknya. Dalam sehari Munazir bercerita satu cerita pada anak lelakinya. Kadang bocah gagah itu tertidur di tengah-tengah cerita. Jika demikian cerita akan dilanjutkan keesokan harinya. Cerita bersambung. Tak heran, bocah kecilnya itu kerap mengangguk dan geleng-geleng kepala sendiri mengikuti jalan ceritanya. Cerita yang disodorkan bervariasi : tentang akhlak, strata sosial, moral, kemanusiaan, kepedulian pada sesama, pemerintahan, agama, dan lingkungan. Dalam setiap ceritanya, kapasitas dan komposisinya komplit.

 




  BerandaTokoh Melayu Riau Masih Hidup

2009
Selasa
19
Mei
Seniman Pemangku Negeri : ZUARMAN AHMAD
2007
Kronologis Hidup dan Kesenimanan 
Zuarman Ahmad

1963 : 03 April, lahir di Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai Kabupaten Kampar (sekarang Kabupaten Rokan Hulu), anak keempat dan 9 (sembilan) saudara pernikahan Ahmad Dr dan Hasiah.

1970 : Masuk Sekolah Dasar Negeri I Dalu-dalu

1973 : Mendirikan orkes gambus bersama kawan-kawan, sebagai pemain gambus dan biola, dan menjadi penabuh drum Orkes Rangkaian Sukma bersama musisi yang jauh di alas usianya. Mulai dan kelas I hingga kelas 6 mendapat ranking I (Pertama)

1975 : Tamat Sekolah Dasar Negri I Dalu-dalu

1975/1976 : Masuk Sekolah Menengah Pertama. Mendirikan Band SMP Dalu-dalu bersama kawan-kawan dan dibimbing oleh gurunya (abang paling tua). Menciptakan lagu ?Sekuntum melatiku yang Hilang?, dan ?Yuli?. Bermain musik di acara-acara kenduri nikah-kawin, resepsi negara kecamatan, kampanye, dan acara Iainnya. Mulai dan kelas I hingga kelas III mendapat ranking I (Pertama).

1979 :
Tamat Sekolah Menengah Pertama

1979/1980 :
Masuk Sekolah Menengah Atas Negeri II Pekanbaru. Belajar musik bersama Cris Pangabean. Ikut Vokal Grup bersama kawan-kawan SMA II Pekanbaru. Pindah sekolah ke SMA Pasirpengaraiyan. Mendirikan Band SMA Pasirpengaraiyan. Bermain di acara nikab-kawin, resepsi, dan acara lainnya di Pasirpengarayan. Ikut Lomba Nyanyi tingkat SMA di Bangkinang dan diutus ke Pekanbaru, dan main celempong mengiringi tan Mengolah Nina di Pekanbaru.

1984 :
Karena sibuk bermain musik, baru menamatkan Sekolah Menengah Atas Negeri Pasirpengarayan.

1984-1886 :
Pulang-balik Dalu-dalu-Pekanbaru, bermain musik.

1986 :
Kuliah di Jurusan Musik Sendratasik UJR Pekanbaru. Bersama Pak Abubakar bermain musik Orkes Melayu Asli mengiringi nyanyi dan tan pada acara-acara kenduri, resepsi dan lain-lain.
Belajar Musik Mendu dengan BM Syamsuddin dan tampil bersama dalam teater kolosal Mendu di Gedung Olah Seni, Taman Budaya Pekanbaru. Menjadi gum honor di SMP Islam Pekanbaru ketika duduk di semester II Menjadi guru honor di beberapa sekolag menengah atas di Pekanbaru hingga 8 (delapan) tahun. Masuk ke beberapa sanggar tari sebagai pemusik.
Juara Lomba Baca Puisi Bulan Bahasa FKIP UIR
Menciptakan Mars FKIP UIR
Menciptakan lagu ?Pagi Mengalir Basal?? syair Al Azhar, dan beberapa hagu Balada lainnya.
Bersama Syamsuddin Tambusai membina Rebana SMP Islam membentuk beberapa gruni Rebana dan membinanya di Pekanbaru, dan berkembang hingga sekarang lebih-kurang ratusan grup rebana.
Penyaji Terbaik Karya Cipta ?Lagu Dan Desa? Jurusan Musik UIR

