|
Upaya menghidupkan peristiwa lagenda pada hari ini, merupakan salah satu cara untuk membongkar nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Cerita fiksi, seperti lagenda, menyediakan ruang kepada manusia hari ini untuk melakukan penafsiran, sehingga cerita lagenda itu tidak terkubur begitu saja. Bagaimanapun juga, lagenda diciptakan oleh manusia masa lalu untuk ‘memancang’ tokoh-tokoh yang dapat jadi panutan.
+ Lainnya...
Pentas teater "Hikayat Puyu-puyu" oleh Sanggar Teater Mara pada 27-28 April 2012 di Anjung Seni Idrus Tintin merupakan sebuah pentas teater yang kisahnya terinspirasi dari cerita rakyat Bengkalis yang berjudul "Syair Ikan Terubuk". Dikisahkan dalam syair yang begitu dekat dengan masyarakat Bengkalis itu, Putri Puyu-puyu menolak keinginan Ikan Terubuk untuk mendapatkan cintanya dengan alasan mereka hidup di dua alam yang berbeda. Terubuk hidup di air asin sedang Putri Puyu-puyu hidup di air tawar. Penolakan itu mengakibatkan Terubuk murka dan akhirnya membuat keputusan menyerang Putri Puyu-puyu.
Tajak Kalam
Selepas berlalunya Kerajaan Bintan dengan Raja Wan Sri Benai, beratus tahun lamanya, berdirilah Kerajaan Johor. Semakin ke hadapan, ianya dibukalah Ulu Sungai Carang, Pulau Bintan oleh Sultan Johor, Raja Ibrahim dengan gelar Sultan Ibrahim Syah I, yang dibantu Temenggung Tun Abdul Jamil, sebagai tapak baru, sekira dalam tahun 1673. Sampailah pada generasi berikutnya dan berikutnya lagi, Tengku Sulaiman dilantik menjadi Yang Dipertuan Besar Kerajaan Riau-Johor-Pahang pada 4 Oktober 1722 dengan gelar Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Di samping Sultan ada pembesar yang baru diadakan dalam jabatan Kerajaan Melayu ini, yakni Yang (m) Dipertuan Muda atau Raja, sebagai yang pertama adalah Daeng Marewah
|

DI nisan penyair Chairil Anwar tertulis salah-satu sajaknya "Derai-Derai Cemara" entah "Yang Terempas dan Yang Putus". Dikatakan entah karena bagi saya kedua sajak itu kembar sehingga sukar memilahnya.
Tulisan di nisan dalam bahasa dan huruf Melayu yang tertua di Indonesia terdapat di Minje Tujoh (Aceh) setelah Batu Tersilah di Terengganu pada abad ke-14 (tepatnya pada Tahun Masehi 1300) yang isinya terbaca sebagai:
+ Lainnya...
Kesenangan pada teks sebenarnya seperti kesenangan pada seks. Keduanya sama-sama merupakan kenikmatan yang dapat membangkitkan gairah hidup. Kalau seks dimainkan secara alami pada muaranya akan mencapai orgasmus badani; kalau teks dihadapi dengan cara memainkannya secara sungguh-sungguh ia akan membawa orang sampai pada orgasmus intelektual. Baik seks maupun teks pada hakikatnya sama-sama merupakan penghidangan. Ada dua macam kesenangan atau kenikmatan biasa yang disebut ‘plaisir’ dan yang kedua kenikmatan puncak yang dinamakan ‘jouissance’.

Penuh warna warni di panggung Patani. Dalam tradisi suluk, warna-warna mempunyai makna sebagai lambang yang berbeda dengan yang biasa diartikan dalam tradisi Melayu: hitam menyatakan kehadiran malaikat maut, kuning menyatakan datangnya makhluk-makhluk halus seperti setan dan jin, hijau menyatakan kehadiran Nabi Ibrahim, hijau-terang menyatakan datangnya Nabi Musa dan Idris, merah menyatakan kehadiran Jibril, dan kelabu menyatakan datangnya Nabi Isa.
SETIDAKNYA begitulah yang dikatakan oleh Raymond Laroy Archer dalam tulisannya "Muhammadan Mysticism in Sumatera" yang dimuat dalam Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society, September 1937.
|

