Kamis,18 Januari 2018 | Al-Khomis 1 Jamadil Awal 1439


Beranda » Kabar » Disbud Riau Gelar Seminar Kebudayaan Melayu Se-Asia Pasifik

Disbud Riau Gelar Seminar Kebudayaan Melayu Se-Asia Pasifik

| Jum´at, 08 Desember 2017 09:08 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen (kiri) menyerahkan plakat kepada pemateri seminar Dr Mujizah (kanan), kemarin.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menggelar Seminar Kebudayaan Melayu se Asia Pasifik dengn tema "Mengayuh Budaya Melayu menuju Negeri Maju" yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Pekanbaru dimulai 6-7 Desember 2017.

Kegiatan seminar budaya Melayu ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Malaysia, Singapura dan Indonesia yang diikuti seluruh perwakilan kabupaten/kota, dan negara-negara Asia, dari Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand.

Termasuk beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan lainnya. Dalam seminar yang dilasanakan, Kamis (7/12/2017) dihadiri Prof Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra MA MPhil dengan menyampaikan materi tentang
Kebudayaan Melayu dalam Tatanan Asia Pasifit, Dr Mujizah berbicara tentang Tradisi Lisan dalam Kebudayaan Melayu, Dr Junaidi MHum tentang Perguruan Tinggi dalam Kemajuan Kebudayaan Melayu, Dr Bazrul Bun Bahaman tentang Melayu dalam Bingkai Serumpun, Rida K Liamsi tentang Media sebagai Reaktualisasi Nilai-nilai Budaya Melayu dan Taufik Ikram Jamil tentang Tersebut Media: Bercermin pada Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy.

Pada seminar yang dilaksanakan, Rabu (6/12) diisi oleh Dra Triana Wulandari MSi, Prof Datuk Zainal Abidin Borhan, Datuk Seri H Al Azhar, Prof Dr Mukhtar Akhmad MSc dan Dr Elmustian MA. Dirjen Kebudayaan, Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dra Triana Wulandari MSi mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sangat mendukung visi Riau 2020 yang menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu Asia Tenggara.

"Pemerintah pusat sangat mendukung langkah Pemerintah Provinsi Riau yang telah mengeluarkan Perda sejak 2001 lalu. Di mana Riau ingin menjadi Pusat Kebudayaan Melayu Asia Pasifik. Dan pemerintah mendukung dengan keluarnya undang-undang pemajuan budaya yang baru saja dikeluarkan tahun ini,’’ujar Triana Wulandari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen mengatakan, sangat mendukung bahkan sudah meminta kementerian untuk membawa makalah yang mendukung bahwa Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu, dengan harapan kalau mereka menyampaikan makalah tentulah ada konsekuensi bahwa kementerian tahun depan akan mulai memprogramkan kebudayaan Melayu, yang mengarahkan titik programnya ke Riau.(*2/ifr)

Read more: http://riaupos.co/168358-berita-disbud-riau-gelar-seminar-kebudayaan-melayu-seasia-pasifik-.html#ixzz50dCh5Twj

comments powered by Disqus