Rabu, 10 Maret 2010 WIB
Rida K Limasi

  Kolom Budaya Riau Pos Ahad          + Index

2010
Minggu
7
Maret
Bengkel Sastra
Oleh : Marhalim Zaini 

SEJAK lama, banyak orang meyakini bahwa karya sastra mengandung nilai-nilai moral. Ada amanat yang hendak disuguhkan kepada pembaca. Pendapat ini, secara tidak langsung, hendak menempatkan karya sastra dalam posisi yang tinggi.

 

+ Lainnya...

Cinta Sastra = Cinta Buku
Minggu, 28 Februari 2010
 
 Bengkel Sastra

“Buku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku, sejarah menjadi sunyi, sastra bisu, ilmu pengetahuan lumpuh, serta pikiran dan spekulasi mandek.”
(Barbara Tuchman).

 
Tentang Latar Cerita dalam Fiksi
Minggu, 21 Februari 2010
 
 Bengkel Sastra

CHAIRIL Anwar bilang, sastra itu sebuah dunia. Saya tambahkan, sebuah dunia yang penuh dengan kemungkinan. Sebagai sebuah dunia, maka ia memiliki penghuni di dalamnya, yakni para tokoh cerita. Supaya para penghuni tersebut bisa hidup, maka ia memerlukan tempat, sebuah latar di mana ia bisa menjalankan konflik-konflik Jadi, selain unsur tokoh dan plot, unsur latar (setting) menjadi tak kalah penting dalam karya fiksi.

 

2010
Minggu
28
Februari
Oleh : Hasan Junus 

KALAU Anda sampai ke India, sempat melihat Taj Mahal dan mengunjungi makam Akbar, singgah jugalah ke desa Kako di Bihar, karena ada suatu kubur yang sangatlah istimewa di situ. Istimewa?

 

+ Lainnya...

Kuroi-ame yaitu Hujan Hitam
Minggu, 21 Februari 2010
 
 

DENGAN diiringi musik khas Jepang yang menyentak-nyentak penuh kejutan di layar mula-mula muncul huruf Cina ‘’koku’’ yang dibaca oleh orang Jepang dengan empat cara yaitu ‘’kuro’’, ‘’kuroi’’, ‘’kuromu’’, ‘’kurozumu’’ artinya ‘’hitam’’, lalu di bawahnya muncul pula huruf Cina ‘’u’’ yang dibaca oleh orang Jepang sebagai ‘’ame’’ artinya ‘’hujan’’.

 
Rumah Sakit dan Orang Keramat
Minggu, 14 Februari 2010
 
 

MESKIPUN Anda seorang Kaisar Eropa atau bergelar dan berkuasa seperti Tenno Haika di Jepang kalau Anda memasuki rumah sakit wa-ima di bagian gawat darurat maka penguasa yang paling berkuasa di kawasan itu ialah se(atau beberapa)orang dokter. Michel Faucoult suka sekali membicarakan dan menganalisis gambaran suram seperti ini, apalagi kalau karya sastra yang disorot ialah Der Zauberberg (Gunung Sihir) karya novelis Nobelis Thomas Mann.

 

2010
Minggu
7
Maret
Oleh : Yusmar Yusuf 

Batu arang itu, membukit di belakang rumah kita. Dia pemecah waktu dan pemisah gelisah antara gelap dan terang. Dia juga bakal menimbum selaksa hidupan aquatik sepanjang sungai. Dan sungai pun akan berhenti merayap nuju muara.

 

+ Lainnya...

Sungsang Utara
Minggu, 28 Februari 2010
 
 

Pesisir, batik, hujan, asem-asem ialah sejoli pantai utara. Lelaki itu menembus hujan, menghenti langkah dalam kerumunan sekejap. Kemudian bersurai. Garis utara ini tanah landai, tempat hinggap segala mimpi; Cina, Arab, Portugis, Belanda dan segala ide dan cita.

 
Benua Malam
Minggu, 21 Februari 2010
 
 

SEMPAT kita bersua pada sebuah malam, sempat berdendang sepanjang malam. Sempat pula menghidang paramount malam. Saban menuju ke benua Dayak, saya selalu memilih paruh malam. Dalam kelam itulah saya menerobos kepekatan dunia dan benua Dayak Kalimantan.

 

2010
Jumat
22
Januari
Oleh : Bambang Kariyawan Ys 

SESEORANG dianggap sebagai Melayu apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut: seorang Islam, berbicara bahasa Melayu, mempergunakan adat Melayu dan memenuhi syarat menetap tertentu. Jadi istilah Melayu berdasarkan kultural. Salah satu ciri dari orang Melayu ialah memegang konsepsi kesultanan yang menunjukkan bagaimana pentingnya fungsi sultan pada orang Melayu mengenai suatu kebijakan negara dan pemusatan sesuatu terhadap sultan di dalam identitas kultural orang Melayu tua. Sultan adalah simbol personifikasi nilai-nilai masyarakat dan tradisi sejarah (Milner, 1977).

