Minggu,17 Desember 2017 | Al-Ahad 28 Rabiul Awal 1439


Beranda » Kabar » Membawa Puisi ke Balik Jeruji

Membawa Puisi ke Balik Jeruji

Laporan KUNNI MASROHANTI, Pekanbaru | Minggu, 03 Desember 2017 10:37 WIB

(RP) - Penyair perempuan Riau, Kunni Masrohanti, kembali membuat gebrakan. Setelah dua tahun silam ia berpuisi, menyanyi dan membawa rekan-rekan komunitas bidang seni melakukan pembinaan bersama di dalam penjara anak-anak atau LP anak dan perempuan, Rabu (29/11) lalu, ia kembali masuk ke dalam penjara itu. Kunni membacakan puisi-puisinya, menggungah semangat dan membina mental anak-anak di penjara melalui puisi dan kata-kata.

Kunni juga tidak sendiri. Ia bersama dengan teman-teman komunitas yang dipimpinnya, Komunitas Seni Rumah Sunting, vokalis musikalisasi puisi Gendul, Gedoy, dan Yulismar, guru SMPN 8 yang juga menulis, puisi, cerpen serta novel. Kehadiran Kunni di lapas anak-anak dan perempuan berkat kerjasama seminar yang ditaja  tentang pentingnya mental positif bagi anak-anak lapas dalam menyosngsong masa depan yang ditaja lembaga bantuan perlindungan perempuan dan anak Riau (LBP2R).

‘’Dua tahun lalu, saya sudah baca puisi di lapas dengan teman-teman komunitas lain. Tidak hanya puisi, tapi juga ada music dan lagi. Kali ini, saya bersama dengan kak Ros Ketua LBP2R yang menaja kegiatan seminar dan sekalian baca puisi di lapas.  Kenapa harus sastra dan puisi, karena puisi itu salah satu jalan  yang bisa dilakukan dalam pembinaan mental anak-anak di lapas. Membaca puisi, berrati menyampaikan pesan. Mengajak anak-anak dengan cara seni untuk menarik bakat dan minat mereka. Benar, ada yang baca puisi dengan bagus,’’ kata Kunni.

Puisi, kata Kunni, bukanlah sekedar kata-kata tanpa makna. Justru sebaliknya. Puisi akan menjadi apa saja, tergantung tujuan dan puisi yang ditulis atau diciptakan. ‘’Mencoba lebih jauh membawa puisi dalam kehidupan sehingga benar-benar bermanfaat. Puisi bukan lagi sekedar kata-kata yang dinikmati satu dua orang atau dinikmati penulisnya sendiri. Sekali lagi, puisi juga jalan penghalus akal budi melalui pesan-pesan di dalamnya,’’ sambung Kunni usai membaca puisi.

Sekitar 60 anak-anak dalam lapas dan petugas lapas,  mengikuti proses latihan, seminar dan pembinaan yang dilaksanakan pagi hingga siang itu. Bermacam-macam semangat disampaikan dalam berbagai bentuk oleh para nara sumber. Ada yang disampaikan dalam bentuk nasehat, praktek seperti game singkat dan pidato seperti biasa.  Semua isi harapan yang disampaikan itu sama, yakni, bagaimana bisa menjadi anak muda dan generasi penerus yang kreatif dan maju dengan mental yang lebih baik setelah keluar dari dalam penjara.

‘’Alhamdulillah, seminar dan pembacaan puisi sudah selesai dilaksanakan. Semoga bermanfaat bagi anak-anak. Dan semua pihak yang membantu baik secara perorangan atau kelompok termasuk Kunni dan Rumah Suntingnya yang sudah membaca puisi, hanya terimkasih sedalam-dalamnya yang dapat kami sampaikan,’’ ungkap Rosmaini, Ketua LBP2R.

Ade Hartati yang mengaku sering seiring dengan Kunni dalam berbagai kegiatan sosial, mengaku bangga karena bisa bertemu kembali dalam acara pembinaan anak-anak lapas. ‘‘Kegiatan seperti ini sangat positif dan ini wilayah kerja saya. Senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman aktivis di bidang sosial. Ada juga Kunni yang selalu hadir dan hari ini Kunni membuka dan menghibur hati kita dengan puisi-puisinya,’’ ujar Ade.

Ketua Lembaga Pembinaan Khusus (LPKA) Lapas anak dan perempuan, R Sigit Dwi Sario Wibowo, yang juga hadir sebagai pemateri, menyebutkan, kegiatan pembinaan baik seminar mau pun melalui seni, hendaknya bisa dilanjutkan untuk masa-masa mendatang. ‘‘Bu Kunni dan Rumah Sunting sudah pernah melakukan pembinaan memberi semangat kepada anak-anak kami di LP melalui seni dan sastra beberapa waktu lalu. Dia juga menyebutkan akan datang lagi beberapa bulan ke depan dan akan mengajak anak-anak kami melahirkan karya sastra, ini sangat kami sambut baik. Selagi positif, kami senang,’’ kata Sigit.(nto)

 

comments powered by Disqus