Minggu,20 Agustus 2017 | Al-Ahad 27 Zulkaedah 1438


Beranda » Anugerah Sagang » Anugerah Sagang VIII 2003

Anugerah Sagang VIII 2003

Redaksi | Kamis, 21 Mei 2009 11:49 WIB
SENIMAN PILIHAN SAGANG 2003 : TAUFIK IKRAM JAMIL

SENIMAN PILIHAN SAGANG 2003 : TAUFIK IKRAM JAMIL

TAUFIK Ikram Jamil, lahir di Teluk Belitung, Kabupaten Bengkalis 19 September 1963. Taufik bisa dikatakan seniman dan budayawan yang serba bisa. Mantan wartawan KomjSas ini, selain dikenal sebagai cerpenis, juga penulis naskah drama, penulis esei, artikel, pembina seni budaya Melayu, dan menjadi pembicara soal budaya Melayu ke mana-mana.

Karya Taufik Ikram Jamil, baik dalam cerpen maupun puisi banyak dimuat di berbagai media cetak di Indone?sia dan Malaysia, dan terhimpun dalam beberapa antalogi dan buku tunggal, di antara buku puisinya berjudul "Tersebab Aku Melayu" dan antara karyanya prosanya menjadi pqmenang lomba karya prosa yang diselenggarakan (nstitut Kesenian Jakarta.

Kini selain sebagai Ketua Dewan Kesenian Riau (DKR) Taufik aktif mengelola Yayasan Pusaka Riau yang menebitkan buku-buku tentang seni dan budaya Melayu. Taufik juga turut membina Akademi Seni Budaya Melayu Riau (AKMR), tempat mendidik dan melahirkan kadPr-kader seni yang berpenampilan dan berwawasan Melayu Riau dan global.***

KARYA BUKU PILIHAN SAGANG 2003 Rumah Melayu
RUMAH Melayu, karya Mahyuddin al Mudra. Buku ini dipilih karena isi dan kualitas cetaknya. Buku ini memuat dokumentasi penting tentang rumah Me.layu tradisional serta gurai dan sedikit mengulas tentang berbagai fungsi, nama-nama dari bagian-bagian rumah Melayu tradisional, seperti selasar, perabung, selembayung dan lainnya.

Selanjutnya buku ini juga menunjukkan jalan bagaimana teknis memodifikasi rumah Melayu tradisional menjadi rumah Melayu modern dengaw::; tidak meninggalkan filosofis fungsi dari bagian-bagian dari rumah Melayu tersebut, sehingga bisa menampilkan rumah Melayu modern yang tak kalah sanggam dan eloknya serta dapat bersaing dengan design rumah-rumah, modern kontemporer.

Lalu, yang dianggap menjadi lebih penting dalam buku Rumoh Meloyu ini adalah telah membuka kesadaran hidup dalarn budaya Melayu, yang simbolnya ditampilkan dalam bentuk rumah, di mana tempat orang-orang merigisi hari- hari di dalamnya, dengan segala ornamen yang masing-masing memiliki nilai-?filosofis tersendiri.

Sehubungan dengan itu pula buku ini dianggap telah memberikan pengaruh positif kepada dunia properti dan perumahan, yaitu ketika orang-orang bergerak vakum, membangun rumah-rumah tradisional dengan bentuk tradisional Melayu yang menoton, buku ini telah menunjukkan arah bagi mereka yang ingin mendirikan rumah Melayu tradisional dengan sentuhan modern.***

KARYA ALTERNATIF PILIHAN SAGANG 2003
Senam Zapin Payung Sekaki


SENAM Zapin Payung Sekaki, dikreasikan oleh sanggar tari Bubindya Pekanbaru, asuhan Tengku Rahimah dan Nasir Penyalai dan dilahirkan bersama Pemerintah Kota .Pekanbaru. Pada dasarnya, kehadiran musik zapin ini biasa? biasa saja, karena dilahirkan dari lagu-lagu daur ulang musik Melayu tradisional, seperti Tanjung Katung, Lancang Kuning, dan lagu lainnya.

Namun yang menjadi karya ini lebih penting adalah ketika musik Zapin Melayu tradisional dan gerak tari Melayu tradisional dipadukan dan dibancuh menjadi senam kesegaran jasmani.

Barangkali, kalau hanya sebatas pembancuhan antara musik Melayu dan gerak tari Melayu dijadikan gerakan senam, tidaklah begitu menarik.Yang kemudian menjadi menarik lagi adalah ketika senam Zapin Payung Sekaki ini memberikan pengaruh luas kepada masyarakat Riau. Dengan lahirnya senam Zapin ini orang?orang mulai mengalihkan perhatian, yang awalnya banyak memakai senam poco?poco atau senam kebugaran jasmani lainnya berganti dengan senam Zapin Payung Sekaki.***

INSTITUSI PILIHAN SAGANG 2003 Sanggar Malay

SANGGAR
Malay, di bawah asuhan Said Parman dan kawan-kawan ini dipandang sebagai salah satu sanggar tari pembaharu dari sedikit sanggar serupa ,; di Riau. Sanggar Malay telah melahirkan sejumlah karya tari kreatif (kreasi) yang berangkat dari akal budaya Melayu yang sangat tradisional. Salah satu karya monu?mental dari sanggar Malay adalah Tari Makyong Topeng Awang.

Selain itu, sanggar ini juga termasuk inspirator bagi lahirnya sanggar-sanggar ~-,.baru=yang melahirkan karya-karya tari kontemporer di berbagai daerah Riau. Sebagai sanggar tari yang diperhitungkan, Sanggar Malay telah tampil diberbagai even di luar negeri seperti Prancis, Italia, Kanada dan negara-negara jiran seperti Malay,sia dan Singapura.

Ditengah arusnya budaya global dan pemimpin yang silih berganti-di Sanggar Malay tetap tampil konsisten menjaga jati diri daerah dan ikut menopang Visi Riau 2020, dimana Riau merupakan sebagai pusat budaya Melayu di Asia Tenggara.***

ANUGERAH SERANTAU SAGANG 2003 Tengku Lukman Sinar


TENGKU Lukman Sinar, lahir di kalangan bangsawan Melayu Sumatera Timur. Sebagai salah seorang dari keturunan kerajaan kesultanan Melayu Deli. Tokoh ini sudah lama malang-melintang sebagai seniman budayawan Melayu, di Medan. Sumatera Utara.

Sebagai seorang seniman, Tengku Lukman Sinar banyak melahirkan karya seni berupa tari-tari kreasi Melayu serta mendokumentasikan dan melahirkan buku-buku berisi tentang khasanah budaya Melayu. Sebagi tokoh budayawan Melayu, Tengku Lukman Sinar banyak diundang keberbagai pertemuan, baik di dalam maupun luar negeri untuk mendedahkan berbagai persoalan seni budaya Melayu.

Kemudian sosok Tengku Lukman Sinar menjadi penting karena tampil dengan konsisten, k`uat dan menonjolkan sebagai seniman budayawan Melayu di tengah beragamnya seni dan budayawan lain di Sumatera Utara. la juga merupakan salah satu gawang seumpama pawang penjaga tanah Melayu Deli dari berbagai serbuan budaya lainnya yang terus-menerus datang menggebu-gebu, silih berganti.***

comments powered by Disqus