Kamis,23 November 2017 | Al-Khomis 4 Rabiul Awal 1439


Beranda » Seniman & Budayawan » Abel Tasman

Abel Tasman

Redaksi | Minggu, 06 Desember 2009 15:17 WIB
Abel Tasman

ABEL TASMAN lahir di Telukriti, Pasirpengarayan, Rokanhulu, Riau, pada 7 Februari 1959. Ia menamatkan pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Pekanbaru pada tahun 1979. Kemudian diangkat menjadi guru di SD Negeri Tanjunglajau (1979–1987). Pada tahun 1987–1992, ia ditugaskan belajar di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang, Jurusan Administrasi Pendidikan. Setelah tamat, ia kembali bertugas sebagai guru di SD Negeri 002 Sapat, Kualaindragiri, Indragirihilir (1992–1996). Tahun 1997 ia dipindahkan mengajar di SD Negeri 033 Sidomulyo, Tampan, Pekanbaru (hingga sekarang, 2008).

Karya tulisnya berupa cerpen, sajak, dan artikel sosial-budaya telah dipublikasikan di berbagai media massa, antara lain Genta, Riau Pos, Sagang, Bahana Mahasiswa (tabloid kampus Universitas Riau, Pekanbaru), Haluan (Padang), Demi Masa, Mimbar Umum, Taruna Baru (Medan), Sahabat Pena, Salam (Bandung), Ceria, Anita Cemerlang, Swadesi, Media Indonesia, Merdeka, Kiblat, Amanah, Kompas, Majalah Sastra Horison (Jakarta), dan Dewan Bahasa dan Pustaka (Kualalumpur, Malaysia).

Karya tulisnya sering memenangkan sayembara penulisan puisi, cerpen, dan naskah buku bacaan. Tahun 1994, ia memenangi Sayembara Penulisan Puisi dan Cerpen Dewan Kesenian Riau (DKR), pada tahun yang sama ia memenangi Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan Depdikbud untuk tingkat provinsi, tahun 1994/1995 memenangi sayembara yang sama untuk tingkat nasional, dan pemenang II tingkat nasional pada sayembara yang sama untuk tahun 1995/1996.

Karya tulis yang sudah diterbitkan adalah Antologi Puisi dan Cerpen (Dewan Kesenian Riau, Pekanbaru, 1995), Petualangan Si Kemilau (Bharawidyacitra Niagautama, 1995), 120 Jam di Belantara Bukit Barisan, (Adicita Karya Nusa, Jogyakarta, 1995), Anak-Anak Duano (Adicita Karya Nusa, Jogyakarta 1997). Novelnya Raja Kate Dikepung Asap (Adicita Karya Nusa, Jogyakarta, 1998) juga memenangi Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan Fiksi SD Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan Depdikbud tahun 1998/1999. Demikian pula dengan novel anak-anaknya, Oje, memenangi sayembara yang sama pada tahun 2001. Novelnya yang lain Menyelamatkan Kota Sakai (Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru) dan Siti Manggopoh (Yayasan Citra Budaya Indonesia, Jakarta). Bersama Wan Ghalib ia menulis biografi Wan Ghalib untuk Riau: Seutas Biografi (Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru). Puisi-puisinya terhimpun dalam antologi Jazirah Luka dan Sajak-Sajak Lainnya (Unri Press, Pekanbaru). Cerpennya ’’Metropolitan Sakai’’ berhasil terpilih sebagai salah satu kumpulan cerpen terbaik Kompas pada tahun 2000.

Dalam kesibukannya sebagai seorang pendidik, Abel Tasman masih terus menulis, baik puisi, cerpen atau tulisan lepas lainnya. Ia juga masih menyempatkan diri untuk memberi ceramah sastra dalam berbagai pertemuan, baik di Pekanbaru maupun di luar daerah. @

comments powered by Disqus