|

SALAH seorang anggota Sekolah Menulis Paragraf (SMP) yang saya (dan beberapa kawan penulis Riau) gerakkan, sering tak bisa menulis cerpen yang “standar.” Selalu saja, cerpen yang ia tulis, panjang-panjang. Memang, kata “standar” itu batasan-batasannya masih relatif. Setidaknya kita bolehlah bersepakat dengan sastrawan Amerika, Edgar Allan Poe, yang pernah bilang bahwa cerpen itu “dapat dibaca sekali duduk.”
+ Lainnya...

Dramawan besar Inggris, William Shakespeare, senantiasa hidup dalam sejarah peradaban manusia, sejak beratus-ratus tahun yang silam. Ia telah melegenda dalam dinamika kebudayaan (kesenian) di dunia.
Bahkan Shakespeare telah menjadi milik dunia, terutama dalam menggoreskan puitika tragedi manusia yang penuh darah, dari abad ke abad. “Shakespeare menghujam jauh ke dalam inti konflik. Konflik sosial zamannya,” demikian Alexander Anikst (penulis Rusia) berujar.

|

KETIKA TIJ yaitu Taufik Ikram Jamil dan Ion yakni Mafirion pada bulan Oktober 1992 mengajak saya ikut menyelenggarakan media sastra tiga bulanan Menyimak yang nomor perdananya tercatat 28 Oktober 1992–29 Januari 1993 saya segera menjawab ya biarpun berhonorarium kecil. Media terbit sampai delapan terbitan dengan nomor terakhir tercatat 28 Juli 1994–28 Oktober 1994.
+ Lainnya...
ARTINYA dalam bahasa kita Dalam Hati Kami ialah Orang Indonesia demikianlah terbitnya sebuah memoir yang ditulis oleh seorang wanita berkebangsaan Swiss dalam bahasa Jerman bernama Gret Surbek dari kota Bern yang merapah koloni Belanda di Pulau Sumatra dan Jawa dari tahun 1920 sampai tahun 1945 yang terbit di Basel tahun 2007. Buku setebal 509 halaman dan dilengkapi dengan 68 foto, dan 4 ilustrasi dilahirkan oleh penerbit Limmat Verlag Zürich und Schweizerische Gesellschaft für Volkskunde di Basel. Gret Surbek antara lain mengalami kehidupannya karena dia menggeluti arkeologi dan memburu bidang itu dan bersama dengan dua anaknya berkelana di perkebunan kopi di Pagaralam.
|
+ Lainnya...

Kebudayaan apapun tidak akan mengalami penyusutan oleh karena globalisasi. Malah dengan mengisolasi diri, kebudayaan yang kita anggap besar sesungguhnya mengalami penyusutan sejati oleh kehendak-kehendak pemerintah yang tertutup sekaligus zalim. “Tuhan memberi sinar matahari yang super indah dan pemandangan nan elok kepada Kuba. Tapi, karena Castro, kita tak bisa menikmati keindahan pemberian Tuhan itu,” ujar Lech Walesa selama perjalanannya ke Indonesia sebulan silam.

Sekolah bagi kanak-kanak Dayak adalah puisi. Mereka paling senang pergi sekolah. Mencandu. Kenapa? Mereka suka menikmati suasana baru yang terhidang; berpakaian rapi, baris-berbaris, apel dan upacara. Maka jangan heran, kalau kanak-kanak Dayak pagi-pagi pukul 05.00 subuh sudah siap dandan lengkap dengan seragam. Rasa senang berkumpul dan berhimpun di sekolah pagi hari ini, sebuah persemaian yang dilakukan para pengabar Injil yang meretas masuk ke hutan Dayak nan gelap. Sekolah bagi Dayak adalah perpanjangan garis dari akar pohon menuju pucuk daun. Persemaian perdana: bagaimana riang gembira berkumpul dalam suasana sekolah. Membangun perasaan riang gembira (joyfull) untuk senantiasa berdatangan ke sekolah. Sebab, sekolah adalah salah satu jalur atau instrumen menyalurkan pendidikan. Pendidikan tidak sama dengan persekolahan. Dan mereka tengah menyelenggara persekolahan.
|
MENGEMBARA di negeri asing selama 40 tahun, tak mengurangi kecintaan Asahan Alham kepada Indonesia. Walaupun adik kandung DN Aidit, gembong utama mantan PKI itu telah menetap di Belanda sejak 1983, dan menjadi warga negara ‘’negeri tulip” sana, ia masih sempat mengoleksi hampir 5.000 peribahasa Nusantara. Memang, bukan pekerjaan setahun dua tahun.
+ Lainnya...
Etnosentrisme mengandung pengertian paham memandang budaya orang lain dengan ukuran budaya sendiri. Dalam kajian antropologi sering pemaknaan etnosentrisme bertendensi negatif yang sering dijadikan sumber permasalahan dalam proses hidup berkelompok. Lebih jauh muncul kefanatikan terhadap kelompok yang kita ikuti. Memandang kelompok lain dengan ukuran dan persepsi ukuran kita.

