Minggu,23 September 2018 | Al-Ahad 12 Muharram 1440


Beranda » Seniman & Budayawan » G.P. Ade Dharmawi

Seniman Pemangku Negeri : G.P. ADE DHARMAWI

G.P. Ade Dharmawi

Redaksi | Rabu, 20 Mei 2009 12:42 WIB
G.P. Ade Dharmawi

GP. Ade Dharmawi merupakan nama pena dari Drs. Ahmad Darmawi, M.Ag. Gelar yang diberikan keluarganya (neneknya) sebagai timang-timang yaitu: Gusti Prabu Tanglung Jaeng Pananggak Sungai Tabuk Mas Curai Bintang Karaminan Madu-i Rahmah Ahmad Darmawi Rahman Syukur Ridha al-Tsaqafiy. Ahmad Darmawi lahir pada hari Sabtu di Desa Sungai Batang Indragini Hilir, 4 Juni 1966. Beliau adalah anak pertama dan delapan orang bersaudara Bapak bernama Abdul Murad bin Abdul Rahman dan Ibu bernama Arbiyah binti H. Syukur.

Kecendrungan dan perhatiannya dalam bidang teater mulai terbina sejak kecil dengan seringnya ia menonton pertunjukan teater tradisi (Mak Yong, Mendu dan Wayang Bangsawan ? di daerah Kepulauan Riau; karena masa kecil, ia sering ikut kakeknya H. Syukur berlayar ke berbagai pelosok pulau di Kepulauan Riau ? terakhir kakeknya wafat dan berkubur di Pulau Medang Kecamatan Senayang). Di wilayah Indragiri, ia sempat menonton berbagai petunjukan Lamud, Madihin, Wayang Banjar dan Mamanda set-ta Sandiwara). Keterlibatan secara langsung dalam dunia teater, bermula ketika kelas 5 SD (ia dan kawan-kawan kecilnya dilatih oleh guru kesenian untuk bermain Sandiwara dan mementaskannya di sekolah pada perayaan hari-hari besar Nasional dan Hari-hari Besar Islam). Pendalaman pengetahuan, pemahaman dalam bidang teater ini secara serius mulai ditekuninya ketika melanjutkan kuliah ke Pekanbaru pada tahun 1985.

 

Sejak mahasiswa, senantiasa aktif dalam bidang seni budaya. Selama berkuliah itu pula ia secara sungguh-sungguh menata masa depan serta membuat target yang ingin dicapainya dikemudian hari. Sejak tahun 1992 s.d. 2005, menjadi Dosen tetap pada Fakultas Syariah IAIN SUSQA Riau. Pada pertengahan 2005 beliau pindah ke Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA Riau.

Meskipun ia telah berhasil mencapai cita-citanya secara formal, namun hobi dan kegemaran dalam bidang seni budaya tetap berkembang. Bahkan di dalam maupun luar kampus, beliau lebih dikenal sebagai seniman dan budayawan dengan nama populer G.P. Ade Dharmawi, atau lebih akrab dipanggil Ade, daripada sebagai dosen dengan nama resmi Ahmad Darmawi.

Dan berbagai aktivitas dan kreativitas seni yang digeluti menjadi modal dasar baginya dalam membina dan mengembangkan dunia teater. Di antara berbagai bidang seni yang digelutinya, bidang teatenlah yang paling dominan dalam perjalanan aktivitas dan kreativitas seninya.

Kecendrungan kepada dunia teater sebagai media kreativitas utamanya, berawal dan kesukaannya. menonton film serta keinginannya ikut main film sejak kecil. Setelah beliau hijrah ke Pekanbaru, keinginan sejak kecil itu ia realisasikan dengan melibatkan diri dalam berbagai sanggar seni untuk menempa diri menimba pengalaman.

Sejak tahun 1985 sampai sekarang, Ade Dharmawi senantiasa melibatkan diri dalam berbagai pementasan teater, baik sebagai pelakon, penulis naskah, sutradara maupun pengarah. Di samping itu, beliau juga senantiasa melakukan pembinaan dan pengembangan teater melalui berbagai workshop, ceramah, kemah teater dan instalasi teater. Bahkan beliau juga sering diminta sebagai pengamat, juri dalam berbagai festival teater serta telah melakukan penelitian dalam bidang teater.

BersamaTeater Latah Tuah IAIN SUSQA, Ade Darmawi banyak membina anak-anak muda untuk menggeluti dunia teater.

Kemudian ketunakan sekaligus kelasakannya dalam mengangkat marwah dan martabat perteateran di Riau bersama beberapa sanggar, khususnya sanggar Latah Tuah, beliau telah mengantar dunia perteateran Riau hingga ke tingkat nasional. Melalui upayanya membina dan mengembangkan terater pada sejumlah sanggar serta sebagai penelangkai seniman dan sanggar teater di berbagai Kabupaten/ Kota.

Khusus dalam bidang teater, nama beliau dua kali tercatat sabagai salah seorang nominee penerima Anugrah Seni DKR. Tahun 2001, para nominee yang diajukan oleh Tim Panelis dalam bidang teater tersebut adalah: Idrus Tintin (al-marhum), Bustamam Halimi dan G.P. Ade Dharmawi Pada tahun 2003, beliau kembali terpilih sebagai nominee bersama H. Sudarno Mahyudin dan Hang Kafrawi. Sementara pada tahun 2005, Pemerintah Propinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan Kesenian dan Pariwisata telah menetapkan dan memberikan penghargaan kepada GP. Ade Dharmawi sebagai penerima Anugrah Seni Tradisional Riau Kategori Anugrah Prestasi Seni Bidang Teater. Diantara aktivitas dan kreativitas Ade Dharmawi, khusus dalam membina dan mengembangkan bidang seni budaya.
comments powered by Disqus