Senin,23 Oktober 2017 | Al-Itsnain 2 Safar 1439


Beranda » Kabar » Nama-nama Calon Ketua DKR Bermunculan

Nama-nama Calon Ketua DKR Bermunculan

| Minggu, 30 April 2017 09:19 WIB
Suasana rapat panitia Musenda DKR

Masa kepengurusan Dewan Kesenian Riau (DKR) selama lima tahun. Tepatnya 17 Mei mendatang. Sehubungan dengan hal tersebut, DKR segera menggelar Musayawarah Seniman Daerah (Musenda), 12-13 Mei. Berbagai hal akan dibahas dan dilaksanakan pada musenda tersebut. Antara lain, peninjauan kembali  Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT), pembahasan tatib hingga pemilihan ketua DKR baru.

Seiring dengan persiapan yang dilakukan panitia, bermunclulan pula nama-nama calon ketua DKR. Tidak hanya di media sosial seperi di facebook, instagram, grup-grup WhatsApp (WA) dan line, tapi juga berseluncuran dari mulut ke mulut. Perbincangan tentang nama-nama tersebut juga dibicarakan banyak seniman mulai dari kantor DKR sendiri, kedai-kedai koppi hingga forum-forum tertentu. Semakin hari semakin semangat. Semakin meriah.
Cara munculnya nama-nama tersebut juga dengan berbagai macam. Ada yang memang dimunculkan dan dideklarasikan sendiri oleh calon, ada yang disebut-sebut oleh seniman lain dan bahkan masih ada  yang sembunyi-sembunyi, tapi nama tersebut juga mencuat ke permukaan setelah diperbincangkan dari mulut ke mulut.

Hang Kafrawi adalah calon ketua DKR yang telah mendeklarasikan diri untuk bertarung dan bersiap sebagai ketua DKR mendatang. Pengumuman itu disampaikan Kafrawi di Facebook dan media sosial lainnya serta grup WA Majelis Sastra Riau. Begitu juga dengan Syaukani Al Karim dan Grivent. Sedangkan nama-nama yang juga sering disebut-sebut dalam grup WA Majelis Sastera tersebut , salah satunya Kunni Masrohanti. Ada juga Aris Abeba, Yoserizal Zein dan Dandun Wibawa. Kunni mrupakan satu-satunya calon ketua DKR perempuan yang disebut-sebut di berbagai tempat.

Masih ada nama-nama lain yang juga merebak dan mulai mencuat namanya, seperti GP Ade Dharmawi, Fedli Aziz, Willy dan masih banyak lainnya. ‘’Bagus, semakin banyak nama yang muncul, berarti banyak yang berminat mengurus DKR ini. Tapi jangan hanya minat saja, lalau kalau setelah terpilih lupa dengan tujuan awalnya,’’ kata Ketua DKR saat ini, Kazzaini Ks.
Suasana menjelang pemilihan ketua DKR kali ini memang terasa meriah. Dantje S Moeis, seniman perupa Riau yang juga penulis puisi, sering berkomentar, memberi semangat dan menyemangti calon-calon yang mayoritas anak muda. ‘’Niatnya memajukan kesenian Riau melalui DKR. Kita dukung dan harus kita semangati. Apalagi yang muda-muda ini. Biarkan mereka berkembang, berkreasi, berbuat lebih lagi. Kita yang tua harus bijak mencermati ini,’’ ungkap Dantje pula.

Sementara itu, panitia terus bersiap. Untuk mematangkan persiapan musenda, DKR menggelar rapat panitia, Kamis (27/4) di kantor DKR. Rapat dipimpin langsung oleh ketua DKR Kazzaini Ks dan dihadiri oleh ketua panitia terpilih Eriyanto Hadi serta beberapa pengurus lainnya seperti Kasdi Albasyiri, Iwan Dona, Hang Kafrawi, Kunni Masrohanti, Fedli Aziz dan beberapa lainnya. Rapat lebih difokuskan kepada proses pengiriman surat  pemberitahuan kepada dewan kesenian setiap kabupaten/kota dan konsep acara.

Seperti biasa, pemilihan ketua DKR ditentukan oleh suara dari masing-masing daerah. Artiinya, suara pemilih berasal dari masing-masing kabuaten/kota, atau satu kabupaten hanya ada satu suara ditambah satu suara DKR. Hanya ada 13 suara saja nantinya. Suara itupun milik ketua dewan kesenian masing-masing daerah yang masih berlaku masa kepengurusannya atau perwakilan yang disertai dengan surat rekomendasi dari bupati/kepala daerah atau dari sekda masing-masing daerah.

‘’Semua dewan kesenian daerah kita undang resmi yang megikuti musenda, termasuk memilih siapa ketua DKR lima tahun ke depan. Kalau dewan kesenian daerah fakum atau SK nya sudah habis masa berlaku, boleh diwakilkan oleh seseorang dengan  surat rekomendasi dari walikota/kepala daerah atau sekda,’’ ungkap Kazzaini.

Musenda tersebut akan diawali dengan malam keakraban dengan berbagai pementasan kesenian dari seniman Riau, seperti musik, lagu dan pebacaan puisi. Malam keakraban yang sekaligus sebagai pembukaan Musenda direncanakan di gubernuran sekaliguus jamuan makan malam. Keesokan harinya, baru Musenda dilaksanakan sejak pagi hingga sore atau hingga selesai.(rdh)

comments powered by Disqus