|
Bila tak ada aral melintang, Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru, pada tanggal 25-29 Oktober 2011 mendatang bakal menjadi tuan rumah Pertemuan Penyair Korea-ASEAN II (Korea-ASEAN Poets Literature Festival –KAPLF). Diperkirakan 70 penyair dari negara Korea Selatan dan negara-negara ASEAN lainnya termasuk Indonesia bakal berhimpun di Tanah Melayu Riau. Tema kegiatan kali ini adalah Sound of Asia (Suara Asia) yang lebih mengedepankan budaya Melayu sebagai Warisan Dunia.

Kampung dan laut bertemu di satu ujung. Di sini tiada pangkal. Juga pangkal waktu. Ujung dari semua tenggat ialah air dan tebing. Dua keadaan yang menghidang peristiwa “pergi” dan “pulang”. Orang berdendang dan berlenggang ketika menaiki dermaga selepas berjalan di seberang. Di sana ada peristiwa dan persemendaan. Kampung dan laut bukan persinggahan, tapi perhentian yang menyudah.

Apakah “cantik” itu? Kamus monolingual Melayu yang pertama Kitab Pengetahuan Bahasa (1858) mengartikan kata itu sebagai “sesuatu sifat sama-ada pada manusia atau lainnya yang memberi indah kepada mata yang tiada cacat pada pemandangan manusia”. (Raja Ali Haji, Kitab Pengetahuan Bahasa, 1986:325).

Seorang perempuan yang menjadi dirinya sendiri artinya bukan bentukan dari lingkungan tempat dia berada, tak boleh tidak harus seorang pemberani. Contohnya Marguerite Duras. Kalau saja dia tergoda untuk menjadi orang lain karena pengaruh sekitar, kita tak akan pernah mengenal perempuan ini sebagai pengarang.