Kamis,26 April 2018 | Al-Khomis 10 Syaaban 1439


Beranda » Kabar » Panggung Tok Tan dan Penyair Riau Berpuisi di Batam

Panggung Tok Tan dan Penyair Riau Berpuisi di Batam

Laporan FEDLI AZIZ, Batam | Minggu, 11 Maret 2018 11:19 WIB
Para penyair berfoto bersama pada Ziarah Karyawan (ZK) di Pantai Marina, Batam, Kepulauan Riau, Senin (5/3/2018). ZK for Riau Pos

Awal Maret, tepatnya (2-5/3), penyair nusantara yang tergabung dalam Ziarah Karyawan (ZK), menggelar perkemahan seniman di Batam. Pantai Marina dipilih sebagai lokasi perkemahan. Sekitar 80 seniman dari berbagai negara, tidur bersama di tenda besar. Mereka makan serta berbagi karya di panggung yang sama selama tiga malam. Keakraban dan kekeluargaan antara seniman begitu terasa hingga acara berakhir.

Belasan seniman Riau turut memeriahkan kegiatan yang mengusung tema Ziarah Kesenian Pahlawan Nusantara tersebut. Sebagian berangkat atas nama ZK Rohul dan Rohil dan dari Pekanbaru atas nama Panggung Tok Tan dan ZK Pekanbaru yang dipimpin A Aris Abeba. Selain Aris ada Dheni Kurnia, Kunni Masrohanti, Qori Islami, Tien Marni, Syahfitra Harahap dan fotografer Kacamata Gober.

‘’Apapun komunitasnya, siapapun seniman dan penyair yang terlibat, tidak masalah. Hal terpenting dari semua itu adalah berkarya dan menjalin silaturahmi sesama seniman, berbagi tentang perkembangan sastra dan seni di masing-masing daerah. Inilah yang dilakukan ZK dan Yassin Saleh selama ini sebagai pimpinan ZK nusantara sekaligus penggagas ZK,’’ ujar Aris Abeba.

 Aris yang juga pimpinan Panggung Tok Tan, berangkat ke Batam memang membawa nama Panggung Tok Tan selain ZK Pekanbaru tentunya. Hal itu karena pelaksanaan ZK di Pekanbaru beberapa bulan lalu sepenuhnya dilaksanakan dan disukseskan Panggung Tok Tan. Keterlibatan Panggung Tok Tan dalam tubuh ZK justru menjadi contoh dan tempat bertanya bagi ZK di berbagai daerah lainnya. Semua itu juga karena keseriusan Panggung Tok Tan menggelar ZK di Pekanbaru tersebut.

Malam pembukaan perkemahan seniman ditandai dengan peluncuran buku antolologi puisi Perempuan Bajak Laut karya Rahmanidar (penyair Kepri) sekaligus pimpinan ZK Kepri dan Warkah Seorang Srikandi karya Wan Thuwaibah Ghazali (penyair Malaysia). Perkemahan seniman ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Batam dan dihadiri oleh undangan lainnya. Penyair Kepri seperti Tarmizi Rumahitam dan Samson Rambah Pasir turut menggoyang panggung dengan puisi-puisi mereka yang garang.

Diskusi tentang seni seperti sastra, film dan teater, juga berlangsung hangat. Sambil bersantai di tengah lapangan rumput hijau, di bawah pohon dan tidak jauh dari tepi pantai, Yassin Saleh yang juga sutrada film dan Shamsudin Osman sutradara tetare, menjadi pembicara ketika itu. Dialog antara seniman pun berlangsung aktif.

‘’Ziarah Karyawan ini bukan sekadar ajang untuk berbagi karya, berbagi pertunjukan dan seni lainnya, tapi juga sebagai jembatan kasih dan silaturahmi sesama seniman. Di sini ada penyair, ada bintang film, sutaradara film, sutradara teater dan sebagainya. Di sinilah kita berbagi pengalaman tentang kondisi kesenian dan kesusasteraan di masing-masing daerah,’’ ujar Yassin Saleh.

Yassin Saleh datang dengan 16 seniman Malaysia lainnya. Selain itu juga ada dari Singapura, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Medan, Sumatera Barat dan masih banyak lainnya.(muh)

comments powered by Disqus