Senin,23 Oktober 2017 | Al-Itsnain 2 Safar 1439


Beranda » Kabar » Tanjak Semakin Digemari Masyarakat

Tanjak Semakin Digemari Masyarakat

| Minggu, 01 Oktober 2017 12:01 WIB

PEKANBARU, (RP)- Akhir-akhir ini semakin banyak warga yang bangga menampilkan foto di media sosial sembari menggunakan tanjak. Tanjak yang dulu hanya digunakan oleh sebagian warga, kini makin populer dan tak hanya digemari oleh warga Melayu saja, tetapi juga warga lain yang sudah mulai mengenal tanjak.

Ketua Komunitas Tanjak Melayu Melayu di Kabupaten Siak Alwindra kepada Riau Pos, Jumat (29/9) mengatakan bahwa semakin populernya tanjak tidak terlepas dari dukungan dari Bupati Siak H Syamsuar dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) siak.

Kini, tanjak sudah semakin trend bahkan diminati oleh kaula muda di Kabupaten Siak. Warga daerah lain yang berkunjung ke Siak pun menjadikan tanjak sebagai salah satu benda yang sengaja dibeli untuk kenang-kenangan. “Alhamdulillah, semenjak berdirinya komunitas tanjak melayu di Kabupaten Siak dan didukung penuh oleh Bupati Siak, maka tanjak menjadi trend kaulamuda di Siak,’’ucapnya.

Alwindra yang akrab disapa Iwin mengatakan bahwa untuk lebih melestarikan salah satu hasil karya anak negeri tersebut, Bupati Siak juga mengintruksikan pemakaian tanjak dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honor  pada setiap hari Kamis dan Jumat. “Sekarang sekolah-sekolah yg ada di Siak juga telah memakai tanjak tanpa diwajibkan oleh dinas terkait. Saya selaku Ketua komunitas tanjak merasa senang karena menghidupkan lagi tanjak yang dulu pernah populer dimasa zamannya,’’ungkapnya.

Iwin mengisahkan bahwa tanjak merupakan sejenis pengikat kepala atau yg digunakan oleh masyarakat melayu. “Semakin diminatinya tanjak ini, maka tentunya menghidupkan kembali aktivitas para pengrajin tanjak melayu di Siak. Kini, pengrajin tanjak di Siak juga memenuhi permintaan pembuatan tanjak di Kabupaten lain,’’tutur Iwin sembari menyebutkan bahwa komunitas tanjak berdiri sejak 12 Februari 2017.

Berdasarkan catatan Riau Pos, salah satu pakaian lelaki di rantau Melayu yaitu penggunaan tanjak di bagian kepala. Pada zaman dahulu, hamper semua kaum lelaki melayu menggunakan tanjak. Namun seiring berjalannya waktu, tanjak hanya sering terlihat pada kegiatan tertentu saja, seperti acara adat kenduri, penabalan dan kegiatan adat lainnya.  Kini semangat untuk melestarikan warisan budaya leluhur itu kembali dibangkitkan, tanjak kembali  dikenal luas oleh masyarakat.(why)

PEKANBARU, (RP)- Akhir-akhir ini semakin banyak warga yang bangga menampilkan foto di media sosial sembari menggunakan tanjak. Tanjak yang dulu hanya digunakan oleh sebagian warga, kini makin populer dan tak hanya digemari oleh warga Melayu saja, tetapi juga warga lain yang sudah mulai mengenal tanjak.

Ketua Komunitas Tanjak Melayu Melayu di Kabupaten Siak Alwindra kepada Riau Pos, Jumat (29/9) mengatakan bahwa semakin populernya tanjak tidak terlepas dari dukungan dari Bupati Siak H Syamsuar dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) siak.


Kini, tanjak sudah semakin trend bahkan diminati oleh kaula muda di Kabupaten Siak. Warga daerah lain yang berkunjung ke Siak pun menjadikan tanjak sebagai salah satu benda yang sengaja dibeli untuk kenang-kenangan. “Alhamdulillah, semenjak berdirinya komunitas tanjak melayu di Kabupaten Siak dan didukung penuh oleh Bupati Siak, maka tanjak menjadi trend kaulamuda di Siak,’’ucapnya.


Alwindra yang akrab disapa Iwin mengatakan bahwa untuk lebih melestarikan salah satu hasil karya anak negeri tersebut, Bupati Siak juga mengintruksikan pemakaian tanjak dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honor  pada setiap hari Kamis dan Jumat. “Sekarang sekolah-sekolah yg ada di Siak juga telah memakai tanjak tanpa diwajibkan oleh dinas terkait. Saya selaku Ketua komunitas tanjak merasa senang karena menghidupkan lagi tanjak yang dulu pernah populer dimasa zamannya,’’ungkapnya.

Iwin mengisahkan bahwa tanjak merupakan sejenis pengikat kepala atau yg digunakan oleh masyarakat melayu. “Semakin diminatinya tanjak ini, maka tentunya menghidupkan kembali aktivitas para pengrajin tanjak melayu di Siak. Kini, pengrajin tanjak di Siak juga memenuhi permintaan pembuatan tanjak di Kabupaten lain,’’tutur Iwin sembari menyebutkan bahwa komunitas tanjak berdiri sejak 12 Februari 2017.


Berdasarkan catatan Riau Pos, salah satu pakaian lelaki di rantau Melayu yaitu penggunaan tanjak di bagian kepala. Pada zaman dahulu, hamper semua kaum lelaki melayu menggunakan tanjak. Namun seiring berjalannya waktu, tanjak hanya sering terlihat pada kegiatan tertentu saja, seperti acara adat kenduri, penabalan dan kegiatan adat lainnya.  Kini semangat untuk melestarikan warisan budaya leluhur itu kembali dibangkitkan, tanjak kembali  dikenal luas oleh masyarakat.(why)


comments powered by Disqus