1989 :
Mendirikan Orkes Gambus Al-Fajar RRI Pekanbaru, sebagai pemain biola dan gambus.
Sebagai pemusik Orkes Keroncong Mutiara pimpinan Pak Untung.
Anggota Musisi Musik Keroncong ?Pemihihan Bintang Radio-Televisi Remaja Riau

1990/1991:
Tamat kuliah di Jurusan Musik Sendratasik UIR.
Menjadi anggota beberapa sanggar di Pekanbaru sebagai pemain musik, penata dan komposer musik, antara lain Sanggan Mukaddimah UIR, Sanggar Muhibbin, Sanggar Dang Merdu, Sanggar Laksemana, Sanggan Malay, Sanggar Bubindya, Sanggar Selendang Delima, Sanggar Anggun Cik Sun, Mendirikan Sanggar Puteri Tujuh (Sekolah Menengah Kesenia Indonesia, SMKI), mendirikan Teater Ma?rifat.

1991 :
Mendirikan dan menjadi guru musik dan mater SMKI (Sekolah Menengah Kesenian Indonesia) Pekanbaru.
Menata dan Menciptakan musik Tari di Sanggar Dang Merdu, Laksemana, dli.
Pertama sekali membuat musik tan zapin dengan tempo cepat bersama Suryaminsyah dan SPN Iwan Irawan Permadi, ditampilkan di Perancis, Spanyol dan Kunming (Cina).

1992 :
14 Nopember, p?ngiring musik Baca Puisi H Tabrani Rab dan Noor SM (penyair Malaysia)
Pengiring Musik Melayu dalam Festival Lagu Langgam Melayu Remaja di Pekanbaru yang diselenggarakan oleh Depdikbud Kodya Pekanbaru.
Penataran Pertemuan/Orientasi Seni Budaya Keagamaan Propinsi Riau
Mengikuti event tim kesenian Riau ke luar Riau dan luar negeni (Malaysia)

1993 :
Mendirikan Kelompok Musik Abbandono, mendirikan Kelompok Musik Selasih Dulang. Mendirikan Kelompok Musik Nobat bersama Dandun Wibawa dan membuat musik kolaborasi (dua warna) mendahului Jaduk Ferianto.
Pertama sekali menciptakan musik kontemporer di Riau
Menatal komposer musik tan, Hutan, dil

1994 :
Penata Musik dan Mencipta Lagu untuk Musik Pengiring Tan Persembahan Pergelaran Kesenian Pembukaan dan Penutupan MTQ Nasional ke- 17 Tahun 1994, yang dibuka oleh Presiden Soeharto di Puma MTQ (Bandar Serai sekarang), 17-23 Juli.
Juara Lomba Baca Syair dan Lukisan Puisi FKIP UIR
Workshop Musik Perkusi Tradisional Riau Dewan Kesenian Riau 1994.
Menjadi Pengurus Dewan Kesenian Pekanbaru Komite Musik
Menata dan komposer musik Tari

1995 :
Membentangkan karya cipta musik di Teater Arena, Kompleks Balai Dang Merdu.
Sebagai Penata/komposer dan pemusik dalam L?Amiti? des Peuples par lefolkrore, chants, musique, activit?s culturelles Perancis dan Spanyol, antara lain di kota AIX-LES-BAINS, STRASBOUR4 HAGUENAU, LURE, BOURBONNE, PLOMBIERES-LES-BAINS, BAINS-LES-BAINS, AMNEVILL, CONTREXEVILLE France (Perancis), dan ORENSE, dan kota lain di Espagne (Spanyol).
Pesta Gendang Nusantara di Melaka

1996 :
Pesta Gendang Nusantara di Melaka
Mengikuti Ceramah Sastra Hasan Junus di Taman Budaya Pekanbaru, 5 Juni 1996
Karnival Johor, 17 Ogos-31 Ogos 1996
Penata Musik Parade Tan Daerah di Pekanbaru dan Jakarta
Mencipta musik Country dan musik tari
Mengikuti Pekan Budaya Melayu di Medan
Penelitian Lagu Rakyat Riau