Nelayan, bak sebuah cerita panjang dan sekumpulan pemandangan. Dia pergi, mencari dan pulang. Pulang menjejerkan kemiskinan dari abad ke abad. Tak ada cerita ceria mengenai orang dan upaya menemukan ikan. Hemingway, bersendiri di atas perahu dan membangun cerita menusuk ke lorong waktu nan jauh memucuk, sebelum ikan menggoda ujung jemari. Kajian antropologi, seakan menderetkan pemandangan rumah atap daun, bubungan dan perabung rumah asimetris, berpelantar jengki, selaksa ikan jemuran yang kaku di atas lapak pelantar yang diuapi air asin. Studi sosiologi, menghidang bau amis dan pesing sepanjang pelantar, kanak-kanak yang tak bersental gigi, tak berkasut, memanjat pagar sekolah yang rebah. Dokumentasi Discovery, melempar citra grafis dan tubuh berbalut tulang menonjol sekitar bahu, panggul, dan ketiak.
+ Lainnya...

Kota, tiba di tangan bangsa yang muda, harus menjalani periode kelam. Orang muda itu bawaannya pesolek, keluar masuk salon dan membuang sesuatu yang dianggap usang, tua dan bangka. Demikianlah bangsa ini, berperilaku layaknya belia yang tengah bergolak dan gelinjang darah nan melonjak. Ikutannya… segala rumpun berbau masa lalu, ditebas dan hilang dari benua mata.

Lelaki itu datang dengan langkah panjang. Bermula dari setangkai cerita: Dia memikul masa lalu yang tinggi, memucuk dan wangi. Di sebuah kota yang baru dikuak embun, berkat perceritaannya, segala nun jauh menjadi dekat. Segala sesuatu (die Dingen) bersalin menjadi "hal-ihwal" (der Sachen). Dia menghadirkan segala khazanah melalui penceritaan yang lemak; dan rangkai-berangkai, lalu cerita itu menjadi jahitan-jahitan baru, sehingga menghadirkan cerita-cerita yang tak terduga. Kepiawaian bercerita, imbang dacing dengan kepetahan menulis. Kepiawaian bercerita ini lalu menjelma jadi dinamit baru, untuk sebuah ledakan mengenai kesadaran alias conscience. Ledakan kesadaraan ini, membentuk jamaah pemikiran pada sejumlah orang yang resah dan bergairah di pusat-pusat kebudayaan dan universitas.
Seniman dan Budayawan Terbaik Pilihan Sagang
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |

IDRUS TINTIN
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1996
Mendobrak dominasi teater "cis" dan menggantikannya dengan konsep teater modern yang penuh dengan alternatif kreatif.

TENAS EFFENDI
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1997
Tetua masyarakat di Riau yang tunjuk ajarnya selalu di harapkan oleh orang-orang muda di Pekanbaru dan beberapa daerah.

EDIRUSLAN PE AMANRIZA
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1998
Novel-novelnya ditulis sejak tahun 1976 hingga 1980 memenangkan sayembara penulisan roman Indonesia tajaan Dewan Kesenain Jakarta (DKJ).

Hasan Junus
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1999
Karya-karyanya; Jelaga (1979, karya bersama Iskandar Leo dan Eddy Mawuntu), salah satu bagian dalam Antropologi of Asean Literature-Oral Literature of Indonesia (1983).

SULAIMAN SYAFI'IE
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2000
Seniman yang tunak menekuni musik Melayu ini, khawatir dengan perkembang musik Melayu saat ini.Beda dengan lagu-lagu Melayu dulu yang sampai sekarang pun masih disukai.

DANTJE S MOEIS
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2001
Inovasi yang dilakukannya sebagai seniman ialah dengan melaksanakan kegiatan melintas batas kesenian dan menghidupkan kembali bakat lamanya sebagai penulis.

SUDARNO MAHYUDIN
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2002
Karyanya yang agak monumental adalah Skenario Mencari Pencuri Anak Perawan. Sinetron yang diangkat dari roman karya Almarhum Soeman HS tersebut diangkat ke layar kaca pada tahun 1993.

TAUFIK IKRAM JAMIL
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2003
Diantara karya prosanya menjadi pemenang lomba karya prosa yang diselenggarakan IKJ (Institut Kesenian Jakarta).

AL AZHAR
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2004
Pengaruh dia tidak hanya pada upayanya memacu kreativitas, namun juga tekad dan semangatnya membela dan mengakar marwah Melayu dan Riau.

YUSMAR YUSUF
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2005
Dikenal sebagai salah seorang pemikir Kebudayaan Melayu. Budayawan Melayu ini tidak pernah berhenti untuk mencari pemikiran baru demi menemukan kesempurnaan-kesempurnaan dalam kebudayaan itu sendiri.

