Kamis,18 Januari 2018 | Al-Khomis 1 Jamadil Awal 1439


Beranda » Kabar » Membaca Raga

Konser Puisi Multimedia

Membaca Raga

| Sabtu, 16 Desember 2017 10:28 WIB
BACA PUISI: Pembacaan puisi oleh Asrizal Nur pada Konser Puisi Multimedia dengan judul ‘‘Membaca Raga’’ bertempat di Anjung Seni Idrus Tintin kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji, Pekanbaru, Jumat malam (15/12/2017).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Konser Puisi Multimedia Asrizal Nur berlangsung, Jumat (15/12) pukul 14.30 WIB dan malamnya pukul 20.00 WIB di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau. Konser yang diberi tajuk “Membaca Raga” ini cukup meyakinkan. Sebentuk kematangan  proses dari seorang aklamator yang menjadikan teks puisi sebagai seni pertunjukan kolaboratif.

Pembacaan teks sastra, sepe­rti puisi yang dikolaborasikan dengan multimedia, film, teater, tari, dan musik menjadikan puisi sebagai seni pertunjukan yang menarik. Paling tidak, upaya Asrizal Nur untuk mengajak masyarakat mengenal dan menyenangi genre seni sastra satu ini terbilang menyegarkan. Teks puisi menjadi lebih menyenangkan untuk dipahami karena langsung tervisualkan di panggung.

 Konser Puisi Multimedia bertajuk “Membaca Raga” ini berangkat dari surah Yasin. Di sini, Asrizal bicara tentang raga dan tabiat manusia. “Intinya, sebagai manusia, kita mesti menjaga raga sebab pada suatu hari nanti, mulut akan terkunci dan ragalah akan bicara. Sebagaimana yang tertulis dalam surah Yasin.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Qs. Yasin : 65)

Asrizal pun membacakan karya-karyanya tentang segala hal yang berkaitkelindan dengan manusia, tentang raga. Teks-teks pendek dengan judul “Musafir”, “Mata”, “Mulut” “Tangan”, “Kaki”, dan banyak lagi, mengilustrasikan pembacaan sang aklamator atas tabiat manusia yang cendrung jatuh pada ketersesatan janji semu duniawi.


 “Ini konser puisi multimedia saya yang ketujuh. Konser serupa ini, awalnya kami mulai di Pekanbaru, lalu berlanjut ke Jakarta, Pontianak, lalu Pekanbaru, Kalimantan Selatan, Purwakarta, Jakarta, dan sekarang kembali ke Pekanbaru,” ungkap Asrizal Nur kepada Riau Pos, usai helat tersebut.

Dijelaskannya, konser puisi multimedia ini terselenggara atas kerja sama Hangkustik Manajemen dan Sanggar Latah Tuah. Selain itu, Asrizal juga memboyong anak Riau di Jakarta, musisi Epi Martison, operator video Arco Transet. Selain itu, terlibat pula dua penari kontemporer, dan penyair Kunni Masrohanti, GP Ade Dharmawi, dan Yayasan Asiah.

 “Konser ini memang berdarah-darah sebab tanpa sponsor sama sekali. Kami hanya mengandalkan penjualan tiket masuk. Paling tidak, upaya yang dilakukan dengan ikhlas membuat konser ini bisa kembali wujud di Kota Pekanbaru, kota kelahiran saya,” ujar Asrizal.(fed)


comments powered by Disqus