Senin,19 November 2018 | Al-Itsnain 10 Rabiul Awal 1440

PUSTAKA

Peta dan Arah Sastra

ISBN:
Penulis:0
Penerbit:Yayasan Sagang
Tahun Terbit:Oktober 2011
Tebal :349 Halaman
 
SINOPSIS

BAHASA adalah rumah, tanah air para penyair. Di sinilah dia lahir dan dibesarkan. Di sinilah dia tumbuh dan berkembang. Dari sinilah kemudian dia mengembara untuk memberi makna kehidupannya, sebelum pada akhirnya pulang kembali ke rumah keabadiannya. Bahasa adalah jati diri penyair. Karenanya, penyair yang kehilangan bahasanya, akan kehilangan segalanya. Kehilangan jati diri. “Yang tak berumah takkan menegakkan tiang,” begitu kata salah satu bait puisi penyair Rainer Maria Rielke “Di Batu Penghabisan ke Huesca” yang diterjemahkan Goenawan Mohammad, salah satu penyair besar Indonesia.

Karena itu pula, salah satu tugas pentingseorang penyair adalah memelihara, memperkaya, dan mempertahankan bahasanya. Karena itu adalah perjuangan yang menegakkanjati dirinya. Apalagi, sekarang ini pada kenyataannya, bahasa adalah salah satu benteng terakhir nasionalisme yang masih bisa bertahan ditengah gempuran globalisasi dan kemajuan tekhnologi informasi. Fungsi, peran, dan posisi bahasa yang demikian ini, sejak dahulu sudah dilakukan oleh bahasa Melayu, baik sebagai bahasa ibu, maupun sebagai bahasa yang menjadi teras bahasa nasional Indonesia. Dan tetap kukuh sampai saat ini, sebagaimana kukuhnya jati diri para penyair Melayu.

Koleksi

Sebuah Legenda Sastra
Sebuah Legenda Sastra (Tinta Terakhir Hasan Junus) diambil sebagai judul dalam kumpulan esai pilihan Riau Pos 2012. Pemilihan judul

Kumpulan Karya Jurnalistik Rida Award 2012
Pembukaan perkebunan yang merajalela satu darsawasa terakhir di Dharmasraya, telah merusak ekosistem hutan, sehingga sangat sulit bagi orang Rimba untuk

Perjalanan Spiritual Rida K Liamsi
Kumpulan sajak ini berjudul Perjalanan Kelekatu karya Rida K Liamsi, sastrawan dan budayawan kebanggaan Riau. Judul itu diambil dari dua

Orgasmaya Kumpulan Sajak Hasan Aspahani
Buku ini merupakan kumpulan sajak Hasan Aspahani. Sajak-sajaknya pernah dimuat di Kompas, koran Tempo, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Pikiran Rakyat,

Dari Seberang Perbatasan
Pandangan mata Hamdan yang terus menatap saya menyebabkan tiba-tiba ada rasa gerun menyusuo ke dalam hati. “orang yang khatam