Selasa,21 Agustus 2018 | Ats-tsulatsa' 9 Zulhijjah 1439


Beranda » Seniman & Budayawan » Hasan Junus

Hasan Junus

Redaksi | Senin, 06 April 2009 10:03 WIB
Hasan Junus
Lahir di Penyengat, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada 12 Januari 1941. Pada pertengahan tahun 1960-an, selepas sekolah tingkat atas di Penyengat, Tanjungpinang, Hasan Junus merantau ke Bandung, Jawa Barat, untuk menuntut ilmu di Jurusan Sejarah dan Antropologi, Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran Bandung ? namun tidak selesai. Keturunan langsung dari pujangga Raja Ali Haji ini juga pernah belajar di Jurusan Bahasa Timur, Institute for Foreign Languages, dan memperdalam bahasa-bahasa Eropa di berbagai balai kursus dan perkumpulan budaya.

 

Sekembali dari perantauan, HJ ? dia biasa disapa begitu ? balik kampung ke Tanjungpinang, dan menjadi guru di SMP, SMA, SMEA, MTs di Tanjungbatu, selain terus menulis. Tahun 1981 ia hijrah dan menetap di Pekanbaru. Di ibukota Provinsi Riau ini selain terus menulis, ia kembali mengajar di SMA dan perguruan tinggi. Tahun 1983?1986 ia mengajar sebagai dosen luar biasa di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau (PSBSI FKIP UIR), setelah itu mengajar Sastra Bandingan dan Bahasan Naskah Melayu di Fakultas Sastra, Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru hingga tahun 1989.

Kronologis Hidup dan Kesenimanan

1941

12 Januari, lahir di pulau Penyengat-sebuah pulau kecil bersejerah Tanjung Pinang.
1960-1960
Masuk Sekolah Rakyat, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di kampung kelahirannya pulau Penyengat dan Tanjung Pinang.
1960
  • Melanjutkan pendidikan di Bandung, mengambil Jurusan Sejarah dan Antropologi pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, serta belajar pula pada Jurusan Bahasa Timur, (Jepang) pada Institut for Foreign Langunges.
  • Pendidikan di Peguruan Tinggi tak satu pun diselesaikan Hasan Junus. Sebelum tahun 1960-an sampai sekarang Hasan Junus aktif menulis esei, artikel, cerita pendek, dan terjemahan dibeberapa harian nasional.
1975
Menjadi guru Sekolah Lanjutan Atas di Tanjung Batu Kundur, Ri?u.
1979
Bersama Iskandar Leo dan Eddy Mauntu menerbitkan karaya ?Jelaga?.
1981
Atas permintaan Ibrahim Sattah, Hasan Junus pun pindah ke Pekanbaru dan meninggalkan pekerjaannya sebagai guru di Kundur. Di Pekanbaru pulalah Hasan Junus menikah dengan Tengku Arfah dan sampai sekarang hidup bahagia tinggal di Pekanbaru.
1982

Salah satu karyanya masuk dalam bagian Anthologi of Asean Literature of Indonesia.
1986
Terakhir sebagai tenaga pengajar luar biasa pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau. beberapa tahun kemudian hingga tahun 1998 mengjar Sastra Bandingan dan Bahasan Naskah Melayu pada Fakultas Sastra Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.
1988
Tulisan Hasan Junus berjudul Raja Ali Haji - Budayawan di Gerbang abad XX diterbitkan oleh UIR Press.
1992
Novelet ?Burung Tiung Sri Gading? diterbitkan oleh Penerbit Pucuk Rebung. Menjadi Penasehat Majalah Sastra Menyimak yang diterbitkan Yayasan membaca sampai 1994.
1993
Duduk sebagai pengurus Komite Sastra Dewan Kesenian Riau periode pertama, Menulis ?Peta Sastra Daerah Riau? dikerjakan bersama Ediruslan Pe Amanriza.
1995
Salah satu cerita pendek Hasan Junus disertakan dalam antologi pemenang dan unggulan Sayembara Kincir Emas Paradoks Kilas Balik. Cerpen ?Pengantin Boneka? diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Jeanette Lingard dan diterbitkan dalam Diverse Lives - Contemporary Stories form Indonesia (Oxford University Press).
1996
  • Karya Mencari Junjungan Buih Karya Sastra di Riau dan Furu?al-Makmur diterbitkan oleh PPBKM Universitas Riau.
  • Karya Furu?al-Makmur (Artefak) diterbitkan oleh PPBKM Universitas Riau.
  • Terpilih sebagai penerima Anugrah Sagang atas bukunya Raja Ali Haji Budayawan di Gerbang abad XX.
1998
  • Bersama Elmustian Rahman dan Al-azhar menerbitkan berkala Sastra Suara. Anggota redaksi dan kemudian menjadi pimpinan redaksi majalah budaya ?Sagang? sampai sekarang.
  • Karya kumpulan cerita pendek Tiada Bermimpi Lagi diterbitkan oleh Unri Press.
  • Kumpulan cerita pendek Sekumtum Mawar Untuk Emily dan Lima Betas cerita Iainnya oleh unri Press.
  • Cakap-Cakap Rampai-Rampai dan pada Masa ini Sukar Dicari.
1999
  • Seniman-Budayawan pilihan Sagang:
  • Karya Buku Dan Saudagar Bodoh dan Fakir Yang Pintar Menuju Sastra yang Mendunia.
  • Sampai sekarang Hasan Junus tetap produktif menulis esei, cerpen, artikel sastra budaya dan tulisan kreatif lainnya, diantaranya sebagai penulis tetap halaman sastra budaya ?Sagang? rubrik
  • Cakap-Cakap Rampai-Rampai dan kemudian diganti dengan halaman ?Budaya? rubrik Rampai.
  • Selain itu Hasan Junus menulis cerita pendek terjemahan.
2001
  • Terbit buku kumpulan cerita sandiwara yang berjudul Tiga Cerita Sandiwara Melayu, diterbitkan oleh Cindai Wangi Publishing House, Batam.

 

comments powered by Disqus