Sabtu,19 Januari 2019 | As-Sabt 12 Jamadil Awal 1440

PUSTAKA

Krisis Sastra Riau

ISBN:979-168-483-9
Penulis:15
Penerbit:
Tahun Terbit:November 2007
Tebal :291 Halaman
 
SINOPSIS

Buku krisis Sastra Riau ini merupakan esai pilihan sagang Riau Pos 2007. Buku ini menceritakan  Problematika Sastra Riau, di dalamnya terdapat lima bagian. Bagian pertama adalah Problematika Sastra, bagian kedua Krisis Kritik Sastra Riau, Bagian ketiga Mencari Celah di Jalan Buntu, bagian keempat Belajar dari Keteladanan, bagian kelima Membaca Karya, Memahami Makna.

Pada bagian pertama diantaranya terdapat Krisis Sastra, Ellyzan Katan (Anarkisme Budaya), Hary B Kori’un (Masih Pentingkah Lembaga Kesenian bagi Pelaku Seni), Arman Rambah (Impian Kemarau), Musa ismail (Mengalami Sastra Riau), Marhalim Zaini (Seniman yang Tebelenggu), M Badri (Antara Mobilisasi Karya dan Mobilisasi Massa).

Bagia kedua terdapat Krisis Sastra, Muhammad Amin (Hantu itu Bernama Kritik), Ellyzan Katan (Tentang Sastra dan Kritikus Sastra di Riau).

Bagian ketiga diantaranya terdapat Krisis Sastra, Fakhrunnas MA Jabbar (Rumah Kebudayaan Berpintu dan Tingkap Terbuka), Joni Lis Effendi (Mencatat Semangat dari Anugrah Sagang), Armand Rambah (Satu Bumi Seribu Bunyi), Wannofri Samry (Memetakan Perempuan Pengarang Sumatera.

Bagian keempat diantaranya terdapat Krisis Sastra Abel Tasman (Detektif Pencubit Urat Gelak), Maman S Mahayana (Ensklopedia Melayu: Tenas Effendy), Elmustian Rahman (BM Syamsuddin: Bahasa, Kampung Halaman yang Gagah, Erotis, Keberanian Melawan Nestapa).

Bagian kelima diantaranya terdapat Krisis Sastra, UU Hamidy (Cinta dalam Perangkap Kekuasaan), Eko Sugiarto (Kasih tak Teralai: Egalitarianisme Seorang Soeman Hs), Bersihar Lubis (Tiada Maaf untuk Masa Silam), Griven H Putera ( Sketsa Pelangi Sastra Riau Terkini).

Koleksi

Dari Seberang Perbatasan
Pandangan mata Hamdan yang terus menatap saya menyebabkan tiba-tiba ada rasa gerun menyusuo ke dalam hati. “orang yang khatam

Sekeping Ubi Goreng
Sepanjang 2012 dari Januari hingga Oktober, cukup banyak penyair yang mengirimkan sajak-sajak mereka ke halaman budaya Riau Pos,

Berbusana Melayu Penuh Makna
Buku ini bercerita tentang bagaimana berbusana melayu penuh makna khususnya bagi remaja yang dikaji berdasarkan penelitian penulisnya. Selain itu buku

Keranda Jenazah Ayah
Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang terpilih oleh yayasan sagang pada tahun 2007. Terdapat 24 ceritak pendek, cerita utamanya  “Keranda

Sastra yang Gundah
Buku ini merupakan kumpulan Esai Riau Pos 2009. Menurut Editor Hary B Kori’un buku ini merekam gelombang pasang dan surut