Kamis,23 November 2017 | Al-Khomis 4 Rabiul Awal 1439


Beranda » Kabar » Tanjak Bertengger di Kepala Sang Professor

Tanjak Bertengger di Kepala Sang Professor

| Senin, 30 Oktober 2017 11:30 WIB

PEKANBARU, (RP) - Dalam banyak kegiatan atau kunjungan, kenang-kenangan yang kerap diberikan adalah berupa plakat dan sejenisnya. Namun hal yang berbeda terjadi pada The 1st UR International Conference on Educational Sciences, dimana panitia memberikan cenderamata khas budaya Riau yakni tanjak.


Dari empat keynote speakter yang hadir pada seminar tersebut, dua orang diantara adalah Prof Dr Peter Hubber (Deakin  University, Australia) dan Prof Dr Frederick KS Leung (Hong Kong University, Hongkong) mendapat perhatian khusus dari audience karena bukan berdarah Melayu. Kedua professor yang tampil prima ini menyajikan topic menarik di bidang ilmu pendidikan tersebut juga memperoleh cendramata khusus dari panitia.

Setelah selesai menyajikan materi dan melaksanakan dialog, mereka pun berbaris rapi di depan peserta seminar. Panitia memasangkan tanjak kepada para professor. Jadilah kepala para professor dari tanah kanguru dan dari daerah oriental tersebut dihiasi dengan tanjak. Riuh tepuk tangan pun bergemuruh di ruang Mahligai Ballroom Arya Duta Hotel Pekanbaru. Kedua professor itupun menyatakan senang menerima cenderamata unik tersebut. Dua keynote speaker lainnya yakni Assct Prof Dr Nurasmah Othman (Entrepreneurship Education, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia) dihadiahi selendang khas tenunan Riau dan Dr. Mahdum (Universitas Riau) dihadiahi Tanjak.

Seminar secara resmi dibuka oleh Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili oleh Kadis Pendidikan Provinsi Riau Rudyanto di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu (25/10). Tampak hadir Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III yang mewakili unsur Pimpinan Universitas Riau, yang berdampingan duduk dengan Ketua Panitia Dr. Nur Islami. Bertindak sebagai moderator pada sesi plenary Dr. Yenita Roza dan Dr Afrianto.

Ketua Panitia Dr Nur Islami kepada Riau Pos mengatakan bahwa panitia memberikan tanjak dan tenun khas Riau kepada para temu sebagai bentuk kontribusi instituasi kampus di Universitas Riau khususnya FKIP untuk turut mempromosikan hasil karya anak negeri. “Kita ketahui bahwa tanjak merupakan salah satu ciri khas kebudayaan melayu di Riau. Sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Melayu Riau dan bentuk kontribusi dalam mempromosikan Riau, maka kami jadikanlah tanjak sebagai cenderamata kepada keynote speaker seminar ini,’’ungkapnya.

Terkait pelaksanaan seminar, Nur Islami menyampaikan bahwa seminar dilaksanakan bertema Improving Education Quality for Facing Global Competition and Raising the Quality of Life, atas prakarsa Dekan FKIP Prof Dr M Nur Mustafa M Pd yang diarahkan langsung oleh para Wakil Dekan Dr Zulirfan, Jaspar Jas  MPd, Dr  Mahdum.  Seminar dilaksanakan  melibatkan para peneliti dari berbagai universitas  dari 4 Negara. Di samping itu, seminar dilaksanakan juga untuk mendapatkan ide-ide baru dari berbagai penelitian sehingga diperoleh kualitas pendidikan dalam menghadapi persaingan global, dan meningkat hidup, sebagaimana tema seminar ini.

Panita mendapatkan kiriman melalui email sebanyak 175 abstrak dari dosen, guru, peneliti, siswa S2 dan S3. Setelah melalui penilaian konfrehensif, akhirnya sebanyak 128 abstract dinyatakan dapat dipresentasikan  dalam delapan diskusi parallel. “Alhamdulillah rangkaian kegiatan seminar berjalan sukses, dan diskusi berjalan hangat. Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan para unsur pimpinan dari Universitas Riau, kerja keras segenap unsur panitia, serta partisipasi para peserta. Semoga ke depan seminar berskala internasional dapat digelar kembali yang akan berkolaborasi dengan asosiasi pendidikan bertaraf dunia,’’ucapnya.(why)


comments powered by Disqus