 

+ Lainnya...

Berkenalan dengan Penutur Kayat Rantau Kuantan: Unsur Jati Melayu dalam Tradisi Kayat Rantau Kuantan
Selasa, 19 Januari 2010
 
 Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau

BERKENALAN dengan Pak Jumat 2 Februari 1994, lebih dari 15 tahun yang lalu, berlangsung akrab. Penutur kayat ini cacat penglihatan sejak lahir. Mempunyai tiga saudara, kakak sulungnya meninggal sewaktu masih kecil, sedangkan adiknya seorang guru sekolah dasar. Saya, Ian van der Putten dari Leiden, dan beberapa rekan dosen dari Manado, Malang, dan Padang, bertamu ke rumahnya di kampung Kopah, Rantau Kuantan. Ia menyambut hangat bersama keluarganya. Isterinya menyuguhkan teh hangat. Pak Jumat bercerita tentang kayat.

 
Dari “reproduksi kreatif” ke “representasi kritis”: penemuan kembali kepulauan sastra Melayu
Jumat, 15 Januari 2010
 
 

ABSTRACT (RINGKASAN)

Sastra Melayu memiliki korpus teks yang besar, diwujudkan oleh dua teknologi tulisan (Arab Melayu/Jawi dan Latin/Rumi), dengan rentang masa penciptaan sekitar lima abad (sejak abad ke-16). Namun perkembangan pengkajian yang dilakukan setakat ini belum melahirkan tradisi kritik yang sebanding dengan kewibawaan yang terbayang dari kekayaan korpus teksnya, maupun potensi makna yang dikandungnya.

 

   Seniman dan Budayawan Terbaik Pilihan Sagang


IDRUS TINTIN
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1996

Mendobrak dominasi teater "cis" dan menggantikannya dengan konsep teater modern yang penuh dengan alternatif kreatif.

TENAS EFFENDI
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1997

Tetua masyarakat di Riau yang tunjuk ajarnya selalu di harapkan oleh orang-orang muda di Pekanbaru dan beberapa daerah.

EDIRUSLAN PE AMANRIZA
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1998

Novel-novelnya ditulis sejak tahun 1976 hingga 1980 memenangkan sayembara penulisan roman Indonesia tajaan Dewan Kesenain Jakarta (DKJ).

Hasan Junus
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1999

Karya-karyanya; Jelaga (1979, karya bersama Iskandar Leo dan Eddy Mawuntu), salah satu bagian dalam Antropologi of Asean Literature-Oral Literature of Indonesia (1983).

SULAIMAN SYAFI'IE
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2000

Seniman yang tunak menekuni musik Melayu ini, khawatir dengan perkembang musik Melayu saat ini.Beda dengan lagu-lagu Melayu dulu yang sampai sekarang pun masih disukai.

DANTJE S MOEIS
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2001

Inovasi yang dilakukannya sebagai seniman ialah dengan melaksanakan kegiatan melintas batas kesenian dan menghidupkan kembali bakat lamanya sebagai penulis.

SUDARNO MAHYUDIN
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2002

Karyanya yang agak monumental adalah Skenario Mencari Pencuri Anak Perawan. Sinetron yang diangkat dari roman karya Almarhum Soeman HS tersebut diangkat ke layar kaca pada tahun 1993.

TAUFIK IKRAM JAMIL
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2003

Diantara karya prosanya menjadi pemenang lomba karya prosa yang diselenggarakan IKJ (Institut Kesenian Jakarta).

AL AZHAR
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2004

Pengaruh dia tidak hanya pada upayanya memacu kreativitas, namun juga tekad dan semangatnya membela dan mengakar marwah Melayu dan Riau.

YUSMAR YUSUF
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2005

Dikenal sebagai salah seorang pemikir Kebudayaan Melayu. Budayawan Melayu ini tidak pernah berhenti untuk mencari pemikiran baru demi menemukan kesempurnaan-kesempurnaan dalam kebudayaan itu sendiri.

IWAN IRAWAN PERMADI
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2006

Pengaruhnya yang luas menempatkan dia sebagai satu dari sedikit orang koreografer berpengaruh di tanah air.

UU HAMIDY
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2007

Salah Satu episentrum kebudayaan.Tetak tangannya telah menghasilkan puluhan sarjana bahasa dan sastra yang kini berada pada deretan sastrawan top di Riau, bahkan nasional.

FAKHRUNNAS MA JABBAR
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2008

Kumpulan cerpennya Sebatang Cerita di Serambi (Penerbit Akar Indoneseia, Yogyakarta, 2005) sempat dibahas oleh pengamat sastra Prof. Harry Aveling di FIB Universitas Indonesia, Depok. Buku ini termasuk 10 Nominator., Anugerah Buku Khatulistiwa Literary Award (KLA) tahun 2006.