/1/
Dalam peta perjalanan sastra Riau, Mosthamir Thalib duduk di kursi tersendiri sebagai sastrawan, pekerja seni, sekaligus wartawan. Menurut saya, penerima Anugerah Adinegoro 1998 dari PWI Pusat ini memiliki karakter tersendiri dalam menghidangkan karya-karya imajinatifnya kepada pembaca. Beliau mempunyai talenta kejeniusan linguistik yang sangat lokal. Dengan ke-Melayu-annya dalam karya kreatif, suami Dewi Kamar ini mampu menyampaikan tumpukan gagasan dan diterima di berbagai kalangan.
Seniman dan Budayawan Terbaik Pilihan Sagang
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|

IDRUS TINTIN
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1996
Mendobrak dominasi teater "cis" dan menggantikannya dengan konsep teater modern yang penuh dengan alternatif kreatif.

TENAS EFFENDI
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1997
Tetua masyarakat di Riau yang tunjuk ajarnya selalu di harapkan oleh orang-orang muda di Pekanbaru dan beberapa daerah.

EDIRUSLAN PE AMANRIZA
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1998
Novel-novelnya ditulis sejak tahun 1976 hingga 1980 memenangkan sayembara penulisan roman Indonesia tajaan Dewan Kesenain Jakarta (DKJ).

Hasan Junus
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 1999
Karya-karyanya; Jelaga (1979, karya bersama Iskandar Leo dan Eddy Mawuntu), salah satu bagian dalam Antropologi of Asean Literature-Oral Literature of Indonesia (1983).

SULAIMAN SYAFI'IE
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2000
Seniman yang tunak menekuni musik Melayu ini, khawatir dengan perkembang musik Melayu saat ini.Beda dengan lagu-lagu Melayu dulu yang sampai sekarang pun masih disukai.

DANTJE S MOEIS
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2001
Inovasi yang dilakukannya sebagai seniman ialah dengan melaksanakan kegiatan melintas batas kesenian dan menghidupkan kembali bakat lamanya sebagai penulis.

SUDARNO MAHYUDIN
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2002
Karyanya yang agak monumental adalah Skenario Mencari Pencuri Anak Perawan. Sinetron yang diangkat dari roman karya Almarhum Soeman HS tersebut diangkat ke layar kaca pada tahun 1993.

TAUFIK IKRAM JAMIL
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2003
Diantara karya prosanya menjadi pemenang lomba karya prosa yang diselenggarakan IKJ (Institut Kesenian Jakarta).

AL AZHAR
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2004
Pengaruh dia tidak hanya pada upayanya memacu kreativitas, namun juga tekad dan semangatnya membela dan mengakar marwah Melayu dan Riau.

YUSMAR YUSUF
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2005
Dikenal sebagai salah seorang pemikir Kebudayaan Melayu. Budayawan Melayu ini tidak pernah berhenti untuk mencari pemikiran baru demi menemukan kesempurnaan-kesempurnaan dalam kebudayaan itu sendiri.

IWAN IRAWAN PERMADI
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2006
Pengaruhnya yang luas menempatkan dia sebagai satu dari sedikit orang koreografer berpengaruh di tanah air.

UU HAMIDY
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2007
Salah Satu episentrum kebudayaan.Tetak tangannya telah menghasilkan puluhan sarjana bahasa dan sastra yang kini berada pada deretan sastrawan top di Riau, bahkan nasional.

FAKHRUNNAS MA JABBAR
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2008
Kumpulan cerpennya Sebatang Cerita di Serambi (Penerbit Akar Indoneseia, Yogyakarta, 2005) sempat dibahas oleh pengamat sastra Prof. Harry Aveling di FIB Universitas Indonesia, Depok. Buku ini termasuk 10 Nominator., Anugerah Buku Khatulistiwa Literary Award (KLA) tahun 2006.

ZUARMAN AHMAD
Seniman Budayawan Terbaik Pilihan Sagang 2009
Meraih Anugerah Seni Tradisional Kategori Anugerah Prestasi Seni/ Musik dari Gubemur Riau H.M. Rush Zainal.
Beranda
|
|
Sudarno Mahyudin
|