IWAN IRAWAN PERMADI
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2006
Pengaruhnya yang luas menempatkan dia sebagai satu dari sedikit orang koreografer berpengaruh di tanah air.

UU HAMIDY
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2007
Salah Satu episentrum kebudayaan.Tetak tangannya telah menghasilkan puluhan sarjana bahasa dan sastra yang kini berada pada deretan sastrawan top di Riau, bahkan nasional.

FAKHRUNNAS MA JABBAR
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2008
Kumpulan cerpennya Sebatang Cerita di Serambi (Penerbit Akar Indoneseia, Yogyakarta, 2005) sempat dibahas oleh pengamat sastra Prof. Harry Aveling di FIB Universitas Indonesia, Depok. Buku ini termasuk 10 Nominator., Anugerah Buku Khatulistiwa Literary Award (KLA) tahun 2006.

ZUARMAN AHMAD
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2009
Meraih Anugerah Seni Tradisional Kategori Anugerah Prestasi Seni/ Musik dari Gubemur Riau H.M. Rush Zainal.

Eddy Ahmad RM
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2010
Dalam menempuh gelombang kehidupan seorang seniman,
Eddy tidak tahu kapan memulainya.
Dianya mengalir begitu saja seperti air.
Beranda
|

Syeikh Hamzah Fansuri ialah seorang ulama dan pujangga besar Melayu. Beliaulah penyair Melayu pertama yang menggubah syair-syair bersifat agama. Hamzah Fansuri dipercayai dilahirkan pada akhir abad ke-16 di Barus atau Panchor, Sumatera Utara. Pada tahun 1726, Francois Valentijn dalam bukunya Oud en Nieuw Oost-Indie (Hindia Timur Lama dan Baharu) pada bab mengenai Sumatera, menyebut Hamzah Fansuri sebagai seorang penyair yang dilahirkan di Fansur.
|

Tak banyak lagi, terutama muda-mudi Indragiri Hulu yang mengenal tradisi gebane. Sebuah tradisi bernuansa Islami yang kian aus digilas roda zaman. Tradisi yang khusus dimainkan serta dilafazkan kaum perempuan, saat menjadi mempelai pada hari pernikahannya.
TRADISI gebane di Indragiri Hulu sudah populer di tengah-tengah masyarakat sejak masuknya Islam dalam lingkungan kerajaan Indragiri. Tradisi berciri Islam ini bahkan sempat mengalami pasang surut. Apalagi, gebane wajib dikuasai kaum perempuan, baik yang hendak menikah maupun yang telah berumahtangga.
+ Lainnya...

