Senin,23 Oktober 2017 | Al-Itsnain 2 Safar 1439


Beranda » Kabar » Persembahan Drama Kolosal pada HUT TNI

Persembahan Drama Kolosal pada HUT TNI

| Minggu, 08 Oktober 2017 12:17 WIB
Ist Atraksi drama kolosal dalam rangka HUT TNI yang ditampilkan oleh siswa SMKN 1 Kuok pada Kamis (5/10) yang lalu.

BANGKINANG KOTA (RP)- Sebuah persembahan istimewa ditampilkan oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kuok dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 72. Para siswa berlatih keras untuk memberikan “hadiah” berupa drama kolosal.

Atraksi drama kolosal ditampilkan pada Kamis (5/10) lalu di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, usai upacara HUT TNI ke -72 tingkat Kabupaten Kampar. Para peserta upacara tampak antusias menyaksikan penampilan dari para siswa tersebut.

Drama kolosal yang ditampilkan mengusung tema "Drama Kolosal Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai". Meski latihan yang mereka laksanakan tergolong singkat, akan tetapi, para siswa tersebut memainkan peran dengan rasa penuh semangat dan tanggungjawab.

Kepala Sekolah SMKN 1 Kuok Nurningsi MPd kepada wartawan mengatakan bahwa penampilan drama kolosal tersebut merupakan bentuk terimakasih dari para pelajar, khususnya SMKN 1 Kuok terhadap bakti TNI. “Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah mempercayakan penampilan ini kepada kami,’’ucapnya.

Drama klosal yang berjumlah 45 orang siswa yang terdiri dari kelas X dan XI seluruh jurusan yang ada. Penampilan ini merupakan salah satu upaya untuk mendemonstrasikan betapa perjuangan para pahlawan sangat besar dalam merebut kemerdekaan RI. “Alhamdulillah, meski latihan dalam waktu yang sangat singkat, akan tetapi anak-anak tampil penuh semangat. Di samping itu dengan drama kolosal ini diharapkan menjadi wadah bagi para siswa untuk mempelajari dan memahami perjuangan Tuanku Tambusai saat melawan penjajah,’’ungkapnya.

Nurningsi juga berharap agar penampilan drama kolosal ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana perjuangan para pahlawan terutama Tuanku Tambusai dalam melawan penjajahan Belanda. Alur cerita dalam drama kolosal tersebut diambil dari berbagai sumber, seperti internet, termasuk para tokoh masyarakat Kampar yang mengetahui tentang kehidupan di masa penjajahan.(why)

comments powered by Disqus