"Pokoknya kalau ada sesuatu yang mengusik perasaan kita, langsung kita muntahkan ke dalam tulisan. Bisa dimuat atau tidak, bisa diterbitkan jadi buku atau tidak, bisa diangkat ke layar lebar atau tidak, bahkan bisa jadi uang atau tidak, tidak jadi masalah. Pokoknya kalau ada sesuatu yang mengusik perasaan tulis saja." Kalimat panjang nya itu pernah dilontarkan almarhum Sudarno Mahyudin suatu waktu di Riau Pos. Artinnya, seniman sejati yang tak pernah berhenti menulis sejak remaja hingga menjelang tutup usia ini cukup optimis, karya-karya yang ditulis pasti ada manfaatnya bagi banyak orang. Buktinya, sudah cukup banyak karya-karyanya yang dibukukan dan tidak sedikit pula skenario film yang ditulisnya. Terakhir, skenarionya yang belum sempat diangkat ke layar lebar berjudul, Intan Kaca.
+ Lainnya...
Di hari ketiga Temu Taman Budaya Nasional (TBN), Jumat (23/7) menampilkan tujuh pagelaran seni dari berbagai provinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Aceh dan Malaysia. Pertunjukan-pertunjukan yang disuguhkan cukup member gairah dalam upaya mendapatkan apresiasi masyarakat, seni maupun umum.

Kamis (17/7) malam tadi, helat Pembinaan Suku Pedalaman menampilkan dua ritual pengobatan dari Suku Sakai dan Bonai. Kedua seni pertunjukan tersebut cukup diminati warga Kota Bertuah Pekanbaru, terbukti dengan penonton yang memadati tempat duduk di bawah tenda. Suasana dan aroma kemenyan menambah kemagisan malam yang berhawa sejuk.
PEKANBARU (PP)-Temu Budaya Nasional yang digelar di Pekanbaru 20-24 Juli di Pekanbaru mengangkat tema lingkungan, agar para peserta sangat mengerti kondisi lingkungan yang sudah mulai punah. “Tema temu budaya nasional kali ini Seni Menjunjung Alam, artinya bentuk kepekaan budayawan terhadap alam,” terang Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau , Raja Muhammad Yamin kepada wartawan usai membuka acara dengan resmi.

PEKANBARU(RP)-Pagelaran seni dari berbagai provinsi Indonesia di hari kedua, Temu Taman Budaya Nasional (TBN) 2010, Rabu (21/7) diramaikan warga Pekanbaru di Gedung Teater Tertutup Anjung Seni Idrus Tintin. Hanya saja, pagelaran kesenian Suku Anak Dalam batal dilaksanakan akibat hujan deras dan akan dilanjutkan, Kamis (22/7) pukul 10.00 WIB di halaman Taman Budaya Riau.
PEKANBARU(RP)-Di penghunjung Temu Zapin Indonesia, Selasa (20/7) di Hotel Mayang Garden sebanyak delapan grup yang tampil membawakan karya zapin inovatif. Hanya satu grup yang menampilkan zapin tradisi yakni Kepulauan Meranti. Karya-karya itu menawarkan angin segar, bahwa tradisi harus dikembangkan sehingga melahirkan tradisi baru bagi generasi akan datang.
Paling tidak, demikianlah para kurator berujar, disela-sela penampilan demi penampilan. Tidak hanya itu, para kurator dan juga grup-grup yang tampil mengusung spirit zapin dengan pola kekinian yang menyegarkan. Penuh rasa, makna dan suka-ria. Bahkan dua karya koreografer senior seperti Tom Ibnur dan SPN Iwan Irawan Permadi mendapatkan apresiasi yang tinggi dari seluruh orang yang hadir menyaksikan helat tari zapin level nasional tersebut.
Galeri Foto
Anugerah Sagang
Cerita Terjemahan
Kumpulan Sajak
Buku-Buku
|
Bulang Cahaya | |
Penulis : Rida K Liamsi |
||
Melayu Serantau
- Ungkap Keseharian Masyarakat Melayu
- Batik Melayu Batam
- Kelab Loyar
- Sumpah Setia dan Marwah
- Gali Sejarah Melayu, Wako Ziarah ke Pulau Penyengat
- Surga Kuliner di Kota Bertuah
- IKJ Akan Tampilkan Panggung Melayu Serantau
- Tempat Keramaian Wajib Bunyikan Lagu Melayu
- Pulau Penyengat (sequel)
- Dendang Melayu
- Penamaan Rentak Dalam Tari Melayu
- Yong Dolah; Budayawan-Intelektual yang Terlupakan
- PDSHBJ Koleksi Novel Melayu Tionghoa 1892
- Batam Tawarkan Wisata Kuliner Melayu
CERPEN
| Embun Pun Bisa Menangis |
| Oleh : Tengku M Yusuf |
| Di antara Nama-nama |
| Oleh Harmailil |
| Lelaki Jangkung di Perempatan |
| Oleh Sunlie Thomas Alexander |
| Oleh Zurnila Emhar Ch |
| Oleh Naya |
| Ajal |
| Oleh Nabila Shasha |
| Cinta Pertama |
| Oleh Raditya |
| P u l a n g |
| Oleh Musa Ismail |
| Menjadi Lelaki |
| Oleh Bambang Kariyawan Ys |
| Pohon-pohon Merajuk |
| Oleh Benny Arnas |
| Stasiun |
| Oleh Cikie Wahab |