Bangunan adalah sejarah yang paling jujur menyuarakan masa lalu kita. Dalam ruang tradisi, selain sebagai salah satu identitas adat dan kebudayaan, keberadaan rumah besar, sebagai salah satu puncak pencapaian arsitektural pada masanya, juga merupakan pusat ingatan masa silam. Rumah besar yang memiliki beberapa tipologi bentuk arsitektur adalah mesin waktu yang bisa membawa kita merekah kearifan masa dulu.
Di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, rumah besar dengan fungsi tempat tinggal sekaligus tempat masyarakat bermusyawarah, menjadi kekayaan besar tradisi Natuna dengan ingatan kolektif yang berpaku di Air Mali, Sedanau, Pulau Laut, Subi, dan tradisi Asyrakatul Ahmadiyah alias koperasi di Midai sejak era sultanat Riau Lingga dan Datuk Kaya.
LEGENDA Lancang Kuning demikian populernya di negeri-negeri Melayu, salah satunya Riau. Bahkan Lancang Kuning, dijadikan pula sebagai simbol negeri ini dengan julukan "Negeri Lancang Kuning". Padahal, legenda ini menyimpan kisah tentang 'kesadisan' yang cukup menakutkan.
Rina Nazaruddin Entin, selaku penulis naskah drama dan sutradara Teater Selembayung (Riau), mencoba untuk melogikan kisah itu lewat tafsirnya sendiri. Hal ini bisa disaksikan lewat karyanya berjudul "Melodi Pengakuan" yang diangkat dari legenda tersebut yang dipentaskan selama tiga malam, 3-5 Mei di Gedung Teater Tertutup Anjung Seni Idrus Tintin. Sebuah pertunjukan teater yang tidak biasa dan cukup menguras perhatian penonton yang biasa disuguhkan pertunjukan teater komedi.
Budayawan Riau Al azhar mengajak semua puak Melayu untuk kembali merebut dominasi budaya Melayu di negerinya sendiri. Apalagi adat resam yang seharusnya menjadi panutan bagi orang-orang Melayu kian tergerus digilas roda zaman. Ungkapan tegas itu dilontarkan Ketua Umum Dewan Pengurus Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau di helat "Seminar Upacara Adat Melayu Indragiri Hulu" pada Selasa (25/4) di Gedung Dang Purnama Kota Rengat.
PESERTA antusias mengikuti jalannya acara di gedung pertemuan Dang Purnama Kota Rengat. Bahkan sesi tanya jawab sekitar adat-istiadat pun berlangsung sengit serta mengasyikkan. Helat yang diberi tema "Memelihara Tata Cara Adat di Indragiri Hulu" itu cukup diminati dan dinanti-nantikan warga kota dan sekitarnya. Lebih menariknya, panitia menghadirkan nara sumber dari LAM Riau Al azhar dan Elmustian Rahman yang diakui banyak peserta memberikan pencerahan pemikiran pada mereka, terutama para mahasiswa dan pelajar.
KALI ini, Teater Selembayung kembali mementaskan karyanya berjudul ‘’Melodi Pengakuan’’ karya dan sutradara Rina NE. Pementasan berdurasi 120 menit tersebut digelar selama tiga malam, 3-5 Mei di Gedung Teater Tertutup Anjung Seni Idrus Tintin.
Rina selaku sutradara dan penulis naskah menggandeng dua komposer muda Riau Matrock dan Ridho serta koreografer Syafmanefi Alamanda yang telah menghasilkan banyak karya di bidangnya masing-masing. Dalam karya yang bisa dikatakan sebagai tafsir ulang dari legenda yang populer di Riau tersebut, setiap aktor dituntut untuk menguasai akting secara baik. Pasalnya, setiap aktor yang melakoni peran sebagai Zubaidah, Panglima Umar, Panglima Hasan, Datuk Laksemana, Inang dan Bomo dilakukan secara monolog-monolog yang cukup panjang.

JAKARTA (RP)- Keinginan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan untuk mengupayakan penghasilan bulanan bagi Suyadi alias Pak Raden terpenuhi. Setelah berkunjung langsung ke rumah pencipta boneka Si Unyil itu pada Jumat (20/4) lalu, Dahlan benar-benar bergerilya agar seniman berusia senja ini memiliki penghasilan tetap yang memadai.
Galeri Foto
Anugerah Sagang
Cerita Terjemahan
Kumpulan Sajak
Buku-Buku
|
Bulang Cahaya | |
Penulis : Rida K Liamsi |
||
Melayu Serantau
- Adu Pantun Antarkampung Tua
- Mengembalikan Kegemilangan di Helat Lingga Bunda Tanah Melay
- Tradisi Intelektual Melayu
- Puncak-Puncak Bahasa Melayu (2)
- Puncak-Puncak Bahasa Melayu (1)
- Kesempatan Promosikan Budaya Melayu
- Ungkap Keseharian Masyarakat Melayu
- Batik Melayu Batam
- Kelab Loyar
- Sumpah Setia dan Marwah
- Gali Sejarah Melayu, Wako Ziarah ke Pulau Penyengat
- Surga Kuliner di Kota Bertuah
- IKJ Akan Tampilkan Panggung Melayu Serantau
- Tempat Keramaian Wajib Bunyikan Lagu Melayu
CERPEN
| Hikayat Kambing Hitam dan Kambing Putih |
| Oleh : Chairil Gibran Ramadhan |
| Baju Dinas |
| Oleh Sobirin Zaini |
| Kucing Schrödinger |
| Oleh : Gde Agung Lontar |
| Gadis Pelantai |
| Oleh : Riki Utomi |
| Robohkan Lagi Pagar Itu, Datuk! |
| Oleh : Olyrinson |
| Menjala Ikan Patin, Menyantapnya Beramai-ramai |
| Oleh : Sunaryono Basuki Ks |
| Pemberontak |
| Oleh : Deddy Arsya |
| Purnama Ketujuh |
| Oleh : Afriyanti |
| Upacara Terakhir |
| Oleh : Pandapotan MT Siallagan |
| Teringat Megat |
| Oleh : Jefri al Malay |