1997 :
Mengikuti Pekan Budaya Melayu Xl di Medan, 30 JuIi-04 Agustus
Juara Lomba Musik Rebana, dan Orgen Tunggal, 17 Agustus
Menjadi Pengurus Dewan Kesenian Riau, Komite Musik
Menjadi Jun Paduan Suara, Band, Lomba Nyanyi Melayu, Rebana
Menjadi Pengurus Dewan Kesenian Riau (DKR) hingga 3 periode sampai sekarang
Merekam Album Melayu Dewan Kesenian Riau, beberapa lagu Melayu Ciptaan
Menata Musik Tari, dll

1998 :
Menyelenggarakan event musik Dewan Kesenian Riau
Merekam Lagu Bernuansa Islami
Mendirikan Orkes Gambus lkhwanusshofa
Mencipta musik Rentak Gendang Seratus, dll
Mengajar Musik di Sekolah Musik Mutiara
Komposer Musik pada event Kenduni Seni di Batam -
Pemakalah Musik Dewan Kesenian Riau

1999 : Mencipta Musik untuk pembacaan puisi, tari

2001 :
Mengikuti event musik
Mendirikan Orkes Gambus Dakwatul Musiqi
Mengarransemen Album Teja (Tanjungpinang)
Mengarransemen dan mencipta lagu Album Kampar Kiri
Mengarransemen dan mencipta lagu Album Komite Musik Dewan Kesenian Riau
Mengarransemen dan mencipta lagu bernuansa Islami Orkes Gambus Ikhwanushhofa.
Menggarransemen dan mencipta lagu bernuansa Islami Orkes Gambus Dakwatul Musiqi
Pemakalah Musik Dewan Kesenian Riau 2002 - Menjadi Dewan Artistik Bandar Serai Orchestra
Mengarransemen lagu Melayu dan mencipta musik untuk orkestra
Mendirikan dan bergabung dalam Musik Country
Mengarransemen dan mencipta lagu Album Musik Islami
Anggota Dewan Juri Band, Rebana Partai Keadilan, Lagu Melayu

2003 : Menjadi Pengarah Artistik dan Kunduktor Bandar Serai Orchestra

2004-2006 :
Menggaransemen musik untuk Bandar Serai Orchestra
Membuat Komposisi Orkestra Oueia@Ratok, Temasik, Symphoy Empat Sungai, Terjemahan ke bentuk Musik dari Cerita-pendek Hasan Junus, dan Terjemahan ke bentuk Musik dan sajak-sajak Idrus Tintin, Asrizal Nur, Ediruslan Pe Amanriza, Rida K Liamsi, dll.
Pengamat Bandar Serai dan Kemantan Awards Kompetisi Tan Tunggal Kontemporer.
Instruktur Bengkel Sastra Musikalisasi Puisi untuk Guru Pembimbing dan Siswa SMA dan MA se-Kota Pekanbaru
Mengikuti Seminar ?Peranan Budaya Melayu Riau dalam Mendukung Pencapaian Visi Riau 2020.
Pengamat Rarak Cipta Musik Dewan Kesenian Riau
Juri Musik dan Instruktur Workshop Siswa SMA se-Riau
12 kali Konser Bandar Serai Orchestra, Konser Kelima ?Juadah Rindu? di Aditorium RTM Johor Bahru Malaysia, hingga mengiringi Ahmad Jaiz di Siak Sri Indrapura, 15 Pebruari 2005.
Dosen Luar Biasa Akademi Kesenian Melayu Riau sejak 2002-2003 hingga sekarang
Menjadi Redaktur Majalah Budaya Sagang sejak tahun 1999 hingga sekarang
Menulis esai musik
Sedang menyiapkan Ensikiopedi Musik Melayu Riau
Desember 2005, Menerima Anugerah Seni Tradisional Kategori Anugerah Prestasi Seni/ Musik dari Gubemur Riau H.M. Rush Zainal

 

Bookmark (Ctrl+D)
     Bagikan


Komentar

Berikan Komentar

Nama:


E-mail:


Judul:


Silahkan tulis komentar anda :


  Connect  2 Users Online
Sagang Online 2009 Redaksi Gedung Riau Pos Jl. HR Soebrantas Km 10,5 Panam Pekanbaru-Riau