Senin,23 Oktober 2017 | Al-Itsnain 2 Safar 1439


Beranda » Kabar » Tangkal Komunisme dengan Nilai Budaya Melayu

Tangkal Komunisme dengan Nilai Budaya Melayu

| Minggu, 08 Oktober 2017 13:51 WIB


PEKANBARU (RP) - Akhir-akhir ini kekhawatiran terhadap bangkitnya komunis kembali menghantui bahkan menjadi perdebatan hangat di media massa hingga dalam keseharian masyarakat. Budaya melalyu merupakan salah satu benteng dalam menangkal bangkitnya komunis di Indonesia.


Demikian disampaikan Budayawan Melayu H Abdul Malik MPd kepada Riau Pos, baru-baru ini ketika berbincang tentang upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengantisipasi bangkitnya paham komunis.

Abdul Malik mengatakan bahwa budaya Melayu berteraskan Islam. Fengan demikian, komunisme tak sejalan dengan budaya Melayu karena komunisme tak memercayai agama apapun. “Jika nilai-nilai budaya Melayu diterapkan secara konsisten dan konsekuen, khususnya oleh orang Melayu, komunisme tak akan diterima di lingkungan bangsa Melayu,’’ungkapnya.

Paham komunis yang pernah ada di Indonesia telah menjadi catatan kelam dalam perjalanan bangsa ini. Untuk itu, perlu komitmen dari seluruh elemen untuk menangkal agar komunis tidak bangkit lagi di seluruh penjuru negeri. Komunisme diyakini dapat merusaki sendi-sendi Agama Islam dan nilai-nilai budaya dan tamadun Melayu. Padahal, nilai-nilai budaya Melayu mengajarkan pentingnya keselarasan perhubungan secara vertikal dengan Allah dan secara horizontal dengan sesama makhluk Allah. “Oleh sebab itu, faham komunisme tak berterima di dalam budaya Melayu,’’tegasnya.

Disebutkannya, hal itu bermakna penguatan nilai-nilai  budaya dan tamadun Melayu dalam diri orang Melayu memungkinkan daya tolak yang lebih besar terhadap faham dan nilai-nilai komunisme. Alhasil, bangsa Melayu akan terselamatkan dari faham salah, yakni faham yang tak meyakini kewujudan Allah dalam menjadikan dan mengatur kehidupan dunia dan akhirat.(why)


comments powered by Disqus