Minggu,20 Agustus 2017 | Al-Ahad 27 Zulkaedah 1438


Beranda » Kabar » Sultan Mahmud IV, Anggota Organisasi Rahasia

Rida K Liamsi Dedahkan Fakta

Sultan Mahmud IV, Anggota Organisasi Rahasia

| Jum´at, 21 Juli 2017 16:30 WIB
BEDAH BUKU: Rida K Liamsi saat membedah buku Mahmud Sang Pembangkang di Tanjungpinang, Senin (17/7) malam lalu. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Seakan belum usai sejak diluncurkan, buku Mahmud Sang Pembangkang karya Dato’ Sri Lela Budaya tersebut terus menjadi buah bibir masyarakat. Masyarakat takjub terhadap eksistensi sang penulis yang terus tunak dalam karya meski di usia 74 hingga kepada pembicaraan mengenai organisasi yang diikuti oleh Mahmud, Sultan Lingga-Riau ke-IV tersebut.

Dalam bukunya, Dato’ Sri Lela Budaya tersebut menyebutkan bahwa Mahmud-IV merupakan anggota dari Freemasonry yang sangat terkenal di seluruh dunia.
Selain menjadi organisasi super rahasia, juga menjadi satu-satunya organisasi yang paling ketat seleksinya bagi anggota baru. ”Iya, Sultan Mahmud IV adalah anggota Freemasonry, hal itu menjadi catatan plus buat beliau,” kata Rida yang menjawab pertanyaan salah satu peserta tentang keterlibatan Sultan Mahmud dan organisasi rahasia tersebut.

Namun Rida dengan tegas membantah bahwa Freemasonry merupakan produk Yahudi yang memiliki visi dan misi terselubung sebagaimana yang ada dalam segenap prasangka masyarakat. ”Saya banyak pelajari literatur, Freemasonry dalam pergerakannya tidak ada menyinggung agama tetapi lebih kepada mengedepankan persaudaraan dan kebebasan berpikir,” beber Budayawan Kepulauan Riau tersebut.

Namun salah satu anggota DPRD Kepri, Hanafi Ekra meragukan fakta tersebut. Baginya, Yahudi diyakini berperan penting dalam organisasi Freemasonry. ”Saya harus banyak kumpulkan fakta lagi untuk menguatkan keyakinan, apa benar Yahudi tidak terlibat atau justru Freemasonry adalah produknya Yahudi, karena fenomena Freemasonry dan Sultan Mahmud IV juga ditulis oleh Raja Ali Haji dalam buku Thufat Al-Nafs,” beber pentolan partai PKS tersebut.

Untuk diketahui bersama Freemasonry merupakan organisasi yang tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya. Dalam lintas literatur lokal maupun luar negeri menyebutkan bahwa organisasi ini bukan merupakan organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun. Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi. (cr33)

comments powered by Disqus