Senin,23 Oktober 2017 | Al-Itsnain 2 Safar 1439


Beranda » Anugerah Sagang » Anugerah Sagang XI 2006

Anugerah Sagang XI 2006

Redaksi | Kamis, 21 Mei 2009 12:16 WIB
SENIMAN BUDAYAWAN PILIHAN PILIHAN SAGANG 2006 IWAN IRAWAN PERMADI
SENIMAN BUDAYAWAN PILIHAN PILIHAN SAGANG 2006 : IWAN IRAWAN PERMADI
 
SENIMAN adalah koreografer yang sudah banyak makan asam garam koreografi. Baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Pria yang memimpin Pusat Latihan Tari Laksemana ini sudah mengadakan pementasan beberapa kali di dalam dan luar negeri. Pengalaman rutinnya mengadakan pementasan di luar negeri adalah di beberapa kota di Prancis dan Italia. Karena kesenioran di bidang kesenian pula, akhirnya dia mendapat gelar Seniman Pemangku Negeri (SPN) dari Dewan Kesenian Riau (DKR).
Iwan sudah membuktikan ketunakan dirinya sebagai seniman. Pengaruhnya yang luas menempa&an dia sebagai satu dari sedikit orang koreografer berpengaruh di tanah air. Di tingkat lokal, Iwan juga sudah mengabdikan dirinya sebagai konsultan tari, baik untuk sanggar maupun pertunjukan. Selain itu, Iwan juga. mendedikasikan kemampuannya dalam penguasaan ilmu koreografi dalam bentuk artikel ulasan di berbagai media massa.

Buku Pilihan Sagang Sebatang Ceri di Serambi : Karya Fakhrunnas MA Jabbar

BUKU
kumpulan cerita pendek ini memang mengangkat hal-hal yang biasa terjadi di tengah masyarakat Melayu. Namun gaya penulisan, ruh dan pesan yang ingin disampaikan, menempatkan buku ini menjadi sebuah bacaan sastra yang berbobot, sekaligus menghibur. Tema-tema ini, menurut Fakhrunnas, masih selalu tersedia di lubuk imajinasi para pengarang Melayu.

Cerita-cerita pendek yang terkandung dalam buku Sebatang Ceri di Serambi
Fakhrunnas memang sudah banyak menulis buku. Mantan wartawan ini; tidak hanya piawai di bidang sastra, namun tulisan dalam genre lain pun.rdi; mahir.

Karya Alternatif Pilihan Batik,Riau

SEPERTI daerah lain, sesungguhnya Riau juga punya jenis batik sendiri. Sayang, Batik Riau baru mengemuka dan diterima dengan baik oleh masyarakat pada beberapa tahun terakhir.

Dengan mengandalkan motif-motif yang menarik hati bila dinilai dari estetika, menyebabkan Batik Riau dengan mudah dikenang dan dipandang orang. Maka, dalam beberapa tahun saja, Batik Riau berhasil menjadi tuan di daerahnya sendiri.

Tentu saja salam terima kasih mesti disampaikan kepada orang-orang yang sudah berjasa untuk mengangkat khazanah besar bumi Melayu ini. Terutama kepada Dekranasda Riau, dan juga pencipta motifnya, terutama kepada seniman seni rupa Amrun Salmon.

Institusi/Lembaga Pilihan Sagang Sanggar Teater Latah Tuah

MEMASUKI ulang tahunnya dekade pertama, Sanggar Teater Latah Tuah semakin menunjukkan bahwa mereka patut diperhitungkan. Perjalanan sepuluh tahun telah membuat mereka jadi lebih dewasa. Satu hal lain; dalam perjalanan yang cukup panjang itu, mereka tetap eksis, tidak mengalami pemunduran yang berarti.

Sanggar teater milik Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau ini sudah menghadirkan irama baru di dunia teater Riau. Mereka sudah melakoni beragam penampilan, baik di Riau maupun di luar Riau. Selain itu, kehadiran sang Sultan Teater Riau GP Ade Darmawi yang membina sanggar tersebut, ternyata memberi kontribusi yang sangat berarti.

Anugerah Serantau Pilihan Maman S Mahayana

BEBERAPA tahun terakhir, Melayu selalu menjadi sentra pemikiran dan tulisan Maman S Mahayana. Dosen sastra dan budaya Universitas Indonesia yang asli orang Sunda ini sudah banyak meneliti, memahami, menulis, dan menerangkan kepada khalayak ramai tentang indahnya Melayu. Maman juga seringkali menulis tentang Riau. Bahkan, perhatiannya yang besar terhadap keberadaan Melayu Riau menempatkannya sebagai penulis langganan bagi buku-buku sastra dan budaya yang ditulis penulis Riau. Dengan lidah penanya pula, Maman selalu memberikan kontribusi sekaligus kritikan terhadap beragam even kemelayuan di Riau.

Karya Jurnafistik Budaya Pilihan Culcup Kami Saja yang Buta Huruf
Karya Ade Chandra/Riau Pos


BANYAK wartawan Riau dan luar Riau yang menulis tentang k.ebudayaan dan kesenian. Namun yang benar-benar menukik dalam pada per-solan itu ternyata tidak seberapa. Hal ini pula yang mengantarkan tulisan Cukup Kami Saja yang Buta Huruf karya Ade Chandra dari Riau Pos dipilih sebagai karya jurnalistik budaya pilihan.

Ade Chandra adalah wartavvan Riau Pos yang sudah melalui masa-masa yang panjang sebagai wartawan. Pernah bertugas di Riau Pos dan Batam Pos. Putra Kuantan Singingi ini memang risau melihat perkembangan kebudayaan masyarakat Melayu, terutama masyarakat Dusun Tuo Datai, tempat di mana masyarakat Suku Talangmamak berada.***
comments powered by Disqus