ZUARMAN AHMAD
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2009

Meraih Anugerah Seni Tradisional Kategori Anugerah Prestasi Seni/ Musik dari Gubemur Riau H.M. Rush Zainal.

  Beranda

MAKIN seringnya tokoh ayah tak pulang atau terlambat pulang karena berjudi muncul dalam cerpen “Kemudian Lahirlah Dia”. Cerpen “Inem”, “Yang Menyewakan Diri”, dan “Sunat” menggambarkan konfrontasi pikiran anak-anak dan orang dewasa atau orangtuanya yang tak saling memahami.

 

+ Lainnya...

Mistik dan Keajaiban Oleh Junaidi
Minggu, 7 Maret 2010
(Pembacaan Novel Lelaki Pembawa Kain Kafan dan Benang Merah Keajaiban)
Oleh : Dr Junaidi 

Novel Lelaki Pembawa Kain Kafan karya Griven H Putra dan Benang Merah Keajaiban karya Gde Agung Lontar sama-sama diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau di penghujung tahun 2009.

 
Korupsi dalam Sajak “Proklakorupsi” dan “UUD Republik Korupsi”
Minggu, 28 Februari 2010
Oleh Yulita Fitriana 

Pengantar
Dewasa ini korupsi tak hanya menjadi bagian dari berita-berita di surat kabar atau televisi. Korupsi sudah ada di sekeliling kita, mulai dari yang kelas berat, yang merampok uang rakyat trilyunan rupiah, sampai korupsi waktu yang kadang tidak kita sadari sebagai bentuk dari korupsi.

 
Pram AT: Dari History ke Ahistory
Minggu, 28 Februari 2010
(Bagian Satu)
Oleh Iwan Gunadi 

Suatu malam. Di sebuah toko buku besar di Jakarta. Lelaki berpostur tinggi besar dan berkulit agak legam itu berdiri di depan etalase yang memajang buku-buku Pramoedya Ananta Toer. Kemeja putih berlengan panjang dan pantalon melekat di tubuhnya. Jas hitam melapisi kemeja. Meski tanpa dasi, penampilannya mengesankannya sebagai seorang eksekutif muda.

 
Pemertahanan Bahasa Melayu Riau
Minggu, 21 Februari 2010
Oleh: Sri Agus Dadardana 

KEPUNAHAN bahasa akhir-akhir ini semakin mencemaskan banyak pihak. Bahasa yang punah itu umumnya adalah bahasa ibu kaum minoritas. Oleh sebab itu, sejak tahun 1991 UNESCO menetapkan Hari Bahasa Ibu Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Peringatan itu dimaksudkan untuk senantiasa menyadarkan kita akan pentingnya mempertahankan bahasa ibu dan mengupayakan terhindarnya kepunahan yang, jika tidak dicegah, cenderung kian laju prosesnya. Tulisan Andrew Dalby, Language in Danger (2003) menyebutkan bahwa setiap dua minggu dunia kehilangan satu bahasa. Separuh dari 5.000 bahasa di dunia saat ini akan lenyap dalam satu abad ke depan. Dia mengingatkan bahwa kepunahan bahasa berarti hilangnya khazanah ungkapan yang mencerminkan cara pandang penuturnya terhadap dunia. Beralihnya penggunaan bahasa minoritas ke beberapa bahasa dominan dapat mengubah penafsiran terhadap dunia. Keprihatinan itu sudah menjadi perhatian dunia.

 
Renungan Kehidupan dalam Tuan Presiden, Keranda, dan Kapal Sabut
Minggu, 14 Februari 2010
Oleh Riki Utomi 

KARYA sastra diciptakan berasal dari masalah yang digeluti oleh pengarangnya. Segala ruang lingkup kehidupan, apapun itu, yang melekat pada diri pengarang tentu menjadi hal yang sangat berharga, karena dengan hal tersebutlah sang pengarang akan menulis dan menggubah menjadi kata-kata yang penuh makna, penuh arti, dan kaya tafsiran tentang kehidupan. Tanpa perenungan dari pengarang karya tersebut tidak akan mencapai tingkat estetika seni yang diharapkan. Maka, karya yang dihasilkan kurang “menggigit.” Tentulah, seorang sastrawan menjauhi hal-hal ini.

Sebuah karya yang diciptakan dari tangan-tangan “lasak” sastrawan (meminjam istilah UU Hamidy) lahirlah karya-karya yang berkualitas, yang mampu merenungi dan mengulas segala sisi masalah kehidupan dengan sekelumit problematika yang menggetarkan. Ada kalanya sastra diposisikan menjadi bahan renungan, atau di lain pihak menjadi pusat perhatian khalayak karena mengusung tema yang bertentangan atau pun menjadikan sebuah pergolakan batin bagi masyarakat luas (pencerahan).

 

Index Berita

  1 User Online
Sagang Online 2009 Redaksi Gedung Riau Pos Jl. HR Soebrantas Km 10,5 Panam Pekanbaru-Riau