Senin,23 Oktober 2017 | Al-Itsnain 2 Safar 1439


Beranda » Seniman & Budayawan » Daud Kadir

Daud Kadir

Redaksi | Minggu, 10 Januari 2010 12:26 WIB

KAMIS, 26 Juni 2008, Daud Kadir meninggal dunia. Seniman yang berasal dari  Daik Lingga Kepri merupakan salah-seorang budayawan Melayu Riau, dan di bidang yang lain ia adalah seorang composer musik Melayu Riau dengan lagunya yang terkenal terutama Pulau Bintan dan Segantang Lada. Ia juga seorang pemain biola (violin) Melayu yang handal, dan pada awal karirnya ia juga dikenal sebagai seorang  guru.


Kenangan terakhir dengan beliau, sebelum ia sakit-sakitan; dalam suatu acara di Teater Arena Balai Dang Merdu, tempat Dewan Kesenian Riau yang awal berkantor, suatu hari Daud Kadir membawa biola Antonius Stradivarius kesayangannya pada sebuah acara yang ditaja Komite Musik Dewan Kesenian Riau yakni Pembentangan Karya-karya Pemenang Lomba Cipta Lagu Melayu I (sekarang menjadi Rarak Cipta Musik). Bersama Orkes Melayu yang memainkan karya-karya pemenang itu, Daud Kadir menggesek biolanya bersama almarhum Ali Anar (pemain bebano) dengan membawakan lagu-lagu Melayu Asli seperti Serampang Laut, dan lagu lainnya. Pada akhir acara ditampilkan Joget Lambak dan juga almarhum Ali Anar menyanyi, padahal yang namanya disebut terakhir ini biasanya hanya bermain gendang bebano sebagai salah-satu kepakarannya bermusik, selain tukang buat gendang bebano yang sudah sulit dicari penggantinya sekarang.

Untuk mengenang Daud Kadir sebagai seorang composer musik Melayu Riau, Bandar Serai Orchestra memainkan lagu beliau Pulau Bintan pada acara Orkestra Anak Riau, 25-26 Juli 2008, yang dihadiri oleh Kak Seto dari Jakarta sempena Hari Anak Dunia. Dan, pada nomor Sagang ini dihadirkan full orchestra partitur lagu Pulau Bintan tersebut yang diaransemen oleh Zuarman.

Benarlah kata para pemikir kebenaran, bahwa karyalah yang abadi, biarpun Daud Kadir sudah pergi untuk selama-lamanya, namun karya-karyanya akan tetap hadir, terutama di hati kita yang masih tinggal di “sini”.

Selamat jalan Pak Daud Kadir, sajak dan melodi tidak akan pernah hilang di bumi ini.

comments powered by Disqus