Senin,23 Oktober 2017 | Al-Itsnain 2 Safar 1439


Beranda » Kabar » Kaderisasi Para Seniman

Kaderisasi Para Seniman

| Minggu, 23 Juli 2017 09:33 WIB
Yoserizal Zen

Dinas Kebudayaan Riau melalui UPT Museum dan Taman Budaya Riau menggelar berbagai workshop seni rupa, tari, dan alat musik tradisional Melayu. Helat yang di langsungkan, 19-23 Juli di Gedung Olah Seni (GOS) Taman Budaya tersebut melibatkan seratusan siswa-siswi dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Tujuannya, memberi ruang kepada generasi muda untuk mengenal kebudayaan melalui seni.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat membuka acara mengatakan, perhelatan seni yang ditaja Dinas Kebudayaan Riau itu sudah tepat dan harus terus dilaksanakan secara intens. Hal ini sesuai dengan visi Riau 2020 yang berkeinginan menjadikan negeri ini sebagai pusat budaya Melayu di bentangan Asia Tenggara. Ia juga menyambut gembira, atas antusias para generasi muda dalam mengikuti pelatihan seni rupa, tari, serta alat musik trasional Melayu tersebut.

“Saya cukup berbangga atas apresiasi dan antusiasme para peserta yang masih muda-muda. Mereka begitu bersemangat dan inilah yang kita harapkan sehingga cita-cita untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu bisa terwujud pada waktunya,” ulas Gubri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen menjelaskan, bahwa mengikuti workshop seni itu bukan saja belajar tehnik melukis, menari, ataupun bermain musik Melayu, melainkan belajar untuk memahami nilai kebudayaan Melayu yang identik dengan Islam. Menanamkan nilai kebudayaan akan membuat para seniman lebih menghargai tradisi, waktu, dan semua yang dianjurkan dalam berbudaya.

“Belajar seni adalah belajar memahami nilai, tradisi, dan artefak (karya) kebudayaan Melayu yang agung dan kaya raya ini. Maka teruslah belajar dan menanamkan disiplin waktu dalam diri kita,” kata Yoserizal.

Sementara itu, Kepala UPT Museum dan Taman Budaya Riau Sri Mekka dalam penyampaian laporannya mengatakan, pelatihan tiga cabang seni ini adalah wadah untuk pembinaan dan pengembangan bakat. Selain itu, untuk mendorong pengembangan kebudayaan Melayu yang dinamis, serta mempersatukan para seniman. Sasarannya, membangkitkan jati diri bangsa.

“Dinas Kebudayaan melalui Taman Budaya Riau akan terus melakukan pembinaan untuk memperbanyak kaderisasi. Tidak melulu mendorong generasi muda menjadi seniman, melainkan memberikan sentuhan seni agar generasi muda lebih berarti,” ungkapnya.

Lebih spesifik Sri Mekka menjelaskan, khusus untuk worshop seni rupa yang diikuti perwakilan dari 12 kabupaten/kota se-Riau, para peserta akan diajak ke situs tertua di Indonesia, Candi Muaratakus, XIII Koto Kampar. Setiap peserta akan dibimbing lima orang instruktur atau perupa seperti Yudi YS, Refnaldi, Furqon LW, dan Aca Amarsyah. Diharapkan, para peserta belajar tentang budaya, serta sejarah dan menghasilkan karya-karya dari peninggalan Sriwijaya tersebut.

“Setiap peserta/orang akan mendengar, merekam, dan mendapatkan informasi tentang sejarah Muaratakus. Setelah itu, barulah mereka didorong untuk menghasilkan lukisan yang menarik dan bernas. Diharapkan pula, mereka mampu menjelaskan secara baik, apa yang mereka hasilkan di atas kanvas, atau kertas kerja mereka,” ulasnya panjang lebar.(fed/why) 

comments powered by Disqus